Kamis, 31 Juli 2025

Mana Yang Lebih Mencocokki Sunnah.. Sebutan "Kyai", "Ustadz" Ataukah "Mu'allim" ?


 

Mana Yang Lebih Mencocokki Sunnah.. Sebutan "Kyai", "Ustadz" Ataukah "Mu'allim" ?


🔸 Sebutan "Kyai" tiada dalilnya dalam Al-Qur'an dan Hadits. Bisa dipakai untuk sebutan senjata seperti : keris Kyai Nogo Sosro. Bisa dipakai nama kendaraan seperti : Kereta Kyai Garuda Yekso, Kyai Jongwiyat dan Kyai Puspoko Manik. Bahkan bisa dipakai nama hewan seperti : kebo Kyai Slamet.

🔸 Sebutan "Ustadz" tiada dalilnya dalam Al-Qur'an dan Hadits. Kata aslinya berasal dari bahasa Persia yaitu "ustad" (استاد) yang berarti pengajar atau orang yang ahli. Kata ini diserap ke dalam bahasa Arab menjadi "ustadz" (أستاذ) dengan penyesuaian ejaan sesuai huruf hijaiyah. Dalam bahasa Arab, "ustadz" berarti guru atau orang yang berpengetahuan.

🔸 Sebutan "Mu'allim" ada dalilnya dalam Al-Qur'an, Hadits ataupun Al-Ijma'. Bahkan Nabi Muhammad juga seorang Mu'allim dan bukan disebut "kyai" ataupun "ustadz". Terdapat banyak hadits bahwa Nabi Muhammad seorang مُعَلِّم. Walau sebagian hadits sanadnya dho'if tapi maknanya shahih. Allah ta'ala berkalam :

كَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلًا مِّنْكُمْ يَتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِنَا وَيُزَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَۗ ۝١٥١ ( البقرة : ١٥١ )
لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝١٦٤ ( آل عمران : ١٦٤ ).
وروى الإمام مسلم (1478) عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عن رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا، وَلَا مُتَعَنِّتًا، وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا.

“Sesungguhnya Allah tidak mengutusku untuk mempersulit orang lain dan tidak pula untuk  mencari kesalahannya tetapi Dia mengutusku sebagai mu'allim yang memberi kemudahan." (HR. Muslim)

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Di Antara Tolok Ukur Millah Dan Madzhab Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah


 

Di Antara Tolok Ukur Millah Dan Madzhab Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah


🔸 Mentauhidkan Allah dengan beriman kepada Allah dan mengingkari thoghut, sebagaimana inti dakwah para nabi.

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٥٦

“....Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. ....” (QS. Al-Baqarah : 256).

🔸 Berpegang dengan Al-Qur'an dan Hadits Shahih sesuai pemahaman para Shahabat (Salafush-Shalih)

🔸 Jika menjumpai ikhtilaf banyak, maka berpegang kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Al-Khulafa' Ar-Rasyidin.

قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

🔸 Tidak menyelisihi Aqidah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah ataupun Ushul As-Sunnah.

🔸 Menjadikan Al-Ijma' sebagai hujjah setelah Kitabullah dan As-Sunnah.

وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدٰى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا ۝١١٥ ( ٱلنِّسَاء ١١٥ ) 
إنَّ اللَّهَ قد أجارَ أمَّتي أن تجتمِعَ علَى ضلالةٍ ( تخريج كتاب السنة،خلاصة حكم المحدث : حسن)

🔸 Bersama Al-Jama'ah dan menjauhi semua firqoh, jam'iyyah ataupun hizb (kelompok).

🔸 Menjauhi Bid'ah dan Ahwa' serta ahlinya.


Sabtu, 26 Juli 2025

Insya Allah 1 Shafar 1447 H Bertepatan Sabtu, 26 Juli 2025


 

Insya Allah 1 Shafar 1447 H Bertepatan Sabtu, 26 Juli 2025











Arab Saudi, Penanggalan Ummul Qura, Kemenag RI, Wujudul Hilal, dan ahli astronomi sepakat hari ini Sabtu masuk tanggal 1 Shafar 1447 H. Insya Allah untuk mengecek kebenarannya bisa dibuktikan pada saat Ayyamul Bidh..

Minggu, 20 Juli 2025

Penamaan Millah Dari Allah dan Nabi-Nya Kemudian Al-Ijma' Yang Wajib Kita Terima


 

Penamaan Millah Dari Allah dan Nabi-Nya Kemudian Al-Ijma' Yang Wajib Kita Terima


🔸 Di antara nisbat dan penamaan yang disyari'atkan yaitu "Muslim", "Mukmin" dan "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah".

