Waspada dan Jauhi Debat Dengan Ahlul-Bid'ah Yang Mengatakan Al-Qur'an Makhluq
🔸 Setelah munculnya penyimpangan Jahmiyyah yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, muncul lagi bid’ah yang baru, yaitu bid’ah "Lafdziyyah" dan bid’ah "Al-Waaqifah".
🔸 Bid’ah lafdziyyah adalah perkataan yang dipopulerkan oleh pengikut Jahmiyyah,
لَفْظِي بِالْقُرْآنِ مَخْلُوقٌ
“Lafadzku terhadap Al-Qur’an adalah makhluq.”
Sedangkan bid’ah al-waaqifah adalah perkataan mereka,
لَا أَدْرِي مَخْلُوق أَو لَيْسَ بمخلوق
“Aku tidak mengetahui (tawaqquf atau abstain), apakah Al-Qur’an itu makhluq atau bukan makhluq.”
🔸 Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata dalam Al-Ushuul As-Sunnah,
وَإِيَّاك ومناظرة من أحدث فِيهِ وَمن قَالَ بِاللَّفْظِ وَغَيره وَمن وقف فِيهِ فَقَالَ لَا أَدْرِي مَخْلُوق أَو لَيْسَ بمخلوق وَإِنَّمَا هُوَ كَلَام الله فَهَذَا صَاحب بِدعَة مثل من قَالَ هُوَ مَخْلُوق وَإِنَّمَا هُوَ كَلَام الله لَيْسَ بمخلوق. (كتاب أصول السنة لأحمد بن حنبل)
“Waspada (jauhilah) berdebat dengan orang yang mengada-ada dalam masalah ini (yaitu, yang berkata kalau Al-Qur’an itu makhluq, pen.) dan dengan orang-orang lafdziyyah atau yang lainnya, atau dengan orang yang tawaquf dalam masalah ini, yaitu yang berkata, “Aku tidak mengetahui apakah Al-Qur’an itu makhluq atau bukan makhluq, akan tetapi yang jelas Al-Qur’an itu kalamullah.” Orang seperti ini adalah ahlul bid’ah, semisal dengan orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluq. (Keyakinan ahlus sunnah adalah) Al-Qur’an itu kalamullah dan bukan makhluq.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar