Berbuat Baik Hanya Berharap Wajah Allah, Tanpa Minta Balasan dari Makhluq
"وَالْمُحْسِنُ إلَيْهِمْ وَإِلَى غَيْرِهِمْ عَلَيْهِ أَنْ يَبْتَغِيَ بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ وَلَا يَطْلُبَ مِنْ مَخْلُوقٍ لَا فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآخِرَةِ. كَمَا قَالَ تَعَالَى: {وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى} {الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى} {وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى} {إلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى} {وَلَسَوْفَ يَرْضَى} وَقَالَ: {وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا} {إنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ} الْآيَةَ. وَمَنْ طَلَبَ مِنْ الْفُقَرَاءِ الدُّعَاءَ أَوْ الثَّنَاءَ خَرَجَ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ؛"
من كتاب:t مجموع الفتاوى ١١\١١١
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
"Dan orang yang berbuat baik kepada mereka (kaum fuqoro') maupun kepada selain mereka, hendaknya ia mengharapkan Wajah (keridhaan) Allah semata dengan perbuatannya itu, serta tidak meminta balasan dari makhluk, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana kalam Allah Ta'ala:
{Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya, padahal tidak ada seorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalas, kecuali (ia memberikannya) semata-mata karena mencari Wajah Rabb-nya Yang Mahatinggi. Dan niscaya kelak dia akan merasa puas (dengan imbalan-Nya)} [QS. Al-Lail: 17-21].
Dan Dia berkalam: {Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. (Sambil berkata), 'Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan Wajah (ridha) Allah...'} [QS. Al-Insan: 8-9].
Maka barangsiapa yang meminta doa atau pujian dari orang-orang faqir (setelah membantunya), maka ia telah keluar dari (keutamaan) ayat ini."
📚 Dari kitab: Majmu' Al-Fatawa, jilid 11, halaman 111


Tidak ada komentar:
Posting Komentar