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِۗ هُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُࣖ ۝٧٨


"Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, ...." (QS. Al-Hajj : 78)9

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ۝١

"Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin." (QS. Al-Mukminun : 1)

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ} يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَالْفُرْقَةِ. قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا. (تفسير القرآن العظيم - تفسير ابن كثير )

Al-Hafizh Ibn Katsir rahimahullah berkata : Kalam Allah Ta’ala: "(pada hari memutihnya wajah orang-orang dan menghitamnya wajah orang-orang) yakni pada hari kiamat ketika memutih wajah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, dan menghitam wajah Ahlul-Bid’ah wal-Furqah. Demikian dikatakan oleh Ibn ‘Abbas rodhiyaallahu 'anhuma."  (lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Ali ‘Imran : 106)

⛔ Adapun penamaan "Muhammadiyyah", "Ashhabiyyah", "Umariyyun", "Utsmaniyyun", "Alawi", "Syafi''iyyah, "Ahmadiyyah", "Asy'ariyyah", "Wahhabi", "Salafiyyun", dan semua penamaan yang tiada dalil dan Salafnya serta bukan Al-Ijma' maka berhak kita tolak.


Rabu, 09 Juli 2025

Di Antara Perkara Bid'ah Dholalah Yang Banyak Diamalkan Dan Dianggap Hasanah

 



Di Antara Perkara Bid'ah Dholalah Yang Banyak Diamalkan Dan Dianggap Hasanah


1️⃣ Gemar tafarruq (berpecah-belah) dengan tidak mengerjakan sholat Jum'at dan sholat 'Id ma'al umaro yang tiada salafnya dan menyelisihi Ushul As-Sunnah.
2️⃣ Mendirikan hizb : jam'iyyah, muassasah, majmu'ah Salafiyyah ataupun istilah mereka "Jam'iyyah bernuansa Al-Jama'ah" dengan mengangkat amir dan menuntut ketaatan para anggotanya. Itu termasuk hizbiyyah.
3️⃣ Dakwah dengan "Ash-Shuwar" makhluq bernyawa yang berupa video, foto dan semisal.
4⃣ Mendirikan panti asuhan ( menitipkan anak kecil dan anak gadis kepada orang yang tidak berhak menjadi hadhinah ataupun bukan mahram) yaitu berupa pondhok anak kecil dan pondhok wanita (TN) tanpa mahram.
5⃣ Tasawwul (minta-minta) atas nama dakwah ataupun hizbiyyah dengan penggalangan dana, proposal dana dll.
6⃣ Membuat tanzhim dakwah hizbiyyah yang menuntut ketaatan dan adanya iqob bagi yang dianggap tidak taat.
7⃣ Membiasakan syirik niat dalam beramal seperti berdakwah mengharapkan upah (gaji), menuntut ilmu dengan tujuan mencari dunia/ijazah dll.
8⃣ Mengambil harta dengan jalan ataupun akad batil. Semisal memungut biaya pendaftaran di pesantren, menyewakan harta dan area wakaf untuk kaum muslimin dll.
9⃣ Mengadakan Sekolah Terpadu maksiat semisal pelajaran Ilmu Pengetahuan Ateisme (IPA) dll.
🔟 Mensyariatkan puasa berjama'ah yang tiada Salafnya. Padahal puasa itu tetap sah meski tanpa imam ataupun tidak bersama amir. Tidak sebagaimana pelaksanaan sholat Jum'at dan sholat 'Id.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Minggu, 06 Juli 2025

Siapa Yang Dimaksud Ulama As-Salaf dan Ulama Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah ?


 

Siapa Yang Dimaksud Ulama As-Salaf dan Ulama Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah ?


⭐✨ Ulama As-Salaf adalah para ulama yang hidup pada generasi awal Islam, atau pada abad pertama hingga ke-3 H (abad ke-7 s.d ke-9 M). Yaitu para Shahabat Nabi Muhammad ﷺ, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in atau yang masyhur dengan sebutan Salafush-Sholih. Para ulama Salaf sebagai rujukan utama dalam memahami Islam karena mereka hidup pada zaman yang dekat dengan Nabi Muhammad dan memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari Nabi atau dari sahabat-sahabat Nabi. Di antaranya :
🔸 Shahabat Nabi seperti Abu Bakr Ash-Shidiq Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib
🔸 Tabi'in seperti Uwais Al-Qorni, Umar bin AbdulAziz, Hasan Al-Bashri, Sa'id bin Al-Musayyib, Urwah bin Az-Zubair, Mujahid dan imam Abu Hanifah.
🔸 Tabi'ut Tabi'in seperti imam Malik, imam Al-Auza'i, dan imam Sufyan Ats-Tsauri, dan imam Asy-Syafi'i.

