Haramnya Lahm Al-Khinzir ( Daging Babi )
Keharaman Memakan Lahm Al-Khinzir
( Daging Babi )
اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١٧٣ (البقرة : ١٧٣)
"Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah : 173)
.... وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ ....١٥٧ (الاعراف :١٥٧)
".... dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka ...." (QS. Al-A'raf : 157)
🔸 Mentaati Larangan Ilahi. Larangan ini adalah hukum ibadah (hukum tab'abbudi) yang wajib ditaati sebagai bentuk penyerahan diri kepada kehendak Allah, terlepas dari apakah alasan logisnya dapat dipahami atau tidak. Sebagaimana Allah ketika melarang Adam mendekati sebuah pohon, Adam tidak mempertanyakan
🔸 Najis Ain. Tidak hanya dagingnya, tetapi semua bagian tubuhnya (kulit, tulang, lemak) haram untuk dikonsumsi atau dimanfaatkan.
🔸 Kemurnian Spiritual: Mengonsumsi babi bisa menodai tubuh dan jiwa, dan menjauhkan diri dari kesucian yang dituntut dalam ibadah.
🔸 Akhlaq dan Sifat: Beberapa pandangan ulama juga menyebutkan bahwa sifat-sifat babi yang dianggap jorok, rakus, dan kurang memiliki rasa cemburu dapat memengaruhi sifat pemakannya.
Daging Babi Menurut Perspektif Kesehatan dan Ilmu Pengetahuan Modern
🔸 Parasit dan Penyakit
Daging babi rentan terinfeksi parasit seperti cacing pita (Taenia solium) dan cacing gelang (Trichinella spiralis), yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti trikinosis sistiserkosis jika tidak dimasak hingga benar-benar matang.
🔸 Kandungan Lemak Tinggi
Babi mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol tinggi, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas.
🔸 Retensi Toksin
Babi memiliki kemampuan yang terbatas untuk berkeringat, sehingga penumpukan racun dalam tubuhnya tidak seefisien hewan lain dalam dikeluarkan, dan berpotensi terserap ke dalam dagingnya.
🔸 Risiko Penyakit Lain
Konsumsi daging babi secara terus-menerus juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, hepatitis E, dan infeksi bakteri seperti Salmonella dan E. coli.
🔸 Kebersihan Hewan
Babi dikenal sebagai hewan yang memakan segala sesuatu, termasuk kotoran dan bangkai, yang berkorelasi dengan adanya berbagai organisme penyebab penyakit dalam tubuhnya.














