Penjelasan Menurut Ilmu Astronomis Gerhana Bulan Hanya Terjadi Pada Pertengahan Sinodik Ketika Umur Bulan 14,75 hari ( Tanggal 14 atau 15 )
Ringkasnya. Menurut ilmu Astronomis, gerhana Bulan itu hanya terjadi pada pertengahan sinodik yaitu ketika umur Bulan sekitar 14,75 hari. Saat fase Bulan Purnama (Full Moon), yaitu ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus (oposisi). Gerhana bisa terjadi tanggal 14 (jika umur Bulan ketika awal bisa dirukyat antara 1-2 hari atau diatas 24 jam). Gerhana Bulan bisa terjadi tanggal 15 (jika umur Bulan awal bisa dirukyat antara 12-24 jam). Karena penanggalan itu hasil pembulatan sehingga istilah "umur Bulan" itu beda dengan tanggal.
Berikut adalah poin kunci yang memperjelas :
🔸Siklus Sinodik
Rata-rata panjangnya adalah 29,53 hari dengan titik tengahnya (Purnama) sekitar 14,75 hari.
🔸 Oposisi Astronomis
Gerhana hanya terjadi saat fase Bulan Purnama, yaitu ketika Bulan berada di titik oposisi (180° dari Matahari). Secara matematis, ini selalu terjadi di titik tengah siklus sinodik (29,53 hari ÷ 2 = 14,76 hari).
🔸 Definisi "Umur Bulan"
Umur Bulan dihitung sejak momen konjungsi (ijtimak/ijtima') atau sering disebut Fase Bulan Baru (New Moon). Adapun kalender Hijriah dimulai sejak Maghrib (setelah hilal terlihat), sehingga biasanya ada selisih waktu antara detik kelahiran Bulan secara astronomis dengan dimulainya Tanggal 1.
🔸 Penyebab Variasi Tanggal (14 atau 15):
⚪ Jika durasi antara konjungsi ke Maghrib (saat penentuan tanggal 1) sudah lama atau hilal terlihat ketika umur Bulan antara 1-2 hari, maka "tabungan" umur Bulan sudah besar, sehingga fase purnama bisa tercapai pada tanggal 14. Tapi sebenarnya pada tanggal 14 tersebut umur Bulan sudah lebih dari 14 hari 12 jam.
⚪ Jika durasi antara konjungsi ke Maghrib sangat singkat atau hilal terlihat ketika umur Bulan baru 13-23 jam, maka purnama baru akan tercapai pada tanggal 15. Tapi sebenarnya umur Bulan pada tanggal 15 tersebut belum genap 15 hari (masih kurang beberapa jam), karena tanggal 1 dimulai ketika umur Bulan kurang dari 1 hari atau sekitar 12-23 jam.
Jadi, gerhana Bulan selalu terjadi pada umur astronomis yang sama (~14,75 hari), namun angka tanggalnya bisa berbeda tergantung kapan kita mulai menghitung hari pertama. Perbedaan antara umur astronomis (durasi sejak konjungsi) dan tanggal kalender (pembulatan hari) inilah yang sering membuat masyarakat awam bingung mengapa gerhana tidak selalu jatuh pada tanggal 15.
Kesimpulan Inti:
• Umur Astronomis: Mutlak (diukur dari detik konjungsi).
• Tanggal Kalender: Relatif (diukur dari Maghrib saat hilal teramati/ditetapkan).
Gerhana Bulan selalu terjadi di tengah siklus, namun angka tanggalnya hanyalah masalah "kapan kita mulai menghitung hari pertama" dibandingkan dengan detik kelahiran bulan yang sebenarnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar