Kedua Orang Tua Nabi ﷺ Di Surga Ataukah Di Neraka ?
Para ulama berbeda pendapat menyikapi pertentangan dalil. Ada 3 pendapat :
🔸 Pertama, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi ﷺ termasuk penghuni neraka (HR. Muslim). Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim menjelaskan :
قوله ( أن رجلا قال يا رسول الله أين أبي قال في النار فلما قفى دعاه فقال إن أبي وأباك في النار ) فيه أن من مات على الكفر فهو في النار ولا تنفعه قرابة المقربين وفيه أن من مات في الفترة على ما كانت عليه العرب من عبادة الأوثان فهو من أهل النار وليس هذا مؤاخذة قبل بلوغ الدعوة فان هؤلاء كانت قد بلغتهم دعوة ابراهيم وغيره من الأنبياء صلوات الله تعالى وسلامه عليهم وقوله صلى الله عليه و سلم أن أبي وأباك في النار هو من حسن العشرة للتسلية بالاشتراك في المصيبة ومعنى قوله صلى الله عليه و سلم قفي ولى قفاه منصرفا
Imam Al-Suhaili mengomentari bahwa Imam Al-Nawawi tidak berpendapat secara khusus bahwa orang tua Nabi ﷺ meninggal dalam keadaan kafir.
🔸 Kedua, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi ﷺ termasuk penghuni surga. Sebagaimana pendapat imam Suyuthi dalam beberapa kitabnya,
🔸 Ketiga, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi ﷺ termasuk ahlul-fatrah. Jika lulus ujian, maka akan masuk surga. Jika gagal, maka akan masuk neraka. Pendapat ini disebutkan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah Wa Al-Nihayah memilih menyatakan mungkin saja orang tua Nabi termasuk golongan yang gagal ujian dari Allah.
Catatan :
🔸 Adanya klaim ijma' terkait orang tua Nabi di Neraka, keabsahannya diperselisihkan.
🔸 Dalam tradisi bahasa Arab dan budaya Islam, paman (terutama paman dari pihak ayah) bisa dipanggil atau disamakan kedudukannya dengan "bapak" atau "ayah" (أَبٌ - abun). Hal ini didukung dalil dari Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah 133) dan Hadits, serta praktik sosial di masa Nabi Muhammad.
🔸 Orang yang mati dalam keadaan kafir, maka masuk Neraka. Sedang ahlu-fatrah akan diuji Allah di Akhirat.
🔸Jika tiada mashlahat, maka lebih baik tidak usah membahas dan memperdebatkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar