Selasa, 25 November 2025

Jika Engkau Mencintai Allah Rabbul 'Alamin, Maka Ikutilah Nabi Muhammad ﷺ








 Jika Engkau Mencintai Allah Rabbul 'Alamin, Maka Ikutilah Nabi Muhammad ﷺ



قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣١ ( آل عمران : ٣١ )

هَذِهِ الْآيَةُ الْكَرِيمَةُ حَاكِمَةٌ عَلَى كُلِّ مَنِ ادَّعَى مَحَبَّةَ اللَّهِ، وَلَيْسَ هُوَ عَلَى الطَّرِيقَةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ فَإِنَّهُ كَاذِبٌ فِي دَعْوَاهُ فِي نَفْسِ الْأَمْرِ، حَتَّى يَتَّبِعَ الشَّرْعَ الْمُحَمَّدِيَّ وَالدِّينَ النَّبَوِيَّ فِي جَمِيعِ أَقْوَالِهِ وَأَحْوَالِهِ، كَمَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: "مَنْ عَمِلَ عَمَلا لَيْسَ عَلَيْهِ أمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ" وَلِهَذَا قَالَ: ﴿قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ﴾ أَيْ: يَحْصُلُ لَكُمْ فَوْقَ مَا طَلَبْتُمْ مِنْ مَحَبَّتِكُمْ إِيَّاهُ، وَهُوَ مَحَبَّتُهُ إِيَّاكُمْ، وَهُوَ أَعْظَمُ مِنَ الْأَوَّلِ، كَمَا قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ الْعُلَمَاءِ: لَيْسَ الشَّأْنُ أَنْ تُحِبّ، إِنَّمَا الشَّأْنُ أَنْ تُحَبّ وَقَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ وَغَيْرُهُ مِنَ السَّلَفِ: زَعَمَ قَوْمٌ أَنَّهُمْ يُحِبُّونَ اللَّهَ فَابْتَلَاهُمُ اللَّهُ بِهَذِهِ الْآيَةِ، فَقَالَ: ﴿قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ﴾ .


قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣١

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Ali-Imran : 31)

Ayat yang mulia ini menjadi hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, namun tidak berada di atas jalan Muhammad , maka sesungguhnya dia berdusta dalam pengakuannya, sampai dia mengikuti syariat Muhammad dan agama Nabi dalam semua ucapan dan perbuatannya. Sebagaimana yang telah sah dalam hadits shahih dari Rasulullah , bahwa beliau bersabda, "مَنْ عَمِلَ عَمَلا لَيْسَ عَلَيْهِ أمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ" ("Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan itu tertolak."). Oleh karena itu, Allah berkalam, {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ} "Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu'." (QS. Ali Imran: 31) Maksudnya, kamu akan mendapatkan lebih dari apa yang kamu minta, yaitu cinta Allah kepada kamu, dan itu lebih besar daripada cinta kamu kepada-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama hikmah, "Bukanlah yang penting kamu mencintai, tapi yang penting kamu dicintai." Al-Hasan Al-Bashri dan selainnya dari kalangan salaf berkata, "Suatu kaum mengaku bahwa mereka mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini, yaitu, {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ}'Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu'."

📚 Lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Ali-Imran : 31

Kamis, 20 November 2025

Jadikan Rasa Letih, Sakit, Kesedihan dan Musibah Sebagai Penghapus Dosa


 


Jadikan Rasa Letih, Sakit, Kesedihan dan Musibah Sebagai Penghapus Dosa


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ».  
(صحيح - متفق عليه - صحيح البخاري: 5641)

Abu Sa'īd Al-Khudriy dan Abu Hurairah radhiiyallāhu 'anhumā meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda,
"Tidaklah seorang muslim ditimpa kepayahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, dan kesusahan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya (dosa) dengan sebab itu."  (Shahih  - Muttafaq 'alaihi - Shhih Al-Bukhari - 5641)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٥ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ۝١٥٦ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ۝١٥٧

"(155) Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (156) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).(157) Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah : 155 - 157)

Rabu, 19 November 2025

Hanya Sekedar Pemberitahuan


 

Hanya Sekedar Pemberitahuan


Barangsiapa yang menjalin hubungan dengannya, insya Allah jika kelak mereka mati lebih dulu daripada aku, maka diriku tidak ingin mensholati ataupun masuk rumah mereka.
Sebagaimana Malik bin Dinar rahimahullah menyampaikan perumpamaan

النَّاسُ أَجْنَاسٌ كَأَجْنَاسِ الطَّيْرِ الْحَمَامُ مَعَ الْحَمَامِ وَالْغُرَابُ مَعَ الْغُرَابِ وَالْبَطُّ مَعَ الْبَطِّ وَالصَّعْوُ مَعَ الصَّعْوِ وَكُلُّ إِنْسَانٍ مَعَ شِكْلِهِ

