Ahlus-Sunnah Bersyukur Atas Kematian Ahlul Ahwa' dan Orang Kafir Yang Zholim
Ahlus-Sunnah gembira jika mendengar kabar kematian orang kafir, orang munafiq ataupun ahlul ahwa' yang zholim dan memusuhi Islam. Dengan kematian orang zholim akan membuat makhluk di bumi terhenti dari kejahatannya.
ففي الصَّحيحَينِ من حَديثِ أبي قَتادَةَ الأنصاريِّ رضِيَ اللهُ عنه، أنَّ النبيَّ ﷺ قال عن موتِ أمثالِ هؤلاءِ: « والعبد الفاجر يستريح منه العباد والبلاد، والشجر والدواب ». فكيف لا يَفرَحُ المسلمُ بموتِ مَن آذَى العِبادَ وأفْسَدَ في البلاد؟!
"Dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim), dari hadits Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda mengenai kematian orang-orang semacam itu (orang fajir): 'Adapun hamba yang fajir (jahat), maka manusia, negeri, pohon, dan binatang pun beristirahat dari kejahatannya.' Maka bagaimana mungkin seorang Muslim tidak gembira dengan kematian orang yang menyakiti manusia dan berbuat kerusakan di negeri?!"
وروى عبد الرزاق عن معمر عن ابن طاووس عن أبيه: (أنه أخبر بموت الحجاج مرارًا فلما تحقق وفاته قال: (فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ).
"Dan Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Ibnu Thawus, dari ayahnya (Thawus bin Kaysan): Bahwa ia diberitahu tentang kematian Al-Hajjaj (bin Yusuf) berulang kali. Ketika ia memastikan kematiannya, ia berkata: '"Maka, orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". (QS. Al-An'am: 45).
قِيلَ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ: الرَّجُلُ يَفْرَحُ بِمَا يَنْزِلُ بِأَصْحَابِ ابْنِ أَبِي دُؤَادَ، عَلَيْهِ فِي ذَلِكَ إِثْمٌ؟، قَالَ: «وَمَنْ لَا يَفْرَحُ بِهَذَا؟» (كتاب السنة لأبي بكر بن الخلال ٥\١٢١)
"Ditanyakan kepada Abu Abdillah (imam Ahmad bin Hanbal) : 'Seseorang merasa senang dengan musibah yang menimpa pengikut Ibnu Abi Du'ad, apakah ia berdosa karenanya?' Beliau menjawab: 'Dan siapa yang tidak gembira dengan hal itu?'" (Kitab As-Sunnah karya Abu Bakar al-Khallal, 5/121)













