Rabu, 25 Juni 2025

Millah dan Madzhab "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" Yaitu Golongan Yang Mengikuti Manhaj Salafush-Sholih


 

Millah dan Madzhab "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" Yaitu Golongan Yang Mengikuti Manhaj Salafush-Sholih


๐Ÿ”ธ Penamaan "Muhammadiyyah", "Ashhabiyyah" ataupun "Salafiyyah/Salafi/Salafiyyun" itu tiada dalil dan Salafnya. Pada zaman sekarang pun kita tidak membutuhkan dengan penamaan tersebut, karena faktanya banyak orang sesat semisal Sururiyyah, Khowarij, ataupun sikte Haidariyyah (komplotan Ummu Andini Haidar) juga mengaku Salafi.

๐Ÿ”ธ Adapun penamaan "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" itu telah ada sejak pada zaman para Shahabat Nabi yaitu ketika bermunculan perkara bid'ah dan ahlul-bid'ah.

ูˆَู‚َูˆْู„ُู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰: {ูŠَูˆْู…َ ุชَุจْูŠَุถُّ ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูˆَุชَุณْูˆَุฏُّ ูˆُุฌُูˆู‡ٌ} ูŠَุนْู†ِูŠ: ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุญِูŠْู†َ ุชَุจْูŠَุถُّ ูˆُุฌُูˆْู‡ُ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ุณُّู†َّุฉِ ูˆَุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉِ، ูˆَุชَุณْูˆَุฏُّ ูˆُุฌُูˆْู‡ُ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุจِุฏْุนَุฉِ ูˆَุงู„ْูُุฑْู‚َุฉِ. ู‚َุงู„َู‡ُ ุงุจْู†ُ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง. (ุชูุณูŠุฑ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู„ุนุธูŠู… - ุชูุณูŠุฑ ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ )

✍๐Ÿผ  Al-Hafizh Ibn Katsir rahimahullah berkata : Kalam Allah Ta’ala: "(pada hari memutihnya wajah orang-orang dan menghitamnya wajah orang-orang) yakni pada hari kiamat ketika memutih wajah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, dan menghitam wajah Ahlul-Bid’ah wal-Furqah. Demikian dikatakan oleh Ibn ‘Abbas rodhiyaallahu 'anhuma."  (lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Ali ‘Imran : 106)

๐Ÿ”ธ Perkataan Shahabat Nabi itu termasuk hujjah jika tidak ada Shahabat lain yang menyelisihi atau mengingkarinya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ، ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†


Senin, 23 Juni 2025

Hukum Memanfaatkan Kulit Bangkai Dan Kulit Binatang Yang Dagingnya Haram


Hukum Memanfaatkan Kulit Bangkai Dan Kulit Binatang Yang Dagingnya Haram


๐Ÿ”ธ Kulit bangkai dan kulit hewan yang dagingnya haram dimakan hukum asalnya najis.

ู‚ُู„ْ ู„َّุงٓ ุงَุฌِุฏُ ูِูŠْ ู…َุงٓ ุงُูˆْุญِูŠَ ุงِู„َูŠَّ ู…ُุญَุฑَّู…ًุง ุนَู„ٰู‰ ุทَุงุนِู…ٍ ูŠَّุทْุนَู…ُู‡ٗٓ ุงِู„َّุงٓ ุงَู†ْ ูŠَّูƒُูˆْู†َ ู…َูŠْุชَุฉً ุงَูˆْ ุฏَู…ًุง ู…َّุณْูُูˆْุญًุง ุงَูˆْ ู„َุญْู…َ ุฎِู†ْุฒِูŠْุฑٍ ูَุงِู†َّู‡ٗ ุฑِุฌْุณٌ ุงَูˆْ ูِุณْู‚ًุง ุงُู‡ِู„َّ ู„ِุบَูŠْุฑِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุจِู‡ٖۚ ูَู…َู†ِ ุงุถْุทُุฑَّ ุบَูŠْุฑَ ุจَุงุบٍ ูˆَّู„َุง ุนَุงุฏٍ ูَุงِู†َّ ุฑَุจَّูƒَ ุบَูُูˆْุฑٌ ุฑَّุญِูŠْู…ٌ ۝ูกูคูฅ

Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu rijs (kotor/najis) ...." (QS. Al-An'am : 145)

๐Ÿ”ธ Kulit yang telah disamak bisa menjadi suci. Kecuali babi dan anjing terdapat khilafiyyah.

ูˆَุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ْู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ْู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุฅِุฐَุง ุฏُุจِุบَ ุงู„ْุฅِู‡َุงุจُ ูَู‚َุฏْ ุทَู‡ُุฑَ – ุฃَุฎْุฑَุฌَู‡ُ ู…ُุณْู„ِู…ٌ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda, Jika kulit hewan telah disamak, kulit tersebut menjadi suci.” (HR. Muslim)

๐Ÿ”ธ Penyembelihan kulit dengan menyamak. Rasulullah ๏ทบ pernah ditanya tentang kulit bangkai, beliau menjawab : ุฏุจุงุบู‡ุง ุฐูƒุงุชู‡ุง “Samaknya (kulit hewan yang halal dimakan) adalah penyembelihannya’’ (HR. Ahmad)

ุณُุฆِู„َ ุฑุณูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนู„َูŠู‡ِ ูˆุณู„َّู…َ ุนู† ุฌُู„ูˆุฏِ ุงู„ู…ูŠุชุฉِ ؟ ูู‚ุงู„َ: ุฏุจุงุบُู‡ุง ุฐَูƒุงุชُู‡ุง ( ุฎู„ุงุตุฉ ุญูƒู… ุงู„ู…ุญุฏุซ : ุตุญูŠุญ. ุงู„ุฑุงูˆูŠ : ุนุงุฆุดุฉ ุฃู… ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† | ุงู„ู…ุญุฏุซ : ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ | ุงู„ู…ุตุฏุฑ : ุตุญูŠุญ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ | ุงู„ุตูุญุฉ ุฃูˆ ุงู„ุฑู‚ู… : 4256 | ุงู„ุชุฎุฑูŠุฌ : ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ (4245) ูˆุงู„ู„ูุธ ู„ู‡، ูˆุฃุญู…ุฏ (25214)، ูˆุงุจู† ุญุจุงู† (1290) ุจู†ุญูˆู‡.)