“Manusia berjenis-jenis sebagaimana berjenis-jenisnya burung. Burung merpati dengan burung merpati, burung gagak dengan burung gagak, bebek dengan bebek, burung Regulus dengan burung Regulus. Begitu juga setiap orang akan bersama yang setipe dengannya.” (Al-Ibanah al-Kubra 512)

" الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ "

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ ۝٤٢

"Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak," (QS. Ibrahim : 42)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ ۝٣١

"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." (QS. An-Najm : 31)


Kejujuran Adalah Mahkota Akhlaq Mulia


 

Kejujuran Adalah Mahkota Akhlaq Mulia


Dalam bahasa Arab, kejujuran disebut shidq (الصدق), yang berarti benar, tulus, dan sesuai antara ucapan dengan kenyataan. Kejujuran adalah mahkota akhlaq mulia karena dasar dari segala sifat dan akhlaq terpuji lainnya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ۝١١٩

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan Ash-Shodiqin (orang-orang yang jujur dan benar)." (QS. At-Taubah : 119)

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «عليكم بالصدق، فإن الصدق يهدي إلى البِرِّ، وإن البر يهدي إلى الجنة، وما يزال الرجل يصدق ويَتَحَرَّى الصدق حتى يكتب عند الله صِدِّيقًا، وإياكم والكذب، فإن الكذب يهدي إلى الفجور، وإن الفجور يهدي إلى النار، وما يزال الرجل يكذب ويَتَحَرَّى الكذب حتى يكتب عند الله كَذَّابا» ( صحيح - متفق عليه )

'Abdullah bin Mas'ūd radhiyallāhu 'anhu meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Hendaknya kalian senantiasa jujur karena kejujuran itu menuntun kepada al-birr (kebaikan) dan sesungguhnya kebaikan itu mengantarkan ke Al-Jannah (Surga). Seseorang yang selalu jujur dan berusaha untuk jujur sehinga dicatat di sisi Allah sebagai shiddiq (orang jujur). Sebaliknya, jauhilah dusta karena dusta itu menjerumuskan kepada al-fujur (kedurhakaan/keburukan) dan sesungguhnya kedurhakaan itu menjerumuskan ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta dan berupaya untuk berdusta sampai dicatat di sisi Allah sebagai kadzdzab (pendusta)." (Shahih - Muttafaq 'alaihi)

Selasa, 18 November 2025

Imam Asy-Syafi'i Mengungkap Kesesatan Shohibul-Bid'ah ( Ahlul-Bid'ah )


 


Imam Asy-Syafi'i Mengungkap Kesesatan Shohibul-Bid'ah ( Ahlul-Bid'ah )


وروي عن الشافعي: (قال: ما ناظرت أحدا أحببت أن يخطئ إلا صاحب بدعة، فإني أحب أن ينكشف أمره للناس) .
(قال البيهقي إنما أراد الشافعي بهذا الكلام حفصا الفرد وأمثاله من أهل البدع، وهكذا مراده بكل ما حكي عنه من ذم الكلام [وذم أهله]، غير أن بعض الرواة أطلقه، وبعضهم قيده) . [ ص: 250 ]
(وروى البيهقي عن أبي الوليد بن الجارود قال: دخل حفص الفرد على الشافعي، فقال لنا: لأن يلقى الله العبد بذنوب مثل جبال تهامة، خير له من أن يلقاه باعتقاد حرف مما عليه هذا الرجل وأصحابه، وكان يقول بخلق القرآن).
📚 درء تعارض العقل والنقل - ابن تيمية - أحمد بن عبد الحليم بن تيمية الحراني

Diriwayatkan dari Asy'Syafi'i, ia berkata: "Aku tidak pernah berdebat dengan seseorang yang aku ingin dia salah, kecuali dengan shohibul bid'ah (orang yang memiliki bid'ah). Aku senang keburukannya terungkap (tersingkap kedoknya) untuk manusia."
Al-Bayhaqi berkata: "Maksud Asy-Syafi'i dengan perkataan ini adalah Hafsh al-Fard dan orang-orang seperti dia dari kalangan ahli bid'ah. Demikian pula maksudnya dengan semua yang diriwayatkan darinya tentang celaan terhadap al-kalam dan penganutnya, hanya saja sebagian perawi meriwayatkannya secara mutlak, dan sebagian lainnya meriwayatkannya secara terbatas." (hal. 250)
Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari Abu al-Walid bin al-Jarud, ia berkata: "Hafsh al-Fard masuk menemui Asy-Syafi'i, maka Asy-Syafi'i berkata kepada kami: 'Seandainya seseorang menemui Allah dengan dosa sebesar gunung Tihamah, itu lebih baik baginya daripada menemui Allah dengan keyakinan yang sedikit pun dari keyakinan orang ini dan penganutnya.' Asy-Syafi'i juga berkata: 'Hafsh al-Fard dan penganutnya berkeyakinan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk.'"
📚 lihat Dar-ut Ta’arudh Al-Aqli Wa An-Naql

Senin, 17 November 2025

Menepis Tuduhan dan Asumsi Dusta "Allah Memiliki Fisik dan Semisal Makhluq"


 


Menepis Tuduhan dan Asumsi Dusta "Allah Memiliki Fisik dan Semisal Makhluq"


Ketahuilah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah meyakini Allah Al-Bashir/Maha Melihat (QS. Asy-Syura : 11), memiliki 'Ain/Mata (QS. Hud : 37 dan QS. Thaha: 39), Wajah (QS. Al-Baqarah : 272, QS. Ar-Rahman: 27) dan Yadd/Tangan (QS. Al-Ma’idah: 64, QS. Shad : 75) serta shifat Al-Uluw yaitu Istawa 'ala Al-'Arsy (QS. Al-A’raaf: 54 dan QS. Thaha :5) Sesuai yang ditetapkan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits ataupun Al-Ijma'. Ahlus-Sunnah tidak mengatakan Allah memiliki fisik dan tidak menyerupakan Allah dengan makhluq. Allah berkalam :

.... لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١١ ( الشورى : ١١ )

🔸 Dalil penetapan sifat Al-Bashir (Maha Melihat), 'Ain, Wajah, dan Yadd bagi Allah sesuai keagungan dan kesempurnaan-Nya, bukan sebagai anggota tubuh fisik. Demikian juga sifat Al-Uluw yaitu istawa 'ala Al-'Arsy.
🔸 SIfat melihat, 'ain, wajah, tangan itu semua bukan tolok ukur makhluq ataupun serupa dengan makhluq karena makhluq pun banyak yang tidak punya mata, tidak punya wajah dan tidak punya tangan. Wajah manusia, wajah jin, wajah kera, wajah domba, wajah anjing, wajah ikan dsb walau sama-sama wajah tapi hakikatnya tidak serupa. Padahal sama-sama wajah makhluq. Terlebih lagi dengan Wajah Al-Kholiq tentu tidak mungkin sama dengan wajah makhluq.
🔸 Jika ruh bisa melihat (punya mata), punya wajah dan tangan maka bukan berarti ruh berfisik. Karena ruh bisa pisah dengan jasad dan memiliki shurah (bentuk). Baik di alam mimpi ketika tidur ataupun ruh di alam Barzakh.
🔸 Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah tidak mengatakan Allah berfisik dan membutuhkan tempat (مكان).
🔸 Ahlus-Sunnah meyakini Allah memiliki shifat Al-Uluw yaitu istawa 'ala Al-'Arsy. Makna Istiwa' secara haqiqi yaitu bertakhta ataupun al-uluw. Allah juga memiliki sifat Ma'iyyah dan Qorib, karena istiwa' Allah itu beda dengan istiwa' makhluq.

Minggu, 16 November 2025

Nasihat Imam Al-Auza'i Agar Mengikuti Atsar Salaf Yaitu Para Shahabat Nabi


 

Nasihat Imam Al-Auza'i Agar Mengikuti Atsar Salaf Yaitu Para Shahabat Nabi


العباس بن الوليد : حدثنا أبي : سمعت الأوزاعي يقول : عليك بآثار من سلف ، وإن رفضك الناس ، وإياك وآراء الرجال ، وإن زخرفوه لك بالقول ، فإن الأمر ينجلي وأنت على طريق مستقيم .
قال بقية بن الوليد : قال لي الأوزاعي : يا بقية ، لا تذكر أحدا من أصحاب نبيك إلا بخير . يا بقية ، العلم ما جاء عن أصحاب محمد - صلى الله عليه وسلم - وما لم يجئ عنهم ، فليس بعلم .
(سير أعلام النبلاء ج ٧ ص ١٢١ - شمس الدين محمد بن أحمد بن عثمان الذهبي)

Dari Al-Auza'i, ia berkata: "Berpeganglah pada atsar (jejak) para salaf (pendahulu), meskipun orang-orang menolakmu. Dan jauhilah pendapat-pendapat manusia, meskipun mereka menghiasinya dengan kata-kata yang indah. Karena perkara (kebenaran) akan jelas (selama mengikuti atsar Salaf), dan kamu berada di jalan yang lurus."

Baqiya bin al-Walid berbkata: Al-Auza'i berkata kepadaku: "Wahai Baqiya, janganlah kamu menyebut-nyebut seorang pun dari shahabat Nabi Muhammad kecuali dengan kebaikan. Wahai Baqiya, ilmu itu adalah apa yang datang dari shahabat Muhammad , dan apa yang tidak datang dari mereka, maka itu bukanlah ilmu."
(lihat Siyar A'lamin Nubala, 7/121)


Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...