Sabtu, 07 Desember 2024

Ingin Mengikuti Bapakmu Adam dengan Taubat Atau Mengikuti Musuhmu Iblis




Ingin Mengikuti Bapakmu Adam dengan Taubat Atau Mengikuti Musuhmu Iblis ?


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله  : "وَقَدْ ذَكَرَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ لَمَّا فَعَلَ مَا فَعَلَ قَالَ {رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ} وَعَنْ إبْلِيسَ أَنَّهُ قَالَ {بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ} فَمَنْ تَابَ أَشْبَهَ أَبَاهُ آدَمَ وَمَنْ أَصَرَّ وَاحْتَجَّ بِالْقَدَرِ أَشْبَهَ إبْلِيسَ."
📚  من كتاب: مجموع الفتاوى ٨\١٠٧-١٠٨

✍🏼  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
"Allah Ta'ala telah menyebutkan tentang Adam 'alaihis-salam bahwa ketika dirinya melakukan apa yang dia lakukan, dirinya berkata :

﴿.... رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ﴾
( الأعراف :23)

"...  Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf : 23). Dan tentang Iblis, dia berkata

﴿.... رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ﴾ ( الحجر :٣٩ 

".... Robbiy, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya," (QS. Al-Hijr : 39)
Siapa pun yang bertaubat, maka ia serupa dengan bapaknya, Adam. Namun, barang siapa justru terus-menerus dalam dosa dan berdalih dengan taqdir, berarti ia serupa dengan Iblis.”
📚  lihat Majmu’ Al-Fatawa, 8/107-108
 

Jumat, 06 Desember 2024

Tidak Ada Kebaikan Pada Sifat Jujur Jika Tidak Disertai Sifat Wafa' (Setia)



Tidak Ada Kebaikan Pada Sifat Jujur Jika Tidak Disertai Sifat Wafa' (Setia)


قال أبو حاتم رضي الله عنه : ".... لأنه لا خير في الصِّدق إلا مع الوفاء، كما لا خير في الفقه إلا مع الورع، كما لا خير في الفقه إلا مع الورع، وإنَّ من أخرق الخرق التماس المرء الإخوان بغير وفاء، وطلب الأجر بالرياء، ولا شيء أضيع من مَوَدَّة تُمنح من لا وفاء له، ...."
( روضة العقلاء لابن حبان ٨٩ )

✍🏼  Abu Hatim rodhiyaallahu 'anhu berkata : ".... Karena tidak ada kebaikan pada sifat jujur jika tidak disertai sifat wafa' (setia). Sebagaimana tidak ada kebaikan pada fiqih bila tidak disertai oleh sifat wara’.
Dan kebodohan yang paling bodoh adalah seseorang mencari teman tapi ia tidak bersikap wafa', dan mencari pahala tapi dengan cara riya', dan tidak ada sesuatu yang paling sia-sia dari memberikan cinta kepada orang yang tidak memiliki sifat wafa', ....” (lihat (Roudhotul ‘Uqola hal. 89)

     Semakin jujur seseorang, insya Allah umumnya sifat wafa' (setia) yang dimilikinya akan semakin baik dan besar pula.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين


 

Minggu, 01 Desember 2024

Janganlah Bersedih.. Setiap Taqdir Allah Terdapat Hikmah Agung Dan Sempurna


 

Janganlah Bersedih.. Setiap Taqdir Allah Terdapat Hikmah Agung Dan Sempurna


Tak perlu engkau bersedih dengan perginya orang yang engkau sayangi dari kehidupanmu..

Karena terkadang kepergian mereka itu bentuk rahmat dan kasih sayang Allah kepadamu..

Sehingga janganlah engkau berprasangka buruk kepada Allah..

Yaqinlah setiap Taqdir Allah terdapat Hikmah yang Agung Dan Sempurna..

Seiring dengan berjalannya waktu, engkau akan mengetahui hikmahnya..

Tersingkaplah, bahwa beberapa orang ditaqdirkan pergi agar membuat hidupmu jauh lebih baik tanpa kehadiran mereka.


Jangan Larut Dalam Kesedihan


 


Jangan Larut Dalam Kesedihan


     Nabi berdo’a,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia..” (HR. Al-Bukhari)

     Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

”والمقصود أن النبي ﷺ جعل الحزن مما يستعاذ منه ، وذلك لأن الحزن يُضعف القلب ، ويُوهن العزم ، ويضر الإرادة ، و لا شيء أحبّ إلى الشيطان من حزن المؤمن، قال تعالى { إنما النجوى من الشيطان ليحزن الذين آمنوا ... } (المجادلة: 10)”.