Ringkasan Hukum Memanfaatkan Kulit Bangkai Dan Hewan Yang Dagingnya Haram Menurut 4 Madzhab

๐Ÿ”ธ Hukum menanfaatkan kulit binatang yang dagingnya haram menurut 4 madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) terdapat khilafiyyah dan memiliki beberapa perbedaan. Berikut adalah ringkasan:

1️⃣ Madzhab Hanafi. Menurut Madzhab Hanafi, kulit binatang yang dagingnya haram dapat dimanfaatkan jika telah disamak (dibersihkan dengan proses penyamakan). Penyamakan dianggap dapat menghilangkan najis yang ada pada kulit tersebut. Setelah disamak, kulit dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

2️⃣ Madzhab Maliki. Madzhab Maliki berpendapat bahwa kulit binatang yang haram tidak dapat dimanfaatkan, bahkan setelah disamak. Mereka berpendapat bahwa najis pada kulit tidak dapat dihilangkan sepenuhnya oleh proses penyamakan.

3️⃣ Madzhab Syafi'i. Menurut Madzhab Syafi'i, kulit binatang yang haram dapat dimanfaatkan setelah disamak. Penyamakan dianggap dapat mensucikan kulit dari najis. Setelah disamak, kulit dapat digunakan untuk keperluan yang halal. Kecuali babi dan anjing.

4️⃣ Madzhab Hanbali. Madzhab Hanbali memiliki pendapat yang serupa dengan Madzhab Syafi'i, bahwa kulit binatang yang haram dapat dimanfaatkan setelah disamak. Penyamakan dianggap dapat menghilangkan najis yang ada pada kulit tersebut, sehingga kulit dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

๐Ÿ”ธ Kesimpulan : Jumhur atau kebanyakan ulama berpendapat bahwa penyamakan kulit dapat menghilangkan najis dan membuat kulit tersebut dapat dimanfaatkan. Kecuali babi dan anjing diperselisihkan.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ، ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Minggu, 22 Juni 2025

Memakai Sirwal ( Celana ) Termasuk Ciri Khas Ahli Kitab ( Yahudi Dan Nashrani )


 


Memakai Sirwal ( Celana ) Termasuk Ciri Khas Ahli Kitab ( Yahudi Dan Nashrani )


ูขูขูขูจูฃ - ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฒَูŠْุฏُ ุจْู†ُ ูŠَุญْูŠَู‰، ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„ู‡ِ ุจْู†ُ ุงู„ْุนَู„َุงุกِ ุจْู†ِ ุฒَุจْุฑٍ، ุญَุฏَّุซَู†ِูŠ ุงู„ْู‚َุงุณِู…ُ ู‚َุงู„َ: ุณَู…ِุนْุชُ ุฃَุจَุง ุฃُู…َุงู…َุฉَ ูŠَู‚ُูˆู„ُ: ุฎَุฑَุฌَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู„َู‰ ู…َุดْูŠَุฎَุฉٍ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุฑٍ ุจِูŠุถٌ ู„ِุญَุงู‡ُู…ْ ูَู‚َุงู„َ: " ูŠَุง ู…َุนْุดَุฑَ ุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุฑِ ุญَู…ِّุฑُูˆุง ูˆَุตَูِّุฑُูˆุง، ูˆَุฎَุงู„ِูُูˆุง ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ". ู‚َุงู„َ: ูَู‚ُู„ْู†َุง: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ุฅِู†َّ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูŠَุชَุณَุฑْูˆَู„َูˆู†َ ูˆَู„ْุง ูŠَุฃْุชَุฒِุฑُูˆู†َ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: " ุชَุณَุฑْูˆَู„ُูˆุง ูˆَุงุฆْุชَุฒِุฑُูˆุง ูˆَุฎَุงู„ِูُูˆุง ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ". ู‚َุงู„َ: ูَู‚ُู„ْู†َุง: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ุฅِู†َّ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูŠَุชَุฎَูَّูُูˆู†َ ูˆَู„َุง ูŠَู†ْุชَุนِู„ُูˆู†َ. ู‚َุงู„َ: ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: " ูَุชَุฎَูَّูُูˆุง ูˆَุงู†ْุชَุนِู„ُูˆุง ูˆَุฎَุงู„ِูُูˆุง ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ". ู‚َุงู„َ: ูَู‚ُู„ْู†َุง: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุฅِู†َّ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูŠَู‚ُุตُّูˆู†َ ุนَุซَุงู†ِูŠู†َู‡ُู…ْ ูˆَูŠُูˆَูِّุฑُูˆู†َ ุณِุจَุงู„َู‡ُู…ْ. ู‚َุงู„َ: ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: " ู‚ُุตُّูˆุง ุณِุจَุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูˆَูِّุฑُูˆุง ุนَุซَุงู†ِูŠู†َูƒُู…ْ ูˆَุฎَุงู„ِูُูˆุง ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ " (ูƒุชุงุจ ู…ุณู†ุฏ ุฃุญู…ุฏ)

".... Aku mendengar Abu Umaamah berkata : Rasulullah ๏ทบ keluar menemui para sesepuh Anshaar yang jenggot-jenggot mereka telah memutih. Beliau ๏ทบ bersabda : “Wahai sekalian kaum Anshaar, semirlah uban kalian dengan warna merah dan kuning, selisihilah Ahlul-Kitaab”. Aku berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ahlul-Kitaab memakai saraawiil (celana) namun tidak memakai izar (kain sarung)”. Maka Rasulullah ๏ทบ bersabda : “Pakailah saraawiil dan sarung. Selisihilah Ahlul-Kitaab”...." [Diriwayatkan oleh Ahmad, ‘Sanadnya shahih’].

Catatan :
๐Ÿ”ธ Hindari memakai sirwal (celana) saja untuk menyelisihi Ahli Kitab. Kecuali darurat (ketika tidak ada izar/sarung yang bisa,dipakai), tidak dijadikan kebiasaan atau jika pakai sirwal kadang-kadang saja.
๐Ÿ”ธJika pakai sirwal (celana) dianjurkan dengan izar (sarung) ataupun ditutup qomish agar tidak tasyabbuh dengani Ahli Kitab.

