Minggu, 15 Februari 2026

Wahai Para Pencela Ta'addud ( Poligami ) Tunjukkan Burhan dan Keutamaan Kalian !






Wahai Para Pencela Ta'addud ( Poligami ) Tunjukkan Burhan dan Keutamaan Kalian !

Ketahuilah.. Poligami telah ada jauh sebelum Islam lahir dan dipraktikkan dalam berbagai peradaban kuno sejak ribuan tahun yang lalu. Berdasarkan catatan sejarah dan teks keagamaan, berikut asal-usul kemunculannya: 
✍🏼 Catatan Alkitabiah: Tokoh pertama yang tercatat melakukan poligami adalah Lamekh yang menikahi dua istri (Kejadian 4:19). Selain itu, nabi-nabi terdahulu seperti Nabi Ibrahim (Abraham), Yakub, Daud, dan Sulaiman juga tercatat memiliki lebih dari satu istri.
✍🏼 Peradaban Mesopotamia Kuno (Sekitar 1792–1750 SM): Praktik ini sudah diatur dalam Kode Hammurabi, hukum tertulis tertua di dunia dari Babilonia.
✍🏼 Masyarakat Arab Pra-Islam (Jahiliyah): Poligami sangat umum di Arab sebelum masa Nabi Muhammad tanpa adanya batasan jumlah istri.

Di negeri ini pun poligami faktanya sudah menjadi budaya nenek moyang :
✍🏼 Pendiri raja Majapahit dan Hayam Wuruk melakukan poligami.
✍🏼 Orang tua RA. Kartini poligami dan Kartini sendiri menikah sebagai istri ke-4.
✍🏼 Presiden pertama yang menjadi orang nomor 1 di NKRI juga poligami.

Wahai para pencela Poligami.. silahkan datangkan burhan!
Apa kalian merasa mendapat wahyu, lebih 'alim, lebih pandai, lebih rupawan, lebih kaya, lebih berkuasa, lebih sakti, lebih hebat, lebih utama dan lebih taqwa??


Apa para Pencela Poligami merasa mendapat wahyu, lebih 'alim, lebih pandai, lebih rupawan, lebih kaya, lebih berkuasa, lebih sakti dan lebih taqwa??

وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاۗ ۝٣

Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Akan tetapi, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk tidak berbuat zhalim. (QS. An-Nisa : 3 )



Islam Itu Wasathiyah Termasuk Dalam Perkara Ta'addud Al-Zaujat ( Poligami )

Islam tidak menolak poligami dan bukan pula mewajibkan ataupun bermudah-mudahan, tapi dengan mempertimbangkan mashlahat dan mafsadat.
Monogami bisa lebih utama jika tujuannya agar terhindar dari berbuat zholim. Poligami bisa lebih utama jika mashlahatnya lebih besar. Jadi hukum poligami bisa wajib, sunnah, mubah, makruh, hingga haram tergantung mashlahat dan mafsadat serta kemampuan individu dalam menegakkan keadilan.

1. Kapan Monogami Tetap Lebih Utama?
Menurut jumhur ulama dari empat madzhab, monogami (mencukupkan diri dengan satu istri) umumnya dianggap lebih utama daripada poligami demi menjaga keselamatan dari potensi ketidakadilan dan kezaliman atau jika tujuannya adalah Sadd adz-Dzari'ah ( سَدُّ الذَّرَائِعِ إِلَى المَحَارِمِ = menutup jalan-jalan yang menuju kepada perkara yang diharamkan).