“Nabi  berlindung dari kesedihan karena kesedihan melemahkan hati, melemahkan semangat, dan membahayakan keinginan. Dan tidak ada sesuatu yang paling disukai oleh syaithan dari membuat sedih seorang mukmin. Allah berfirman, “Sesungguhnya najwa (berbisik-bisik tersebut) berasal dari syaithan agar membuat sedih kaum mukminin ....” (QS. Al-Mujadilah : 10)
📖  lihat Thoriqul Hijrotain 2/607

Kesedihan Itu Tiada Mashlahat Bagi Hati


 


Kesedihan Itu Tiada Mashlahat Bagi Hati


𝗜𝗯𝗻𝘂𝗹 𝗤𝗮𝘆𝘆𝗶𝗺 𝗥𝗮𝗵𝗶𝗺𝗮𝗵𝘂𝗹𝗹𝗮̄𝗵𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝘁𝗮 :

الحزن لا مصلحة فيه للقلب وأحب شيء إلى الشيطان وهو ليس بمطلوب ولا مقصود ولا فيه فائدة، وقد استعاذ منه النبي صلى الله عليه وسلم فقال (اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن).

"𝗞𝗲𝘀𝗲𝗱𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗵𝗮𝘁𝗶, 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸𝗻𝘆𝗮, 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗱𝗶𝘀𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝘀𝘆𝗮𝗶𝘁𝗵𝗮̄𝗻. 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝘂𝗹𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸𝗶𝗻𝘆𝗮, 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗺𝗮𝗻𝗳𝗮𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮.

𝗦𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝗡𝗮𝗯𝗶 ﷺ 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮, 𝗯𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗼𝗮,

اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن

'𝗬𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵, 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮-𝗠𝘂 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝘂𝗻𝗱𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗱𝗶𝗵𝗮𝗻.'

📚  𝗠𝗮𝗱𝗮̄𝗿𝗶𝗷𝘂𝘀 𝗦𝗮̄𝗹𝗶𝗸𝗶̄𝗻, 𝟭/𝟱𝟬𝟭

Sabtu, 30 November 2024

Jangan Jadikan "Ahlus Sunnah" Seperti Label Barang Dagangan


 

Jangan Jadikan "Ahlus Sunnah" Seperti Label Barang Dagangan

     Dalam Syarhus-Sunnah (hal 132) Imam Al Barbahari Rahimahullahu berkata :

• 158. Tidak boleh seorang muslim berkata: "Si Fulan seorang Ahlus-Sunnah" hingga benar-benar melihat bahwa orang tersebut telah menunjukkan karakter (yang menunjukkan ciri-ciri) Ahlus-Sunnah dan tidak boleh seorang dikatakan Shahibus Sunnah hingga benar-benar semua (ushul) As-Sunnah telah lengkap menghiasi dirinya.
• 159. Abdullah bin Mubarak berkata: "Akar kebid'ahan ada empat firqah kemudian berakar menjadi tujuh puluh dua cabang bid'ah. Adapun akar bid'ah yang empat, Qadariyah, Murji'ah, Syi'ah dan Khawarij." (Dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam " Al Ibanah Al Kubra" (278).)


"As-Sunnah Dan Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah" Dari Kitab Syarhus-Sunnah


 



"As-Sunnah Dan Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah" Dari Kitab Syarhus-Sunnah


"Alhamdulillah.. Dialah Dzat yang telah memberi hidayah dan karunia Islam kepada kita semua serta menjadikan kita sebagai umat yang terbaik. Kami memohon taufik untuk meraih kecintaan dan keridhaan الله serta terpelihara dari murka dan kebenciaan-Nya.

1.  Ketahuilah sesungguhnya Islam adalah As-Sunnah dan As-Sunnah adalah Islam dan masing-masing tidak bisa dipisahkan.

2.  Termasuk bagian dari As-Sunnah adalah tetap di atas Al-Jama'ah, barangsiapa condong kepada selain Al-Jama'ah dan menyelisihinya maka ia telah melepas tali Islam dari pundaknya dan telah tersesat dan menyesatkan.

3.  Landasan dan tolok ukur Al-Jama'ah adalah para Shahabat Nabi Muhammad semoga الله merahmati mereka semua, mereka adalah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah, barangsiapa yang tidak mengambil kebenaran dari mereka maka ia telah memilih jalan kesesatan dan kebid'ahan. Setiap yang bid'ah adalah sesat dan setiap pelaku kesesatan terancam menjadi penghuni Neraka.

4.  Umar bin Khaththab Radhiyallahu’anhu berkata : "Allah Ta'ala tidak menerima udzur bagi seorangpun  yang berbuat kesesatan yang dia anggap petunjuk."Begitu juga الله tidak menerima udzur seorang pun yang meninggalkan petunjuk yang ia anggap sebagai kesesatan karena semua perkara telah dijelaskan secara tuntas dan hujjah telah ditegakkan secara sempurna sehingga tidak ada celah bagi siapapun untuk mencari-cari alasan. As-Sunnah dan Al-Jama'ah telah meletakkan kerangka agama secara sempurna dan telah tampak jelas kepada seluruh manusia dan manusia hanya tinggal mengikutinya."

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...