Kamis, 19 Juni 2025

Menerjang yang Haram Saat Darurat


 

Menerjang yang Haram Saat Darurat


๐Ÿ”ธ Terdapat kaidah :

ุงู„ุถَّุฑُูˆْุฑَุงุชُ ุชُุจِูŠْุญُ ุงู„ู…ุญْุธُูˆْุฑَุงุช

Keadaan darurat membolehkan suatu yang terlarang.”

๐Ÿ”ธ Dalil kaidah ini diantaranya :

.... ูَู…َู†ِ ุงุถْุทُุฑَّ ุบَูŠْุฑَ ุจَุงุบٍ ูˆَّู„َุง ุนَุงุฏٍ ูَู„َุงٓ ุงِุซْู…َ ุนَู„َูŠْู‡ِۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุบَูُูˆْุฑٌ ุฑَّุญِูŠْู…ٌ ۝ูกูงูฃ

".... Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah: 173).

ูˆَู‚َุฏْ ูَุตَّู„َ ู„َูƒُู…ْ ู…َุง ุญَุฑَّู…َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุงุถْุทُุฑِุฑْุชُู…ْ ุฅِู„َูŠْู‡ِ

Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.” (QS. Al An’am: 119).

๐Ÿ”ธ Syarat-syarat yang mesti diperhatikan di antaranya :
1️⃣ Untuk hajat yang wajib atau menuntut harus dikerjakan. Contoh : haji wajib, kebutuhan hidup yang sifatnya wajib dan semisal.
2️⃣ Kondisi darurat. Kondisi darurat yang dimaksud adalah situasi yang mengancam jiwa, anggota badan, atau akal sehat, seperti kelaparan ekstrem, penyakit yang mengancam jiwa, atau keadaan terpaksa lainnya. 
3️⃣ Bisa dipastikan atau diprediksi dengan zhon yang sangat kuat bahwa dengan melakukan yang haram dapat menghilangkan dhoror (bahaya).
4️⃣ Yakin akan memperoleh dhoror (bahaya), bukan hanya sekedar sangkaan belaka. Dan tidak ada jalan lain kecuali dengan menerjang larangan demi hilangnya dhoror.
5️⃣ Keharaman yang ia lakukan tersebut tidaklah menzalimi orang lain. Kemudian dalam penerapan kaidah ini harus dilakukan dengan hati-hati dan terbatas pada situasi darurat yang memenuhi syarat.

Jumat, 13 Juni 2025

Apa Hukumnya Memperlama Sujud di Raka'at Terakhir Ketika Sholat ?





Apa Hukumnya Memperlama Sujud di Raka'at Terakhir Ketika Sholat ?

Sholatlah Sebagaimana Kita Melihat Nabi Sholat

ุนَู†ْ ู…َุงู„ِูƒِ ุจْู†ِ ุงู„ْุญُูˆَูŠْุฑِุซِ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ุตَู„ُّูˆุง ูƒَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُู…ُูˆู†ِูŠ ุฃُุตَู„ِّูŠ»، ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ุจُุฎَุงุฑِูŠُّ.

๐Ÿ”ธ Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda, “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ”ธ Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Nabi ๏ทบ pernah shalat di mimbar ....,

ูَู‚َุงู„َ: «ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ، ุฅِู†َّู…َุง ุตَู†َุนْุชُ ู‡َุฐَุง ู„ِุชَุฃْุชَู…ُّูˆุง ูˆَู„ِุชَุนَู„َّู…ُูˆุง ุตَู„َุงุชِูŠ».  
(ุตุญูŠุญ - ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ - ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ: 917)

Kemudian beluau bersabda, 'Wahai sekalian manusia! Aku melakukan ini supaya kalian dapat mengikuti dan mempelajari salatku.'"  (Shahih -  Muttafaq 'alaihi)

๐Ÿ”ธ Tidak ada riwayat/keterangan bahwa Nabi ๏ทบ hanya memperlama/memperpanjang salah satu ruku’nya atau sujudnya saja. Justru yang ada riwayat lamanya Nabi rukuk dan sujud hampir sama.

ุนู† ุงู„ْุจَุฑَุงุกِ ุจْู†ِ ุนَุงุฒِุจٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„: «ุฑَู…َู‚ْุชُ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ุน ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููˆุฌุฏุช ู‚ูŠุงู…ู‡، ูَุฑَูƒْุนَุชَู‡ُ، ูุงุนุชุฏุงู„ู‡ ุจุนุฏ ุฑูƒูˆุนู‡، ูุณุฌุฏุชู‡، ูَุฌِู„ْุณَุชَู‡ُ ุจูŠู† ุงู„ุณุฌุฏุชูŠู†، ูุณุฌุฏุชู‡، ูَุฌِู„ْุณَุชَู‡ُ ู…ุง ุจูŠู† ุงู„ุชุณู„ูŠู… ูˆุงู„ุงู†ุตุฑุงู: ู‚ุฑูŠุจุง ู…ู† ุงู„ุณَّูˆَุงุก». ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ: «ู…ุง ุฎู„ุง ุงู„ู‚ูŠุงู… ูˆุงู„ู‚ุนูˆุฏ، ู‚ุฑูŠุจุง ู…ู† ุงู„ุณَّูˆَุงุกِ». ( ุตุญูŠุญ - ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ )

Dari Al-Barฤ` bin 'ฤ€zib radhiyallฤhu 'anhumฤ berkata, "Aku mengamati shalat Muhammad ๏ทบ lalu aku dapati berdirinya, rukuknya, i'tidฤl setelah rukuknya, sujudnya, duduknya antara dua sujud, sujudnya lalu duduknya antara mengucapkan salam dan kepergiannya hampir sama." Dalam sebuah riwayat: "Selain berdiri dan duduk, hampir sama (lamanya)."  (Hadis Shahih - Muttafaq 'alaih)


