Selasa, 10 Desember 2024

Tadabbur Al-Qur'an Untuk Mencari Jalan Kebenaran


 


Tadabbur Al-Qur'an Untuk Mencari Jalan Kebenaran


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : " مَنْ تَدَبَّرَ الْقُرْآنَ طَالِبًا لِلْهُدَى مِنْهُ تَبَيَّنَ لَهُ طَرِيقُ الْحَقِّ."  ( من كتاب : مجموع الفتاوى ٣\١٣٧ )

✍🏼  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

من تدبر القرآن طالبًا للهُدى منه تبين له طريق الحق

“Barangsiapa yang mentadabburi (merenungkan kandungan) Al-Quran dengan niatan untuk mendapatkan petunjuk, maka akan dinampakkan baginya jalan kebenaran.”

📖  lihat Majmu’ Fatawa III/137.

Senin, 09 Desember 2024

Al-Bid'ah Berkaitan Dengan Al-Furqoh, Sebagaimana As-Sunnah Dengan Al-Jama'ah


 

Al-Bid'ah Berkaitan Dengan Al-Furqoh, Sebagaimana As-Sunnah Dengan Al-Jama'ah


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : "والبدعة مقرونة بالفرقة كَمَا ان السّنة مقرونة بِالْجَمَاعَة فَيُقَال أهل السّنة وَالْجَمَاعَة كَمَا يُقَال أهل الْبِدْعَة والفرقة." ( الإستقامة ١\٤٢)

✍🏼  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : "Al-Bid'ah itu berkaitan dengan al-furqoh (perpecahan) sebagaimana As-Sunnah itu berkaitan dengan Al-Jama'ah (persatuan).
Maka pantas jika dikatakan "Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah", sebagaimana dikatakan "Ahlul-Bid'ah wal-Furqoh."
📚  lihat Al-Istiqomah 1/42

Penamaan "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" Telah Ada Di Zaman Para Shahabat Nabi


 

Penamaan "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" Telah Ada Di Zaman Para Shahabat Nabi


وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ} يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَالْفُرْقَةِ. قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا. (تفسير القرآن العظيم - تفسير ابن كثير )

✍🏼  Al-Hafizh Ibn Katsir rahimahullah berkata : Kalam Allah Ta’ala: "(pada hari memutihnya wajah orang-orang dan menghitamnya wajah orang-orang) yakni pada hari kiamat ketika memutih wajah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, dan menghitam wajah Ahlul-Bid’ah wal-Furqah. Demikian dikatakan oleh Ibn ‘Abbas rodhiyaallahu 'anhuma." 

📚 lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Ali ‘Imran : 106.

Kalam Ibnu Taimiyyah Terkait Sumber Al-I'tiqod ( Keyakinan Aqidah )


 


Kalam Ibnu Taimiyyah Terkait Sumber Al-I'tiqod ( Keyakinan Aqidah )


"فَقَالَ: لَيْسَ الِاعْتِقَادُ لِي وَلَا لِمَنْ هُوَ أَكْبَرُ مِنِّي؛ بَلْ الِاعْتِقَادُ يُؤْخَذُ عَنْ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَجْمَعَ عَلَيْهِ سَلَفُ الْأُمَّةِ. يُؤْخَذُ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى، وَمِنْ أَحَادِيثِ الْبُخَارِيِّ وَمُسْلِمٍ وَغَيْرِهِمَا مِنْ الْأَحَادِيثِ الْمَعْرُوفَةِ وَمَا ثَبَتَ عَنْ سَلَفِ الْأُمَّةِ.                        
من كتاب : مجموع الفتاوى (٣\٢٠٣)

✍🏼  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah-, berkata :
'Al-I'tiqod (keyakinan aqidah) itu tidaklah berasal dari diriku, dan juga bukan berasal dari mereka yang lebih senior dari padaku, akan tetapi aqidah diambil dari Allah -subhanahu wa ta’ala-, dan dari Rasul-Nya ﷺ dan Ijma’ Salaful Ummah.

(Aqidah) diambil dari Kitabullah, dari hadits-hadits Al-Bukhari, Muslim dan selainnya, dari hadits-hadits yang sudah dikenal, dan perkara yang telah ditetapkan oleh Para Salaful Ummah.

📖  lihat Majmu’ Fatawa III/203

Minggu, 08 Desember 2024

Berpeganglah Kepada Al-Qur'an Dan As-Sunnah Agar Tidak Tersesat


 


Berpeganglah Kepada Al-Qur'an Dan As-Sunnah Agar Tidak Tersesat


     Allah Ta’ala berkalam :

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝١٦٤

164. Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali-‘Imran : 164)

       Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitabnya Al-Muwatho’ :

حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah bersabda : “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dalam Al-Muwatho‘. Hadits Shohih).

