Kamis, 05 Juni 2025

Keutamaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah Terutama Hari 'Arafah 9 Dzulhijjah


 

Keutamaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah Terutama Hari 'Arafah 9 Dzulhijjah


عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ (رواه أحمد وأبو داود).

🔸 Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi mengatakan, Rasulullah biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan  …” (HR. Abu Daud dan Ahmad. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

🔸 Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menyebutkan bahwa di antara shahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. (Lihat Latho-if Al Ma’arif)

🔸 Puasa hari 'Arafah bisa menghapuskan dosa dua tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Qatâdah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Rabu, 04 Juni 2025

Allah Itu Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Sempurna, Serta Berbeda Dengan Makhluq

 




Allah Itu Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Sempurna, Serta Berbeda Dengan Makhluq

🔸 Dalilnya sangat banyak dan lebih dari ribuan, di antaranya Allah berkalam dalam QS. Al-Fatihah, QS. Al-Ikhlash, QS. Al-Hasyr : 23, QS. Al-Baqarah 255, dan QS. Al-A'la.

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ۝٢٣ ( الحشر : ٢٣ )

.... لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١١ ( الشورى : ١١ )

🔸 Jika Allah itu Al-Ahad, Ash-Shomad, Al-A'la kemudian Al-Uluw ataupun istawa di atas Arsy, maka itu bukan menunjukkan kekurangan melainkan justru menunjukkan Keagungan (Al-'Azhim), dan kemahasempurnaan (Asmaul Husna) ataupun Asma Wa Shifat Allah. Demikian juga jika Allah tidak pernah mati, tidak punya isteri dan anak, tidak bodoh, tidak tidur, tidak letih, tidak mungkin menjelma menjadi manusia (makhluq), tidak berada di mana-mana (termasuk di tempat pembuangan kotoran manusia dan tempat najis) maka itu semua bukan menunjukkan ketidakmampuan ataupun ketidakmahakuasa, tapi justru menunjukkan Keagungan dan Kemahasempurnaan Allah.

🔸 Ketika seorang hamba mengerjakan sholat membaca Al-Fatihah, rukuk membaca سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ “SUBHANAA ROBBIYAL ‘AZHIM (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung).” (HR. Muslim, no. 772) dan sujud membaca سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى "SUBHANAA ROBBIYAL A’LAA" (Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi). (HR. Muslim, no. 772 dan Abu Daud, no. 871) maka itu semua di antara bentuk pengakuan dan persaksian seorang hamba.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.




Minggu, 01 Juni 2025

Kenapa Banyak Insan Yang Menolak & Meragukan Sifat Allah Yang Ditetapkan-Nya ?


 


Kenapa Banyak Insan Yang Menolak & Meragukan Sifat Allah Yang Ditetapkan-Nya ?

Jika Makhluq Saja Tidak Mustahil Mampu Seperti Ini..

👑 Jika ada seorang "raja manusia" atau "raja jin" yang istawa di atas singgasananya. Sang raja punya 7 keping uang logam berbentuk "qurshoh" berada di bawahnya. Maka tidak mustahil :

1⃣ Posisi raja selalu berada di atas 7 keping uang tsb.
2⃣ Sang raja mampu menguasai, mengawasi ataupun mengatur 7 keping uang tersebut.
3⃣ Raja bisa dikatakan sangat dekat (bersama) dengan 7 keping uang, walau raja berada di atas singgasana. Dan tidak boleh dikatakan sang raja berada dimana-mana.
4⃣ Raja mampu turun mendekati kepingan uang tanpa harus turun dari singgasananya sesuai kehendaknya
5⃣ Raja terpisah dengan 7 keping uang, walau posisi raja sangat dekat dengan kepingan tersebut.
6️⃣ Raja mampu menginjak salah satu kepingan dengan kakinya tanpa turun dari singgasana dan tanpa bermadhorot terhadap dirinya.
7️⃣ Dan sebagainya.