Fatwa Syaikh Muhammad Al-Utsaimin Rahimahullah Terkait Perkara Ini

ูˆู‚ุฏ ุณุฆู„ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุซูŠู…ูŠู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ : ุงู„ุฅุทุงู„ุฉ ููŠ ุงู„ุณุฌุฏุฉ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ุนู† ุจุงู‚ูŠ ุฃุฑูƒุงู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ู„ุฏุนุงุก ููŠู‡ุง ูˆุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ، ู‡ู„ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฎู„ู„ ููŠ ุญุงู„ุฉ ุงู„ุฅุทุงู„ุฉ ููŠ ุงู„ุณุฌุฏุฉ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ؟ .
ูุฃุฌุงุจ :
"ุงู„ุฅุทุงู„ุฉ ููŠ ุงู„ุณุฌุฏุฉ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ู„ูŠุณุช ู…ู† ุงู„ุณู†َّุฉ ؛ ู„ุฃู† ุงู„ุณู†َّุฉ ุฃู† ุชูƒูˆู† ุฃูุนุงู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ุชู‚ุงุฑุจุฉ : ุงู„ุฑูƒูˆุน ، ูˆุงู„ุฑูุน ู…ู†ู‡ ، ูˆุงู„ุณุฌูˆุฏ ، ูˆุงู„ุฌู„ูˆุณ ุจูŠู† ุงู„ุณุฌุฏุชูŠู† ، ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ุจุฑุงุก ุจู† ุนุงุฒุจ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ : (ุฑู…ู‚ุชُ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููˆุฌุฏุช ู‚ูŠุงู…َู‡ ، ูุฑูƒูˆุนَู‡ ، ูุณุฌูˆุฏَู‡ ، ูุฌู„ุณุชَู‡ ู…ุง ุจูŠู† ุงู„ุชุณู„ูŠู… ูˆุงู„ุงู†ุตุฑุงู ู‚ุฑูŠุจุงً ู…ู† ุงู„ุณูˆุงุก) ، ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุฃูุถู„ ، ูˆู„ูƒู† ู‡ู†ุงูƒ ู…ุญู„ٌ ู„ู„ุฏุนุงุก ุบูŠุฑ ุงู„ุณุฌูˆุฏ ، ูˆู‡ูˆ ุงู„ุชุดู‡ุฏ ، ูุฅู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู„ู…َّุง ุนู„َّู… ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุงู„ุชุดู‡ุฏ ู‚ุงู„ : (ุซู… ู„ูŠุชุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฏุนุงุก ู…ุง ุดุงุก) ، ูู„ูŠุฌุนู„ ุงู„ุฏุนุงุก ู‚ู„َّ ، ุฃูˆ ูƒุซُุฑ ุจุนุฏ ุงู„ุชุดู‡ุฏ ุงู„ุฃุฎูŠุฑ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุณู„ِّู…" ุงู†ุชู‡ู‰ .
" ูุชุงูˆู‰ ู†ูˆุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏุฑุจ " ( ุดุฑูŠุท ุฑู‚ู… 376 ، ูˆุฌู‡ : ุจ ) .

Asy'Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: "Memperpanjang sujud terakhir berbeda dengan lamanya rukun-rukun shalat lainnya untuk berdoa dan istighfar. Apakah shalatnya menjadi cacat jika sujud terakhir diperpanjang?"
Beliau rahimahullah menjawab :
"Memperlama pada sujud akhir bukan termasuk sunnah, karena yang sunnah adalah perbuatan - perbuatan shalat itu ada kemiripan( pada lama dan singkatnya ) pada : ruku, mengangkat darinya, sujud dan duduk antara dua sujud, seperti yang di terangkan Al Barra bin Azib radiyallahu'anhu :
"Aku memperhatikan sholat yang aku lakukan bersama Nabi ๏ทบ, aku dapati berdiri, ruku, sujud dan duduknya antara salam dan selesainya hampir sama (lamanya) ".
Inilah yang afdol namun ada kesempatan  berdoa di selain sujud, yaitu ketika tasyahhud.
Karena Nabi ๏ทบ ketika mengajari bacaan tasyahhud kepada Abdullah bin Masud, beliau bersabda setelahnya:" lantas hendaklah seorang yang shalat memilih doa yang dia inginkan".
Maka silahkan mau berdoa sedikit atau banyak lakukan setelah tasyahhud akhir sebelum salam ".
Sumber : Fatawa nur 'aladdarb no kaset: 376.


Fatwa Syaikh Abdul-Aziz bin Baaz Rahimahullah Terkait Perkara Ini


ุงู„ุณุคุงู„:

ูŠุณุฃู„ ุฃูŠุถًุง ูˆูŠู‚ูˆู„: ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ูŠุทูŠู„ ุขุฎุฑ ุณุฌุฏุฉ ููŠ ุขุฎุฑ ุฑูƒุนุฉ، ูˆูŠุฎุตู‡ุง ุจุงู„ุฏุนุงุก ุฏูˆู† ุบูŠุฑู‡ุง، ูˆู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ุฅู…ุงู…ًุง ูู†ู„ุงุญุธ ู†ุญู† ุงู„ู…ุฃู…ูˆู…ูŠู† ุฃู†ู‡ ูŠุทูŠู„ ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุบูŠุฑู‡ุง، ูู…ุง ุญูƒู… ุฐู„ูƒ؟ ุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑًุง. 

ุงู„ุฌูˆุงุจ:

ู„ุง ู†ุนู„ู… ุฏู„ูŠู„ًุง ูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ุดุฑุนูŠุฉ ุงู„ุฏุนุงุก ููŠ ุงู„ุณุฌูˆุฏ ุงู„ุฃุฎูŠุฑ، ุจู„ ุงู„ุณู†ุฉ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ุซู„ ุจู‚ูŠุฉ ุงู„ุณุฌุฏุงุช، ู„ุง ูŠุทูŠู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ، ุจู„ ุชูƒูˆู† ุณุฌุฏุงุชู‡ ู…ุนุชุฏู„ุฉ ู…ุชู‚ุงุฑุจุฉ، ูˆู‡ูƒุฐุง ุฑูƒูˆุนู‡، ูˆู‡ูƒุฐุง ู‚ูŠุงู…ู‡، ูŠุทูŠู„ ููŠ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠุฉ، ูˆูŠุนุชุฏู„ ููŠ ุงู„ุณุฌูˆุฏ، ูˆู„ุง ูŠุทูˆู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุชุทูˆูŠู„ًุง ูŠุถุฑ، ูˆู‡ูƒุฐุง ููŠ ุงู„ุซุงู„ุซุฉ ูˆุงู„ุฑุงุจุนุฉ ู…ู† ุงู„ุธู‡ุฑ ูˆุงู„ุนุตุฑ ูˆุงู„ุนุดุงุก ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ูุงุชุญุฉ، ูˆูŠุฑูƒุน ุฑูƒูˆุนًุง ู…ุนุชุฏู„ًุง ู„ูŠุณ ููŠู‡ ุทูˆู„ ูƒุซูŠุฑ، ูˆูŠุนุชุฏู„ ุจุนุฏ ุงู„ุฑูƒูˆุน ุงุนุชุฏุงู„ًุง ู„ูŠุณ ููŠู‡ ุทูˆู„ ูŠุดู‚ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ.