2. Kapan Poligami Menjadi Lebih Utama?
Poligami bisa menjadi lebih utama atau bahkan dianjurkan (mustahab) ketika terdapat Mashlahah Rajihah (kemaslahatan yang kuat), seperti :
🔸 Faktor Biologis/Reproduksi: Seperti istri yang sakit kronis atau mandul, sementara suami memiliki keinginan kuat untuk memiliki keturunan demi meneruskan nasab.
🔸 Faktor Sosial & Demografi: Menjaga kehormatan wanita di wilayah yang jumlah wanitanya jauh melampaui pria (misal pasca perang), sehingga poligami menjadi solusi martabat sosial.
🔸 Kepentingan Dakwah & Politik: Sebagaimana praktik Nabi Muhammad SAW untuk menyatukan kabilah, memperkuat koalisi dakwah, atau melindungi janda-janda tokoh pejuang.
🔸 Menghindari Maksiat: Bagi pria dengan dorongan biologis sangat tinggi yang tidak tercukupi oleh satu istri, poligami menjadi sarana 'iffah (menjaga kesucian diri) agar tidak jatuh ke perzinaan.
🔸 Menjalin hubungan kekerabatan dengan orang shalih. Seperti yang diamalkan sebagian para Shahabat ingin menjalin hubungan kekerabatan dengan Nabi dan keturunan ahlul-bait.
Sehingga semakin banyak istri bisa semakin utama apabila kemashlahatannya semakin lebih besar pula.

Silahkan tunjukkan burhan jika ada ajaran yang lebih baik daripada ini!

Selasa, 03 Februari 2026

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan


Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan


وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَفَضَائِلِ الْأَوْقَاتِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ: يَذْكُرُونَ أَحَادِيثَ كَثِيرَةً وَهِيَ ضَعِيفَةٌ، بَلْ مَوْضُوعَةٌ، بِاتِّفَاقِ أَهْلِ الْعِلْمِ، كَمَا يَذْكُرُونَ [أَحَادِيثَ] (١) فِي فَضْلِ صَوْمِ رَجَبٍ كُلُّهَا ضَعِيفَةٌ، بَلْ مَوْضُوعَةٌ، عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ. وَيَذْكُرُونَ صَلَاةَ الرَّغَائِبِ فِي أَوَّلِ لَيْلَةِ (٢) جُمُعَةٍ مِنْهُ، وَأَلْفِيَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ، وَكَمَا يَذْكُرُونَ فِي فَضَائِلِ عَاشُورَاءَ مَا وَرَدَ مِنَ التَّوْسِعَةِ عَلَى الْعِيَالِ، وَفَضَائِلِ الْمُصَافَحَةِ وَالْحِنَّاءِ وَالْخِضَابِ وَالِاغْتِسَالِ وَنَحْوِ ذَلِكَ، وَيَذْكُرُونَ فِيهَا صَلَاةً.
وَكُلُّ هَذَا كَذِبٌ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: لَمْ يَصِحَّ فِي عَاشُورَاءَ إِلَّا فَضْلُ صِيَامِهِ. قَالَ حَرْبٌ الْكِرْمَانِيُّ: قُلْتُ لِأَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ: الْحَدِيثُ الَّذِي يُرْوَى: «مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ (٣) يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ» ؟ فَقَالَ: لَا أَصْلَ لَهُ (٤) .
 كتاب منهاج السنة النبوية ج ٧ ص ٣٩ - ابن تيمية


Di dalam kitab Minhajus Sunnah an-Nabawiyyah (Juz 7, Hal. 39) Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

"Demikian pula banyak dari mereka yang menulis tentang keutamaan ibadah, keutamaan waktu, dan sebagainya: Mereka menyebutkan banyak hadis yang lemah (dhaif), bahkan palsu (maudhu'), berdasarkan kesepakatan para ahli ilmu. Sebagaimana mereka menyebutkan [hadis-hadis] tentang keutamaan puasa Rajab yang semuanya lemah, bahkan palsu menurut para ahli ilmu.

Mereka juga menyebutkan tentang Shalat Raghaib pada malam Jumat pertama bulan Rajab, dan Shalat Alfiyah pada pertengahan (Nisfu) Sya’ban. Sebagaimana mereka juga menyebutkan tentang keutamaan Asyura mengenai anjuran melapangkan rezeki bagi keluarga, keutamaan bersalam-salaman, memakai pacar (hina/khidhab), mandi, dan semacamnya, serta menyebutkan shalat tertentu di dalamnya.

Semua itu adalah kedustaan atas nama Rasulullah ﷺ. Tidak ada yang sahih mengenai Asyura kecuali keutamaan puasanya.

