Senin, 31 Maret 2025

Hukum Tafarruq Dan Enggan Mengerjakan Sholat Jum'at & 'Id Di Belakang Al-Umara'


 

Hukum Tafarruq Dan Enggan Mengerjakan Sholat Jum'at & 'Id Di Belakang Al-Umara'


🔸 Nabi dan para Salafush-Sholih memerintahkan kaum muslimin untuk mengerjakan sholat Jum'at dan sholat 'Id di belakang umaro' (para amir/pemimpin yang sah). Hukum asal perintah itu wajib, kecuali ada dalil yang memalingkannya. Jadi tidak mengadakan sendiri-sendiri.

🔸 Tafarruq dalam perkara sholat Jum'at dan sholat 'Id itu termasuk seburuk-buruk perkara bid'ah dholalah yang tiada dalil dan tiada Salafnya. Serta termasuk syi'ar orang-orang khowarij dan mu'tazilah yang membolehkan tidak taat dalam perkara ma'ruf.

🔸 Hal itu menyelisihi Ushul As-Sunnah dan Aqidah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah. Sehingga bisa menjadikan pelakunya keluar dari Ahlus-Sunnah ataupun dihukumi sebagai mubtadi' apabila telah iqomatul hujjah.

🔸 Orang yang enggan sholat Jum'at dan 'Id di belakang umaro' itu bisa lebih buruk daripada orang yang sholat di belakang umaro' kemudian mengulangi sholatnya. Apalagi jika tanpa dalil merasa diri perbuatan mereka itu lebih utama daripada mengerjakan sholat di belakang umaro' (para amir/penguasa).

🔸 Jika diperintahkan sholat di belakang umaro' saja mereka enggan, apa ada ketaatan kepada amir yang lebih wajib untuk ditaati melebihi sholat di belakang al-umaro'.?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rosul (Nya), & ulil amri di antara kamu." (QS. An-Nisa': 59).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...