ูˆู‡ูƒุฐุง ุงู„ุณุฌูˆุฏ ูƒู„ู‡ ุณูˆุงุก، ูŠูƒูˆู† ููŠู‡ ุทู…ุฃู†ูŠู†ุฉ ูˆุงุนุชุฏุงู„، ูˆุนุฏู… ุนุฌู„ุฉ، ู„ูƒู† ู„ุง ูŠุฎุต ุงู„ุณุฌุฏุฉ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ุจู…ุฒูŠุฏ ุทูˆู„ ู„ุนุฏู… ุงู„ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ، ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ู…ุฃู…ูˆุฑ ุจุงู„ุทู…ุฃู†ูŠู†ุฉ، ูˆุนุฏู… ุงู„ุนุฌู„ุฉ ููŠ ....... ููŠ ู‚ูŠุงู…ู‡ ูŠุฎุดุน ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ ูˆู„ุง ูŠุนุฌู„، ูˆููŠ ุฑูƒูˆุนู‡ ูŠุฎุดุน ูˆู„ุง ูŠุนุฌู„، ูˆุงุนุชุฏุงู„ู‡ ุจุนุฏ ุงู„ุฑูƒูˆุน ูŠุทู…ุฆู† ูˆู„ุง ูŠุนุฌู„، ูˆู‡ูƒุฐุง ููŠ ุงู„ุณุฌูˆุฏ، ูˆู‡ูƒุฐุง ุจูŠู† ุงู„ุณุฌุฏุชูŠู†، ูˆุชูƒูˆู† ุตู„ุงุชู‡ ู…ุชู‚ุงุฑุจุฉ ูƒูุนู„ ุงู„ู†ุจูŠ، ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู….

ุงู„ู…ู‚ุฏู…: ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ูŠู‡، ุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑًุง، ูˆุฃุญุณู† ุฅู„ูŠูƒู…. 

http://www.binbaz.org.sa/noor/6085

Pertanyaan:

Ia juga bertanya : Sebagian orang memperpanjang sujud terakhir pada rakaat terakhir, dengan mengkhususkannya untuk berdoa. Mungkin ia seorang imam, dan kami para makmum memperhatikan bahwa ia lebih memperpanjang sujud terakhir daripada sujud lainnya. Apa hukumnya? Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.

Jawab :

"Kami tidak mengetahui adanya dalil yang mensyariatkan sujud terakhir lebih lama, justru sunnah mengajarkan agar sujud terakhir seukuran sujud-sujud yang lainnya, dan tidak memperpanjangnya untuk manusia (makmum). Namun hendaknya semua sujud dilakukan dengan waktu sedang dan mirip-mirip lamanya.
Hal itu berlaku pula pada ruku'nya. Dan di saat berdiri seseorang memanjangkan raka'at pertama dan kedua. Sedangkan untuk sujud dengan waktu yang cukupan dan tidak memanjangkannya sehingga merugikan makmum. Demikian pula di rakaat ketiga dan keempat di sholat Dhuhur, Ashar dan Isya', dia membaca Al-Fatihah kemudian ruku' yang lamanya sedang, tidak terlalu panjang. Kemudian i'tidal yang lamanya sedang, tidak memanjangkannya untuk makmum.

Demikian pula sujudnya, semua panjangnya sama dan hendaknya dilakukan dengan tuma'ninah dengan lama cukupan dan tidak tergesa-gesa, dan tidak mengkhususkan sujud terakhir dengan lama waktu melebihi sujud lainnya karena tidk adanya dalil yang memerintahkannya. Hanyasanya yang diperintahkan adalah TUMA'NINAH dan TIDAK TERGESA-GESA di .... (dalam mengerjakan seluruh amalan sholat).  Hendaknya ketika berdiri, dia khusyu' membaca ayat dan tidak tergesa-gesa. Hendaknya ketika ruku', dia khusyu' dan tidak tergesa-gesa. Hendaknya ketika i'tidal setelah ruku', dia tuma'ninah dan tidak tergesa-gesa. Demikian pula yang dilakukan dalam sujud dan diantara dua sujud. Hendaknya ia jadikan (lama waktu) dalam sholatnya mirip-mirip (seimbang) sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi -'alaihish-sholaatu wassalaam."

Kesimpulan

๐Ÿ”ธ Kita diperintahkan sholat sebagaimana tata cara Nabi ๏ทบ sholat

๐Ÿ”ธ Tidak ada riwayat/keterangan bahwa Nabi ๏ทบ hanya memperlama/memperpanjang salah satu ruku’nya atau sujudnya saja. Justru yang ada riwayat lamanya Nabi rukuk dan sujud hampir sama.