Harb al-Kirmani berkata: 'Aku bertanya kepada Ahmad bin Hanbal tentang hadis yang diriwayatkan: Siapa yang melapangkan (nafkah) bagi keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun tersebut?' Maka beliau menjawab: 'Tidak ada asalnya (tidak memiliki dasar sanad yang sah).'"


 

Jumat, 30 Januari 2026

Tahaddi Bagi Siapa Saja Yang Meragukan Keilahian الله dan Kebenaran Al-Qur'an


 

Tahaddi Bagi Siapa Saja Yang Meragukan Keilahian الله dan Kebenaran Al-Qur'an


1⃣ Al-Qur'an kalam Allah termasuk salah satu bukti adanya Allah. Al-Qur'an kandungan isinya sangat agung, berisi petunjuk al-haqq, bisa untuk ruqyah mengobati penyakit hati dan badan, lebih indah daripada syair serta mudah dihafal. Al-Qur'an sendiri menyatakan bahwa ia adalah wahyu dari Allah, dan menantang manusia untuk membuatnya.

وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٢٣

"Dan jika kalian meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar." (QS. Al-Baqarah : 23).
Silahkan buat 1 surat yang bisa mengalahkan surat Al-Fatihah!

2⃣ Mubahalah bentuk tahaddi untuk konfirmasi kebenaran, yaitu tantangan untuk saling mendoakan keburukan bagi pihak yang salah. Sebagaimana pada surah Ali 'Imran : 61.

3⃣ Ka'bah memiliki Rabb yang senantiasa akan menjaganya dari apapun yang akan musuh perbuat terhadapnya. Allah Ta’ala berkalam :

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَۗ ۝٣٥

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala." (QS. Ibrahim : 35)
✍🏻 Dan sudah tercatat sejarah bahwa kota suci Yahudi dan Nashrani pernah dikuasai kaum muslimin. Dan di akhir zaman kelak Baitul Maqdis insya Allah akan kembali dikuasai lagi kaum muslimin. Sebagaimana dikabarkan Nabi. Silahkan buktikan rebut kota suci Makkah yang disitu terdapat Ka'bah sebagai qiblat. Apa kalian mampu???

Tantangan-tantangan ini merupakan bukti bahwa Islam berdiri di atas landasan burhan (bukti nyata), bukan sekadar klaim kosong.

تِلْكَ اَمَانِيُّهُمْۗ قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝١١١ ( البقرة : ١١١ )


Kamis, 29 Januari 2026

Allah Ta'ala Ingin Mendengar Pengaduan, Rintihan dan Doa Hamba-Nya



Allah Ta'ala Ingin Mendengar Pengaduan, Rintihan dan Doa Hamba-Nya


قال ابن القيم رحمه الله : والله تعالى يبتلى عبده ليسمع شكواه وتضرعه ودعاءه وقد ذم سبحانه من لم يتضرع اليه ولم يستكن له وقت البلاء كما قال تعالى: {ولقد أخذناهم بالعذاب فما استكانوا لربهم وما يتضرعون} والعبد أضعف من أن يتجلد على ربه والرب تعالى لم يرد من عبده أن يتجلد عليه بل أراد منه أن يستكين له ويتضرع اليه وهو تعالى يمقت من يشكوه إلى خلقه ويحب من يشكو ما به اليه وقيل لبعضهم كيف تشتكى اليه ما ليس يخفي عليه فقال ربى يرضى ذل العبد اليه.
كتاب عدة الصابرين وذخيرة الشاكرين  ص ٣٦ - ط دار ابن كثير - ابن القيم


Di dalam kitab ‘Uddatus Shabirin wa Dzakhiratus Syakirin (عُدَّةُ الصَّابِرِينَ وَذَخِيرَةُ الشَّاكِرِينَ) hal. 36, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

"Allah Ta'ala menguji hamba-Nya semata-mata agar Dia mendengar rintihan (pengaduan), kerendahan hati, dan doa hamba tersebut. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mencela orang yang tidak mau merendahkan diri dan tidak tunduk kepada-Nya di saat tertimpa bala (ujian), sebagaimana firman-Nya: 'Dan sesungguhnya Kami telah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon dengan merendahkan diri' (QS. Al-Mu'minun: 76).

Seorang hamba terlalu lemah untuk bersikap angker (berlagak kuat/menahan diri) di hadapan Rabb-nya, dan Allah Ta'ala pun tidak menginginkan hamba-Nya berlagak kuat di hadapan-Nya. Sebaliknya, Allah ingin agar hamba tersebut tunduk dan bersimpuh memohon kepada-Nya.

Allah Ta'ala membenci orang yang mengadukan-Nya kepada makhluk-Nya, namun Dia mencintai orang yang mengadukan kesedihannya hanya kepada-Nya. Pernah dikatakan kepada sebagian ulama: 'Bagaimana mungkin engkau mengadukan kepada-Nya sesuatu yang sebenarnya tidak tersembunyi bagi-Nya?' Maka ia menjawab: 'Rabb-ku ridha melihat kehinaan (ketundukan) hamba di hadapan-Nya.'"

Selasa, 27 Januari 2026

Hendaknya Kita Selektif Dalam Pertemuan ( Pergaulan ) dengan Manusia


 


Hendaknya Kita Selektif Dalam Pertemuan ( Pergaulan ) dengan Manusia


وَمِنْ نَظمِ الحُمَيْدِيّ:

لِقَاءُ النَّاسِ لَيْسَ يُفِيْدُ شَيْئاً ... سِوَى الهَذَيَانِ مِنْ قِيْلٍ وَقَالِ

فَأَقْلِلْ مِنْ لِقَاءِ النَّاسِ إِلاَّ ... لأَخْذِ العِلْمِ أَوْ إِصْلاَحِ حَالِ

كتاب سير أعلام النبلاء  ج ١٩ ص ١٢٧  - ط الرسالة -  شمس الدين الذهبي

Dan di antara syair-syair Al-Humaidi :

"Bertemu dengan manusia (terlalu sering) tidaklah memberi manfaat apa pun,
selain racauan (omong kosong) dari desas-desus (katanya dan katanya).
Maka sedikitkanlah bertemu manusia, kecuali...
untuk mengambil ilmu atau memperbaiki keadaan (urusan dunia/akhirat)."

📚 Siyar A'lam An-Nubala', jilid 19, halaman 127, karya Syamsuddin Adz-Dzahabi

Penjelasan Singkat : Al-Humaidi rahimahullah menasihati agar kita selektif dalam bergaul. Jika pertemuan tidak mengandung unsur pendidikan (ilmu) atau perbaikan diri (ishlah), maka menyendiri lebih baik agar terhindar dari ghibah dan perkataan sia-sia.

Jumat, 23 Januari 2026

QS. Al-Fatihah - Surat Makkiyah 7 Ayat "A'zhom Suroh" ( Surat Paling Agung )



QS. Al-Fatihah - Surat Makkiyah 7 Ayat
"A'zhom Suroh" ( Surat Paling Agung )


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ۝٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ۝٧

Terjemahan Makna Ayat  1-7 :
1. Dengan nama Allah Ar-Rohman (Yang Maha Pengasih), Ar-Rohim (Maha Penyayang).
2. Segala puji bagi Allah, Rabbul-'Alamin (Tuhan seluruh alam),
3. Ar-Rohman (Yang Maha Pengasih), Ar-Rohim (Maha Penyayang),
4. Pemilik hari pembalasan.
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

✍🏼 Siapakah orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah? Di dalam ayat yang lain disebutkan bahwa mereka ini adalah para nabi, orang-orang yang shiddiq (jujur keimanannya dan benar), para syuhada' (yang mati syahid) dan orang-orang sholih.
Sedangkan orang-orang yang dimurkai adalah orang yang sudah mengetahui kebenaran akan tetapi tidak mau mengamalkannya. Contohnya adalah kaum Yahudi dan semacamnya. Sedangkan orang yang tersesat adalah orang yang tidak mengamalkan kebenaran gara-gara kebodohan dan kesesatan mereka. Contohnya adalah orang-orang Nasrani dan semacamnya. 
 

