Millah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah
Berpegang teguh Kitabullah Was-Sunnah,
Wajib ikuti faham Salaful-Ummah,
Serta Ijma' Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah,
Inilah manhajul Firqotin Najiyyah.
Kokoh berpegang bersama Al-Jama'ah,
Menjauhkan diri dari Al-Jam'iyyah,
Tak terikat muassasah dan hizbiyyah,
Hanya tunduk pada Al-Haq penuh berkah.
Talaqqa bi-qolbin Ushul As-Sunnah,
Sesuai aqidah Salaf Ahlus-Sunnah,
Tiada ragu dalam syariat yang kaffah,
Selamat jiwa dari millah yang salah.
Menyeru insan kepada tauhidullah,
Mendakwahkan Sunnah suci Rasulillah,
Perangi syirik amalan jahiliyyah,
Serta segala bentuk bid'ah dhalalah.
Ikuti jejak para Imam berhujjah,
Abu Hanifah, Malik, teladan ummah,
Asy-Syafi'i, Ahmad, beserta jamā'ah,
Para Aimmah Ahlus-Sunnah rājihah.
Dari Muawiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah ﷺ berdiri di tengah-tengah kami, lalu bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahli Kitab berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan sesungguhnya umat (agama) ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan; tujuh puluh dua golongan di neraka dan satu golongan di surga, yaitu Al-Jama’ah."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4597) dan Al-Hakim (443) yang mensahihkannya. Ibnu Hajar menghasankannya dalam Takhrij al-Kasysyaf (hal. 63). Ibnu Taimiyah mensahihkannya dalam Majmu' al-Fatawa (3/345), begitu pula Asy-Syathibi dalam Al-I'tisham (1/430), dan Al-'Iraqi dalam Takhrij al-Ihya' (3/199). Hadits ini juga diriwayatkan dari sekelompok sahabat melalui jalur-jalur yang banyak.
Dan diriwayatkan dengan lafaz: (...Dan umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan. Mereka bertanya: 'Siapakah mereka wahai Rasulullah?' Beliau bersabda: 'Yaitu mereka yang berada di atas ajaran yang aku dan para sahabatku berada di atasnya'), diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2641). Hadits ini dihasankan oleh Ibnu al-'Arabi dalam Ahkam al-Qur'an (3/432), Al-'Iraqi dalam Takhrij al-Ihya' (3/284), dan Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi.