๐Ÿ”ธ Jangan membiasakan diri atau tinggalkan kebiasaan memperlama sujud di rokaat terakhir karena dikhawatirkan hal itu bisa terjatuh perkara bid'ah. Berhati-hatilah.. karena perkara yang hukum asalnya disyari'atkan pun bisa berubah menjadi perkara bid'ah.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ، ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Kamis, 12 Juni 2025

Tunjukkan Burhan ( Bukti Kebenaran ) Kalian Jika Kalian Orang Yang Benar


 


Tunjukkan Burhan ( Bukti Kebenaran ) Kalian Jika Kalian Orang Yang Benar

.... ู‚ُู„ْ ู‡َุงุชُูˆْุง ุจُุฑْู‡َุงู†َูƒُู…ْ ุงِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุตٰุฏِู‚ِูŠْู†َ ۝ูกูกูก ( ุงู„ุจู‚ุฑุฉ : ูกูกูก )


๐Ÿ”ธ Dalil dari Kitabullah dan Hadits Shahih ataupun Al-Ijma'
๐Ÿ”ธ Faham Salafush Sholih berupa kalam generasi Salafush Sholih (para Shahabat, Tabi'in ataupun Tabi'ut Tabi'in) ataupun pengamalan As-Salaf
๐Ÿ”ธ Kalam para aimah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah
๐Ÿ”ธ Kitab para imam ataupun para ulama Ahlus-Sunnah  Wal-Jama'ah
๐Ÿ”ธ Berhakim kepada Allah dengan mubahalah secara langsung di dunia kemudian di Akhirat.

Sekedar Pengakuan Belaka Tanpa Hujjah Dan Burhan.. Itu Tidak Cukup !


 


Sekedar Pengakuan Belaka Tanpa Hujjah Dan Burhan.. Itu Tidak Cukup !


๐Ÿ”ธ Ketahuilah.. banyak orang ataupun hizb yang mengaku berada di atas millah dan madzhab Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah, mengikuti manhaj Salafus Sholih, ataupun mengklaim di atas kebenaran. Namun pengakuan mereka ini tidak dapat diterima begitu saja apabila tdak disokong hujjah dan burhan.

๐Ÿ”ธ Manusia zhalim dan nyata-nyata kafir semisal Fir'aun pun mengklaim menunjukkan jalan yang benar, dimana Allah berkalam tentangnya :

.... ู‚َุงู„َ ูِุฑْุนَูˆْู†ُ ู…َุงٓ ุงُุฑِูŠْูƒُู…ْ ุงِู„َّุง ู…َุงٓ ุงَุฑٰู‰ ูˆَู…َุงٓ ุงَู‡ْุฏِูŠْูƒُู…ْ ุงِู„َّุง ุณَุจِูŠْู„َ ุงู„ุฑَّุดَุงุฏِ ۝ูขูฉ

".... Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang Aku pandang baik; dan Aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. (QS Ghaafir : 29). Bahkan Iblis (syaithan) pun mengaku dirinya termasuk para penasihat sebagaimana dikisahkan dalam QS. Al-A'raf : 21

ูˆَู‚َุงุณَู…َู‡ُู…َุงٓ ุงِู†ِّูŠْ ู„َูƒُู…َุง ู„َู…ِู†َ ุงู„ู†ّٰุตِุญِูŠْู†َۙ ۝ูขูก

๐Ÿ”ธ Sekiranya pengakuan belaka itu dibenarkan, maka pengakuan Fir'aun dan syaithan tentu bermanfaat, diterima, dan benar. Demikian juga Yahudi dan Nashrani mengklaim bahwa surga itu hanya khusus bagi mereka saja, sebagaimana yang dikalamkan Allah tentangnya :

ูˆَู‚َุงู„ُูˆْุง ู„َู†ْ ูŠَّุฏْุฎُู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ุงِู„َّุง ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู‡ُูˆْุฏًุง ุงَูˆْ ู†َุตٰุฑٰู‰ۗ ุชِู„ْูƒَ ุงَู…َุงู†ِูŠُّู‡ُู…ْۗ ู‚ُู„ْ ู‡َุงุชُูˆْุง ุจُุฑْู‡َุงู†َูƒُู…ْ ุงِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุตٰุฏِู‚ِูŠْู†َ ۝ูกูกูก

Dan mereka (Yahudi dan Nashrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nashrani”. demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.(QS. Al-Baqoroh : 111)

Sabtu, 07 Juni 2025

Hati-Hati Dalam Menjelaskan Makna Shifat Ma'iyyah ( ุงู„ْู…َุฆِูŠَّุฉ = Kebersamaan ) Allah


 

Hati-Hati Dalam Menjelaskan Makna Shifat Ma'iyyah ( ุงู„ْู…َุฆِูŠَّุฉ = Kebersamaan ) Allah


Jika ada yang mengatakan :
1️⃣ "Allah bersama makhluk itu berarti Allah berada dimana-mana"
2️⃣ "Allah ber-istawa di atas 'Arsy. Yang bersama makhluk HANYA ilmunya"
3️⃣ "Dzat Allah berada di atas 'Arsy, HANYA ilmunya yang bersama makhluk"

Ketiga ucapan tersebut sama-sama batil. Ucapan 1️⃣ berarti menafikan Allah itu Al-'Aliy dan shifat Al-'Uluw (Maha Tinggi). Adapun ucapan 2️⃣ dan 3️⃣ itu menunjukkan kebersamaan Allah dengan makhluq hanya ilmunya. Padahal Ilmu termasuk Shifat Allah yang tidak mungkin terpisah dari Dzat Allah.


Makna Ma'iyyah Allah Yang Benar

"Allah ber-istiwa di atas 'Arsy, sedang (namun) Ilmu-Nya meliputi seluruh makhluq."
Itu artinya walau Allah Al-'Aliy yang memiliki shifat Al-'Uluw (Maha Tinggi) dan ber-istawa di atas 'Arsy, namun Allah Maha Mengetahui segenap makhluq atau apa-apa yang terjadi di langit dan bumi. Itulah makna Ma'iyyah Allah. Karena Shifat Ma'iyyah Allah itu beda dengan ma'iyyah makhluq.

.... ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ٖ ุดَูŠْุกٌۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠْุฑُ ۝ูกูก ( ุงู„ุดูˆุฑู‰ : ูกูก )

Jumat, 06 Juni 2025

Shifat Al-'Uluw, Istawa' Di Atas 'Arsy Dan Shifat Ma'iyyah Allah Al-'Aliy


Shifat Al-'Uluw, Istawa' Di Atas 'Arsy Dan Shifat Ma'iyyah Allah Al-'Aliy



๐Ÿ”ธ Allah memiliki shifat Al-'Uluw (Maha Tinggi). Allah berkalam :

... ูˆَุณِุนَ ูƒُุฑْุณِูŠُّู‡ُ ุงู„ุณَّู…ٰูˆٰุชِ ูˆَุงู„ْุงَุฑْุถَۚ ูˆَู„َุง ูŠَู€ُูٔˆْุฏُู‡ٗ ุญِูْุธُู‡ُู…َุงۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَู„ِูŠُّ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…ُ ۝ูขูฅูฅ ( ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉ : ูขูฅูฅ )
ุณَุจِّุญِ ุงุณْู…َ ุฑَุจِّูƒَ ุงู„ْุงَุนْู„َู‰ۙ ۝ูก  ( ุงู„ْุฃَุนْู„َู‰ : ูก )

๐Ÿ”ธ Allah istawa di atas 'Arsy. Dengan istiwa' secara hakiki, dan Istiwa' Allah beda dengan istiwa' makhluq.

ุงَู„ุฑَّุญْู…ٰู†ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงุณْุชَูˆٰู‰ ۝ูฅ ( ุทู‡ : ูฅ )

๐Ÿ”ธ Shifat Ma'iyyah Allah beda dengan ma'iyyah makhluq.
1️⃣  Ma'iyyah 'Ammah (ุงู„ْู…َุฆِูŠَّุฉ ุงู„ْุนَุงู…َّุฉ) yaitu kebersamaan Allah secara umum terhadap seluruh  makhluq.

.... ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุนَูƒُู…ْ ุงَูŠْู†َ ู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْۗ ูˆَุงู„ู„ّٰู‡ُ ุจِู…َุง ุชَุนْู…َู„ُูˆْู†َ ุจَุตِูŠْุฑٌۗ ۝ูค ( ุงู„ุญุฏูŠุฏ : ูค )

"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hadid : 4)
2️⃣  Ma'iyyah Khashah (ุงู„ْู…َุฆِูŠَّุฉ ุงู„ْุฎَุงุตَّุฉ) yaitu kebersamaan yang spesial/khusus untuk hamba-hamba pilihan Allah.

ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…َุนَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงุชَّู‚َูˆْุง ูˆَّุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู‡ُู…ْ ู…ُّุญْุณِู†ُูˆْู†َ ۝ูกูขูจ  ( ุงู„ู†ุญู„:  ูกูขูจ )

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS.An-Nahl : 128)

๐Ÿ”ธ Sifat ma'iyyah itu tidak berarti harus menempel. Ketika kita katakan : "malam itu Bulan bersama kami", "kami selalu bersama Al-Jama'ah" ataupun "saya bersama Ahlus-Sunnah" maka tidak bisa dipahami berarti "menempel". Sedang shifat Istiwa' dan Ma'iyyah Allah beda dengan makhluq. Allah berkalam :

.... ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ٖ ุดَูŠْุกٌۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠْุฑُ ۝ูกูก ( ุงู„ุดูˆุฑู‰ : ูกูก )

Kamis, 05 Juni 2025

Keutamaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah Terutama Hari 'Arafah 9 Dzulhijjah


 

Keutamaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah Terutama Hari 'Arafah 9 Dzulhijjah


ุนَู†ْ ู‡ُู†َูŠْุฏَุฉَ ุจْู†ِ ุฎَุงู„ِุฏٍ ุนَู†ِ ุงู…ْุฑَุฃَุชِู‡ِ ุนَู†ْ ุจَุนْุถِ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِ ุงู„ู†َّุจِู‰ِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َุชْ ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุตُูˆู…ُ ุชِุณْุนَ ุฐِู‰ ุงู„ْุญِุฌَّุฉِ ูˆَูŠَูˆْู…َ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ูˆَุซَู„ุงَุซَุฉَ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَู‡ْุฑٍ ุฃَูˆَّู„َ ุงุซْู†َูŠْู†ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّู‡ْุฑِ ูˆَุงู„ْุฎَู…ِูŠุณَ (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ).

๐Ÿ”ธ Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi ๏ทบ mengatakan, Rasulullah ๏ทบ biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan  …” (HR. Abu Daud dan Ahmad. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

๐Ÿ”ธ Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menyebutkan bahwa di antara shahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. (Lihat Latho-if Al Ma’arif)

๐Ÿ”ธ Puasa hari 'Arafah bisa menghapuskan dosa dua tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Qatรขdah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi ๏ทบ bersabda :

ุตِูŠَุงู…ُ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุฑَูَุฉَ ุฃَุญْุชَุณِุจُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠُูƒَูِّุฑَ ุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِู‰ ู‚َุจْู„َู‡ُ ูˆَุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِู‰ ุจَุนْุฏَู‡ُ ูˆَุตِูŠَุงู…ُ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ุฃَุญْุชَุณِุจُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠُูƒَูِّุฑَ ุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِู‰ ู‚َุจْู„َู‡ُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ، ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†.

Rabu, 04 Juni 2025

Allah Itu Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Sempurna, Serta Berbeda Dengan Makhluq

 




Allah Itu Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Sempurna, Serta Berbeda Dengan Makhluq

๐Ÿ”ธ Dalilnya sangat banyak dan lebih dari ribuan, di antaranya Allah berkalam dalam QS. Al-Fatihah, QS. Al-Ikhlash, QS. Al-Hasyr : 23, QS. Al-Baqarah 255, dan QS. Al-A'la.