Sedangkan Allah Tidaklah Sama Dengan Makhluq

.. لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١١

 ".... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Asy-Syura : 11)


Allah Istawa Di Atas 'Arsy Jangan Dipahami Allah Membutuhkan Tempat & Makhluq



Allah Istawa Di Atas 'Arsy Jangan Dipahami Allah Membutuhkan Tempat & Makhluq


🔸 Allah berada di atas seluruh makhluq dan istawa di atas Arsy. Istawa Allah tidak sama dengan istawa makhluq. Allah berkalam :

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى ۝٥

"(yaitu) Ar-Rahman, yang ber-istawa di atas ‘Arsy." (QS. Thaha : 5)

🔸 Allah telah ada sebelum ada tempat ataupun sebelum ada makhluq. Allah Ta'ala berkalam :

هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۝٣

"Dialah Al-Awwal, Al-Akhir, Al-Zhahir dan Al-Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Hadid : 3)

🔸 Allah tidak membutuhkan tempat, Arsy ataupun makhluq. Tapi sebaliknya semua makhluq membutuhkan Allah. Al Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan QS. Al-Ikhlas ayat 2 :

وَقَوْلُهُ: ﴿اللَّهُ الصَّمَدُ﴾ قَالَ عِكْرِمَةُ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: يَعْنِي الَّذِي يَصْمُدُ الْخَلَائِقُ إِلَيْهِ فِي حَوَائِجِهِمْ وَمَسَائِلِهِمْ.

"Allah adalah Ash-Shomad." Ikrimah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah yang bergantung kepada-Nya semua makhluk dalam kebutuhan dan sarana mereka.

🔸 Allah berbeda dengan makhluq (termasuk istawa Allah). Allah berkalam :

.... لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١١

 ".... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Asy-Syura : 11)

🔸 Jika seluruh makhluk memerlukan ruang dan tempat, maka mustahil Allah membutuhkan tempat karena Allah beda dengan makhluq dan tidak membutuhkan makhluq.


 

Jumat, 30 Mei 2025

Tafsir Ibnu Katsir Terkait QS. An-Najm : 39




Tafsir Ibnu Katsir Terkait QS. An-Najm : 39
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ ۝٣٩


﴿وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى﴾ أَيْ: كَمَا لَا يُحْمَلُ عَلَيْهِ وِزْرُ غَيْرِهِ، كَذَلِكَ لَا يُحَصِّلُ مِنَ الْأَجْرِ إلا ما كسب هو لنفسه. ومن وهذه الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ اسْتَنْبَطَ الشَّافِعِيُّ، رَحِمَهُ اللَّهُ، وَمَنِ اتَّبَعَهُ أَنَّ الْقِرَاءَةَ لَا يَصِلُ إِهْدَاءُ ثَوَابِهَا إِلَى الْمَوْتَى؛ لِأَنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَمَلِهِمْ وَلَا كَسْبِهِمْ؛ وَلِهَذَا لَمْ يَنْدُبْ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أُمَّتَهُ وَلَا حَثَّهُمْ عَلَيْهِ، وَلَا أَرْشَدَهُمْ إِلَيْهِ بِنَصٍّ وَلَا إِيمَاءٍ، وَلَمْ يُنْقَلْ ذَلِكَ عَنْ أَحَدٍ مِنَ الصَّحَابَةِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، وَلَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُونَا إِلَيْهِ، وَبَابُ الْقُرُبَاتِ يُقْتَصَرُ فِيهِ عَلَى النُّصُوصِ، وَلَا يُتَصَرَّفُ فِيهِ بِأَنْوَاعِ الْأَقْيِسَةِ وَالْآرَاءِ، فَأَمَّا الدُّعَاءُ وَالصَّدَقَةُ فَذَاكَ مُجْمَعٌ عَلَى وُصُولِهِمَا، وَمَنْصُوصٌ مِنَ الشَّارِعِ عَلَيْهِمَا.
وَأَمَّا الْحَدِيثِ الَّذِي رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم: "إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: مِنْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ، أَوْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ مِنْ بَعْدِهِ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ"(٧) ، فَهَذِهِ الثَّلَاثَةُ فِي الْحَقِيقَةِ هِيَ مِنْ سَعْيِهِ وَكَدِّهِ وَعَمَلِهِ، كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ: "إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ"(٨) .
📚 تفسير ابن كثير