⭐✨ Generasi setelahnya yang mengikuti para Salafush-Sholih, maka dikenal dengan sebutan Ulama Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah. Diantaranya :
🔸 Imam Ahmad dan para imam Ahli Hadits semisal imam Al-Bukhori, imam Muslim, imam An Nasa'i, imam Abu Dawud dan imam At Tirmidzi.
🔸 Imam Abu Bakar Al Baqilani (338 H – 403 H).
🔸 Al-Baghawi (wafat 516 H)
🔸 Ibnul Jauzi atau Abu al-Faraj ibn al-Jauzi (508 H-597 H)
🔸 Imam Nawawi (676 H) & Ibnu Daqiq Al-Ied (w. 702 H)
🔸 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), Ibnul Qoyyim, Al-Hafizh Ibnu Katsir, Ibnu Rajab, imam Adz-Dzahabi.
🔸 Al Hafizh Al Iraqi (w. 806 H) dan Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H)
🔸 Imam Jalaluddin As-Suyuthi wafat 911 H
🔸 Imam Ar-Ramli (wafat 1004 H.).
🔸 Imam Ash-Shan’ani (wafat 1182 H) dan syaikh Muhammad At-Tamimi (wafat 1206 H).
🔸 Imam Shiddiq Hasan Khan (wafat tahun 1307 H)
🔸 Imam Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (1325-1393 H) yaitu guru syaikh bin Baz, syaikh Al-Utsaimin, syaikh Muqbil, syaikh Robi', dll.

Siapa Yang Paling Berhak Menyandang Sebagai "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah"?


 

Siapa Yang Paling Berhak Menyandang Sebagai "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah"?


🔸 Telah Sunnatullah bahwa semua jam'iyyah di muka bumi pada umumnya merasa tidak puas jika hanya dengan penamaan "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" sehingga kemudian membuat penamaan lain untuk identitas diri mereka. Lihatlah realita yang ada..

Kullabiyah/Asy'ariyyah dan Maturidiyyah mengklaim Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah..
Jam'iyyah-jam'iyyah Salafi/Salafiyyah mengklaim Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah..
Jam'iyyah Muhammadiyyah mengklaim Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah..
Jam'iyyah NU  mengklaim Ahlus Sunnah.Wal-Jama'ah..
Jam'iyyah PERSIS mengklaim Ahlus Sunnah.Wal-Jama'ah..
Bahkan kebanyakan jam'iyyah pun umumnya mengklaim Ahlus-Sunnah.Wal-Jama'ah.. sehingga akhirnya memperebutkan.

🔸 Daripada ujung-ujungnya mengklaim sebagai "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" maka lebih baik kita langsung nisbat kepada "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" sebagaimana generasi Salafush-Sholih berdasarkan ijma'.

🔸 Orang-orang yang menamakan diri "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah", merasa cukup dengan penamaan tersebut sehingga tidak membuat nama selainnya tanpa dalil dan salafnya.. jika mengklaim sebagai Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah maka insya Allah itu yang paling bisa diterima secara akal sehat.

Maka Ketahuilah Orang-orang Yang Nisbat dan Merasa Cukup Dengan Penamaan Millah Dan Madzhab "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" Itulah Yang Lebih Berhak Menyandang Sebagai Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah..
Yaitu Golongan Yang Mengikuti Manhaj Salafush-Sholih 

Sabtu, 05 Juli 2025

Perbandingan Penanggalan Bulan Di Langit Tanggal 7, 8 dan 9


 


Perbandingan Penanggalan Bulan Di Langit Tanggal 7, 8 dan 9


🔸 Tanggal 7 umumnya pada waktu awal Magrib Bulan sudah tergelincir berada di langit sebelah Barat. Bentuk Bulan di langit belum separuh dan terlihat masih cekung.

🔸 Tanggal 8 umumnya pada waktu awal Maghrib Bulan berada di tengah-tengah Langit atau masih berada sedikit condong di belahan langit Timur. Bentuk Bulan umumnya sekitar separuh.

🔸 Tanggal 9 umumnya pada waktu awal Maghrib posisi Bulan nampak jelas masih berada di langit sebelah Barat. Bentuk Bulan terlihat jelas lebih dari separuh dan tampak cembung.

Itu secara umum demikian.. إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ
Kecuali jika Allah berkehendak lain.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.



Selasa, 01 Juli 2025

Berhati-hatilah Terhadap Perkara Muhdats ( Hal-hal Baru Yang Diada-adakan )


 


Berhati-hatilah Terhadap Perkara Muhdats ( Hal-hal Baru Yang Diada-adakan )


🔸 Nabi  bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat ikhtilaf (perselisihan) yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara muhdats (perkara baru yang diada-adakan) karena setiap yang muhdats adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi. Hadits ini shahih)

🔸 Ketika menjumpai ikhtilaf (perselisihan) maka kita wajib berpegang dengan Sunnah Nabi dan sunnah Khulafa' Ar-Rosyidin serta berhati-hati terhadap perkara muhdats (perkara baru yang diada-adakan dalam agama). Kecuali apabila terdapat ijma', karena umat ini tidak mungkin sepakat di atas kesesatan.

إِنَّ اللهَ قَدْ أَجَارَ أُمَّتِي أَنْ تَجْتَمِعَ عَلَى ضَلَالَةٍ ( أخرجه الضياء في الأحاديث المختارة )

“Sesungguhnya Allah telah melindungi umatku untuk sepakat dalam kesesatan.” (Shahih. HR. Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtarah)

 

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...