ู‡ُูˆَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠْ ู„َุงٓ ุงِู„ٰู‡َ ุงِู„َّุง ู‡ُูˆَۚ ุงَู„ْู…َู„ِูƒُ ุงู„ْู‚ُุฏُّูˆْุณُ ุงู„ุณَّู„ٰู…ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُ ุงู„ْู…ُู‡َูŠْู…ِู†ُ ุงู„ْุนَุฒِูŠْุฒُ ุงู„ْุฌَุจَّุงุฑُ ุงู„ْู…ُุชَูƒَุจِّุฑُۗ ุณُุจْุญٰู†َ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุนَู…َّุง ูŠُุดْุฑِูƒُูˆْู†َ ۝ูขูฃ ( ุงู„ุญุดุฑ : ูขูฃ )

.... ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ٖ ุดَูŠْุกٌۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠْุฑُ ۝ูกูก ( ุงู„ุดูˆุฑู‰ : ูกูก )

๐Ÿ”ธ Jika Allah itu Al-Ahad, Ash-Shomad, Al-A'la kemudian Al-Uluw ataupun istawa di atas Arsy, maka itu bukan menunjukkan kekurangan melainkan justru menunjukkan Keagungan (Al-'Azhim), dan kemahasempurnaan (Asmaul Husna) ataupun Asma Wa Shifat Allah. Demikian juga jika Allah tidak pernah mati, tidak punya isteri dan anak, tidak bodoh, tidak tidur, tidak letih, tidak mungkin menjelma menjadi manusia (makhluq), tidak berada di mana-mana (termasuk di tempat pembuangan kotoran manusia dan tempat najis) maka itu semua bukan menunjukkan ketidakmampuan ataupun ketidakmahakuasa, tapi justru menunjukkan Keagungan dan Kemahasempurnaan Allah.

๐Ÿ”ธ Ketika seorang hamba mengerjakan sholat membaca Al-Fatihah, rukuk membaca ุณُุจْุญَุงู†َ ุฑَุจِّู‰َ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ “SUBHANAA ROBBIYAL ‘AZHIM (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung).” (HR. Muslim, no. 772) dan sujud membaca ุณُุจْุญَุงู†َ ุฑَุจِّู‰َ ุงู„ุฃَุนْู„َู‰ "SUBHANAA ROBBIYAL A’LAA" (Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi). (HR. Muslim, no. 772 dan Abu Daud, no. 871) maka itu semua di antara bentuk pengakuan dan persaksian seorang hamba.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ، ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†.




Minggu, 01 Juni 2025

Kenapa Banyak Insan Yang Menolak & Meragukan Sifat Allah Yang Ditetapkan-Nya ?


 


Kenapa Banyak Insan Yang Menolak & Meragukan Sifat Allah Yang Ditetapkan-Nya ?

Jika Makhluq Saja Tidak Mustahil Mampu Seperti Ini..

๐Ÿ‘‘ Jika ada seorang "raja manusia" atau "raja jin" yang istawa di atas singgasananya. Sang raja punya 7 keping uang logam berbentuk "qurshoh" berada di bawahnya. Maka tidak mustahil :

1⃣ Posisi raja selalu berada di atas 7 keping uang tsb.
2⃣ Sang raja mampu menguasai, mengawasi ataupun mengatur 7 keping uang tersebut.
3⃣ Raja bisa dikatakan sangat dekat (bersama) dengan 7 keping uang, walau raja berada di atas singgasana. Dan tidak boleh dikatakan sang raja berada dimana-mana.
4⃣ Raja mampu turun mendekati kepingan uang tanpa harus turun dari singgasananya sesuai kehendaknya
5⃣ Raja terpisah dengan 7 keping uang, walau posisi raja sangat dekat dengan kepingan tersebut.
6️⃣ Raja mampu menginjak salah satu kepingan dengan kakinya tanpa turun dari singgasana dan tanpa bermadhorot terhadap dirinya.
7️⃣ Dan sebagainya.

Sedangkan Allah Tidaklah Sama Dengan Makhluq

.. ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ٖ ุดَูŠْุกٌۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠْุฑُ ۝ูกูก

 ".... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Asy-Syura : 11)


Allah Istawa Di Atas 'Arsy Jangan Dipahami Allah Membutuhkan Tempat & Makhluq



Allah Istawa Di Atas 'Arsy Jangan Dipahami Allah Membutuhkan Tempat & Makhluq


๐Ÿ”ธ Allah berada di atas seluruh makhluq dan istawa di atas Arsy. Istawa Allah tidak sama dengan istawa makhluq. Allah berkalam :

ุงَู„ุฑَّุญْู…ٰู†ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงุณْุชَูˆٰู‰ ۝ูฅ

"(yaitu) Ar-Rahman, yang ber-istawa di atas ‘Arsy." (QS. Thaha : 5)

๐Ÿ”ธ Allah telah ada sebelum ada tempat ataupun sebelum ada makhluq. Allah Ta'ala berkalam :

ู‡ُูˆَ ุงู„ْุงَูˆَّู„ُ ูˆَุงู„ْุงٰุฎِุฑُ ูˆَุงู„ุธَّุงู‡ِุฑُ ูˆَุงู„ْุจَุงุทِู†ُۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนَู„ِูŠْู…ٌ ۝ูฃ

"Dialah Al-Awwal, Al-Akhir, Al-Zhahir dan Al-Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Hadid : 3)

๐Ÿ”ธ Allah tidak membutuhkan tempat, Arsy ataupun makhluq. Tapi sebaliknya semua makhluq membutuhkan Allah. Al Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan QS. Al-Ikhlas ayat 2 :

ูˆَู‚َูˆْู„ُู‡ُ: ﴿ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุตَّู…َุฏُ﴾ ู‚َุงู„َ ุนِูƒْุฑِู…َุฉُ، ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ: ูŠَุนْู†ِูŠ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุตْู…ُุฏُ ุงู„ْุฎَู„َุงุฆِู‚ُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ูِูŠ ุญَูˆَุงุฆِุฌِู‡ِู…ْ ูˆَู…َุณَุงุฆِู„ِู‡ِู…ْ.

"Allah adalah Ash-Shomad." Ikrimah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah yang bergantung kepada-Nya semua makhluk dalam kebutuhan dan sarana mereka.

๐Ÿ”ธ Allah berbeda dengan makhluq (termasuk istawa Allah). Allah berkalam :

.... ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ٖ ุดَูŠْุกٌۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠْุฑُ ۝ูกูก

 ".... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Asy-Syura : 11)

๐Ÿ”ธ Jika seluruh makhluk memerlukan ruang dan tempat, maka mustahil Allah membutuhkan tempat karena Allah beda dengan makhluq dan tidak membutuhkan makhluq.


 

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan ูˆَู‡َูƒَุฐَุง ูƒَุซِูŠุฑٌ ู…ِู…َّู†ْ ุตَู†َّูَ ูِูŠ ูَุถَุงุฆِู„ِ ุงู„ْุนِุจَุงุฏَุงุชِ، ูˆَู...