Selasa, 20 Januari 2026

Melatih Diri Ibadah Di Bulan Sya'ban Untuk Persiapan Menyambut Bulan Romadhon




Melatih Diri Ibadah Di Bulan Sya'ban Untuk Persiapan Menyambut Bulan Romadhon


Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah di kitab Latha'iful Ma'arif mengatakan,

ولما كان شعبان كالمقدمة لرمضان شرع فيه ما يشرع في رمضان من الصيام وقراءة القرآن ليحصل التأهب لتلقي رمضان وترتاض النفوس بذلك على طاعة الرحمن روينا بإسناد ضعيف عن أنس قال: كان المسلمون إذا دخل شعبان انكبوا على المصاحف فقرؤها وأخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان وقال سلمة بن كهيل: كان يقال شهر شعبان شهر القراء وكان حبيب بن أبي ثابت إذا دخل شعبان قال: هذا شهر القراء وكان عمرو بن قيس الملائي إذا دخل شعبان أغلق حانوته وتفرغ لقراءة القرآن قال الحسن بن سهل: قال شعبان: يا رب جعلتني بين شهرين عظيمين فما لي؟ قال: جعلت فيك قراءة القرآن يا من فرط في الأوقات الشريفة وضيعها وأودعها الأعمال السيئة وبئس ما استودعها
كتاب لطائف المعارف فيما لمواسم العام من الوظائف ص ١٣٥  - ط ابن حزم - ابن رجب الحنبلي


"Tatkala (bulan) Sya'ban ibarat muqadimah (pembukaan) bagi (bulan) Ramadhan, maka di bulan tersebut disyariatkan apa yang disyariatkan di bulan Ramadhan, seperti puasa dan membaca Al-Qur'an. Hal ini bertujuan agar seseorang memiliki kesiapan untuk menyambut Ramadhan dan jiwa pun terlatih untuk melakukan ketaatan kepada Ar-Rahman (Allah).

Diriwayatkan dengan sanad yang lemah dari Anas, ia berkata: "Kaum muslimin saat memasuki bulan Sya'ban, mereka menyibukkan diri dengan mushaf-mushaf (Al-Qur'an) lalu membacanya, dan mereka mengeluarkan zakat harta mereka untuk memperkuat kaum yang lemah dan miskin dalam melaksanakan puasa Ramadhan."

Salamah bin Kuhail berkata: "Dulu dikatakan bahwa bulan Sya'ban adalah bulannya para pembaca Al-Qur'an". Habib bin Abi Tsabit juga berkata ketika memasuki bulan Sya'ban: "Inilah bulannya para pembaca Al-Qur'an'. Demikian pula Amr bin Qais Al-Mula'i, jika memasuki bulan Sya'ban, ia akan menutup tokonya dan memfokuskan diri untuk membaca Al-Qur'an."

Al-Hasan bin Sahl berkata: "Sya'ban mengadu (kepada Allah): Wahai Tuhanku, Engkau menjadikanku di antara dua bulan yang agung (Rajab dan Ramadhan), lalu apa bagianku? Allah berfirman: Aku menjadikan membaca Al-Qur'an ada di dalammu'."

"Wahai orang yang telah menyia-nyiakan waktu-waktu yang mulia, menghilangkannya, dan justru mengisinya dengan amal-amal buruk, sungguh buruk apa yang telah engkau titipkan (di waktu tersebut)."

📚  Latha'iful Ma'arif, hal. 135 karya Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah



Selasa, 01 Sya'ban 1447 H ( 20-01-2026 )

Wahai Para Pencela Ta'addud ( Poligami ) Tunjukkan Burhan dan Keutamaan Kalian !

Wahai Para Pencela Ta'addud ( Poligami ) Tunjukkan Burhan dan Keutamaan Kalian ! Ketahuilah.. Poligami telah ada jauh sebelum Islam lahi...