Dengan Jujur Dan Ikhlash Akan Menjadikan Tinggi Kedudukan Sebuah Kaum


 

Dengan Jujur Dan Ikhlash Akan Menjadikan Tinggi Kedudukan Sebuah Kaum


.... حدثنا أبو بكر المرُّوذي، قال: سمعتُ رجلاً يقول لأبي عبد الله -وذكر له الصدق والإخلاص - فقال أبو عبدالله: بهذا ارتفع القوم. (اسم الکتاب : مناقب الإمام أحمد - المؤلف : ابن الجوزي - الجزء : 1  صفحة : 267)

✍🏼  Imam Abu Bakr Al-Marudzi rahimahullah mengatakan :
Saya pernah mendengar seorang bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad), disebutkan pula kepada beliau tentang jujur dan ikhlash. Beliau mengatakan, “Dengan ini suatu kaum akan menjadi tinggi (kedudukannya).”

📖  lihat Manaqib Al-Imam Ahmad, hlm. 267


Sabtu, 07 Desember 2024

Sepuluh Hal Yang Sia-sia Dan Tiada Manfaatnya




Sepuluh Hal Yang Sia-sia Dan Tiada Manfaatnya

قال ابن القيم رحمه الله :
فصل عشرَة أَشْيَاء ضائعة لَا ينْتَفع بهَا علم لَا يعْمل بِهِ وَعمل لَا إخلاص فِيهِ وَلَا اقْتِدَاء وَمَال لَا ينْفق مِنْهُ فَلَا يسْتَمْتع بِهِ جَامعه فِي الدُّنْيَا وَلَا يقدمهُ أَمَامه إِلَى الْآخِرَة وقلب فارغ من محبَّة الله والشوق إِلَيْهِ والأنس بِهِ وبدن معطل من طَاعَته وخدمته ومحبة لَا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره وَوقت معطل عَن اسْتِدْرَاك فارطه أَو اغتنام بر وقربة وفكر يجول فِيمَا لَا ينفع وخدمة من لَا تقربك خدمته إِلَى الله وَلَا تعود عَلَيْك بصلاح دنياك وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وَهُوَ أسبر فِي قَبضته وَلَا يملك لنَفسِهِ حذرا وَلَا نفعا وَلَا موتا وَلَا حَيَاة وَلَا نشورا

وَأعظم هَذِه الإضاعات إضاعتان هما أصل كل إِضَاعَة إِضَاعَة الْقلب وإضاعة الْوَقْت فإضاعة الْقلب من إِيثَار الدُّنْيَا على الْآخِرَة وإضاعة الْوَقْت من طول الأمل فَاجْتمع الْفساد كُله فِي إتباع الْهوى وَطول الأمل وَالصَّلَاح كُله فى اتِّبَاع لهدى والاستعداد للقاء وَالله الْمُسْتَعَان
📖  الفوائد لابن القيم - ط العلمية ص ١١١-١١٢

✍🏼  Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

"Ada sepuluh hal yang sia-sia, dan tiada ada manfaatnya:
(1) Ilmu yang tidak diamalkan.
(2) Amal yang tidak dilandasi keikhlasan dan mengikuti petunjuk Nabi.
(3) Harta yang tidak diinfaqkan (hanya disimpan). Pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia, tidak pula menggunakannya untuk persiapan masa depannya di akhirat.
(4) Qolbu yang tidak memiliki kecintaan kepada Allah, kerinduan pada-Nya, dan ketenangan bermunajat dengan-Nya.
(5) Badan yang tidak dipakai untuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah.
(6) Kecintaan (kepada Allah) tetapi tidak terikat (mengharap) ridha-Nya dan tidak melaksanakan perintah-Nya.
(7) Waktu yang tidak digunakan untuk memperbaiki diri atau berbuat kebajikan dan ibadah.
(8) Pikiran yang digunakan pada sesuatu yang tidak bermanfaat.
(9) Melayani seseorang tetapi pelayananmu terhadapnya tidak mendekatkan dirimu kepada Allah, tidak pula menguntungkan urusan duniamu.
(10) Takut dan harapan kepada sesama hamba padahal dia di bawah kuasa Allah; tidak mampu memberi celaka, manfaat, kematian, kehidupan, dan kebangkitan.

Kesia-siaan terbesar ada pada dua hal, keduanya pangkal segala kesia-siaan: al-qolbu dan waktu. Qolbu yang sia-sia karena mengutamakan dunia daripada akhirat. Waktu yang sia-sia karena panjang angan-angan.
Seluruh kerusakan berporos pada sikap mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Seluruh kebaikan berpangkal pada mengikuti petunjuk Nabi dan mempersiapkan diri menghadap Allah.
Hanya Allah tempat memohon pertolongan."

📖  Lihat Al-Fawaid hlm. 111-112

 

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...