Jumat, 09 Januari 2026

Larangan Bermajelis Dengan Ahlul-Bathil Ataupun Ahlul-Ahwa'





Larangan Bermajelis Dengan Ahlul-Bathil Ataupun Ahlul-Ahwa'


وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ ۝١٤٠

"Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam," (QS. An-Nisa' : 140)

Imam Ath-Thabari rahimahullah dalam kitab tafsirnya berkata :

وفي هذه الآية، الدلالة الواضحة على النهي عن مجالسة أهل الباطل من كل نوع، من المبتدعة والفسَقة، عند خوضهم في باطلهم.

"Ayat ini mengandung dalil (petunjuk) yang jelas tentang larangan duduk bersama (bermajelis) dengan para pelaku kebatilan dari segala jenis, baik ahli bid'ah maupun orang-orang fasiq, ketika mereka sedang tenggelam dalam kebatilan mereka."

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «لَا تُجَالِسُوا أَصْحَابَ الْأَهْوَاءِ , فَإِنَّ مُجَالَسَتَهُمْ مُمْرِضَةٌ لِلْقُلُوبِ» (كتاب الإبانة الكبرى ج ٢ ص ٥٢١ - ابن بطة)

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata
"Janganlah kalian duduk bersama pengikut hawa nafsu, karena sesungguhnya duduk bersama mereka itu membuat hati menjadi sakit.". (lihat kitab Ibanah al-Kubra karya Ibnu Baththah)

عَنْ هِشَامٍ , قَالَ: كَانَ الْحَسَنُ وَمُحَمَّدٌ يَقُولَانِ: لَا تُجَالِسُوا أَصْحَابَ الْأَهْوَاءِ , وَلَا تُجَادِلُوهُمْ , وَلَا تَسْمَعُوا مِنْهُمْ (كتاب الإبانة الكبرى ج ٢ ص ٤٤٤ - ابن بطة)

"Dari Hisyam, ia berkata: Al-Hasan (Al-Bashri) dan Muhammad (bin Sirin) sering berkata: 'Janganlah kalian duduk (bermajelis) dengan pengikut hawa nafsu (ahli bid'ah), jangan mendebat mereka, dan jangan pula mendengarkan ucapan mereka'." (lihat kitab Al-Ibanah al-Kubra, Ibnu Baththah Al-Ukbari,  juz 2 halaman 444)

عَنْ أَبِي قِلَابَةَ , قَالَ: «لَا تُجَالِسُوا أَهْلَ الْأَهْوَاءِ , وَلَا تُجَادِلُوهُمْ , فَإِنِّي لَا آمَنُ مِنْ أَنْ يَغْمِسُوكُمْ فِي ضَلَالَتِهِمْ , أَوْ يُلَبِّسُوا عَلَيْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْرِفُونَ» قَالَ: وَكَانَ وَاللَّهِ مِنَ الْفُقَهَاءِ ذَوِي الْأَلْبَابِ
(كتاب الإبانة الكبرى ج ٢ ص ٥١٨ - ابن بطة)

"Dari Abu Qilabah, beliau berkata: 'Janganlah kalian duduk bersama pengikut hawa nafsu (ahli bid'ah) dan janganlah mendebat mereka. Karena sesungguhnya aku tidak merasa aman (khawatir) mereka akan menenggelamkan kalian ke dalam kesesatan mereka, أو mengaburkan (membuat rancu) kebenaran yang telah kalian ketahui.'
Perawi berkata: 'Demi Allah, beliau (Abu Qilabah) adalah termasuk ahli fikih yang memiliki akal cerdas (bijak).’"
(Kitab Al-Ibanah Al-Kubra, jilid 2, halaman 518, karya Ibnu Baththah)

٤٩٥ - حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو نَصْرٍ عِصْمَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا حَنْبَلُ بْنُ إِسْحَاقَ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ , يَقُولُ: «أَهْلُ الْبِدَعِ مَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يُجَالِسَهُمْ , وَلَا يُخَالِطَهُمْ , وَلَا يَأْنَسَ بِهِمْ»
(كتاب الإبانة الكبرى ج ٢ ص ٤٧٥ - ابن بطة)

"495 - Telah menceritakan kepada kami Abu Hafsh 'Umar bin Ahmad, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Nashr 'Ishmah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hanbal bin Ishaq, ia berkata: Aku mendengar Abu Abdullah (Imam Ahmad bin Hanbal) berkata:  'Ahli bid'ah itu tidak sepatutnya bagi siapa pun untuk duduk bersama mereka, tidak pula bercampur baur (bergaul) dengan mereka, dan tidak pula merasa nyaman (akrab) dengan mereka.'"
(Kitab Al-Ibanah Al-Kubra, jilid 2, halaman 475, karya Ibnu Baththah)

Catatan :
Kitab Al-Ibanah Al-Kubro yang beredar dicetak menjadi 2 jilid sampai 9 jilid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...