🔸 Salah seorang ulama madzhab Asy-Syafi’i, Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
"Mengenai kalam Allah Ta’ala, { وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى } Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”, Yaitu sebagaimana tidak dibebankan kepadanya dosa orang lain, maka demikian pula dia tidak memperoleh pahala kecuali dari apa yang diupayakan oleh dirinya sendiri.
Dari ayat ini imam Asy-Syafi’i dan para pengikutnya berpendapat bahwa bacaan Al-Qur’an tidak sampai pahalanya pada mayit karena bacaan tersebut bukan amalan si mayit dan bukan usahanya. Oleh karena itu, Rasulullah tidak menganjurkan umatnya dan tidak memotivasi mereka untuk melakukan hal tersebut. Tidak ada nash (dalil) dan tidak ada bukti otentik yang memuat anjuran tersebut. Begitu pula tidak ada seorang Shahabat Nabi -radhiyallahu ‘anhum- pun yang menukilkan ajaran tersebut pada kita. "Law kaana khoiron la-sabaquna ilaih" (Jika amalan tersebut baik, tentu para Shahabat lebih dahulu melakukannya). Dalam masalah qurobat (amal taqorrub) hanya terbatas pada nash-nash syari'at, tidak bisa dipakai analogi dan qiyas. Akan tetapi berkenaan dengan do’a dan shadaqah, maka para ulama sepakat akan sampainya (bermanfaatnya) amalan tersebut dan didukung pula dengan nash dari syariat yang menyatakannya.
Adapun mengenai hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab shahihnya, dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Rasulullah telah bersabda:
"Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu anak saleh yang mendoakannya, atau shadaqah jariyah sesudah kepergiannya atau ilmu yang bermanfaat." Ketiga macam amal ini pada hakikatnya dari hasil jerih payah yang bersangkutan dan merupakan buah dari kerjanya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:
"Sesungguhnya sesuatu yang paling baik yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil upayanya dan sesungguhnya anaknya merupakan hasil dari upayanya."
📚 Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir.


Menghadiahkan Amal Sholih Untuk Orang Mati, Apa Pahalanya Sampai ?

 


Menghadiahkan Amal Sholih Untuk Orang Mati, Apa Pahalanya Sampai ?

🔸 Para ulama berbeda pendapat terkait dengan menghadiahkan amal shalih kepada orang yang sudah mati, apakah sampai pahalanya? Ada dua pendapat,
1⃣ Pendapat pertama, bahwa semua amal shalih yang dihadiahkan kepada mayat akan sampai kepadanya, di antaranya bacaan Al-Qur’an, puasa, shadaqah, shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Sebagaimana pendapat yang masyhur dari madzhab Hanafi, madzhab Ahmad dan juga Ibnu Taimiyyah Al-Hanbali.
2⃣ Pendapat kedua, bahwa tidak sampai amal shalih apapun kepada mayat kecuali ada dalil bahwa amal itu sampai ke mayat. Sebagaimana yang masyhur pendapat madzhab Malik dan madzhab Asy-Syafi'i. Dalam kitab al-Adzkar imam an-Nawawi (w. 676 H), mengatakan bahwa yang masyhur dari madzhab Asy-Syafi’i adalah pahala tidak sampai.

فالمشهور من مذهب الشافعي وجماعة أنه لا يصل

Dalilnya adalah kalam Allah :

 وَأَنْ لَيْسَ لِلإِنْسَانِ إِلا مَا سَعَى  (سورة النجم: 39)

“Dan tidak ada (pahala) bagi manusia kecuali apa yang diusahakannya,” (QS. An-Najm: 39).
Telah wafat paman Nabi Hamzah radhiallahu anhu, istri beliau Khadijah dan tiga putri beliau. Tidak ada riwayat bahwa Nabi membacakan Al-Qur’an, puasa, dzikir atau shalat untuk mereka.

🔸 Andai pendapat yang benar itu pendapat pertama, maka hendaknya perkara tersebut janga dijadikan kebiasaan dengan menetapkan hari tertentu ataupun tata cara tertentu kemudian dijadikan sebuah syi'ar. Karena perkara yang hukum asalnya disyari'atkan pun bisa menjadi perkara bid'ah.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين


Rabu, 28 Mei 2025

1 Dzulhijjah 1446 H Bertepatan Rabu, 28 Mei 2025 M




1 Dzulhijjah 1446 H Bertepatan Rabu, 28 Mei 2025 M


Alhamdulillah.. Berdasarkan hasil ru'yatul hilal 1 Dzulhijjah 1446 H insya Allah bisa serempak bertepatan hari Rabu, 28 Mei 2025 M.

Hilal dilaporkan terlihat di Sabang, Banda Aceh dll.

Hari Arafah 9 Dzulhijjah 1446 H bertepatan hari Kamis, 5 Juni 2025 dan 'Idul Adha 10 Dzulhijjah 1446 H bertepatan hari Jum'at, 6 Juni 2025.

Info tambahan :





Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...