Senin, 29 September 2025

Makna At-Tauhid ( معنى التوحيد ) Dan Makna Kalimat Tauhid "Laa Ilaha Illa Allah"


 


Makna At-Tauhid ( معنى التوحيد ) Dan Makna Kalimat Tauhid "Laa Ilaha Illa Allah"


التوحيد في اللغة: مصدر للفعل (وحَّد، يوحِّد) توحيدا فهو موحِّد إذا نسب إلى الله الوحدانية ووصفه بالانفراد عما يشاركه أو يشابهه في ذاته أو صفاته، والتشديد للمبالغة أي بالغت في وصفه بذلك.

🔸 Tauhid dalam bahasa : Mashdar yang berasal dari kata kerja (wahhada, yuwwahhidu) yang berarti mengesakan, sehingga seseorang disebut sebagai muwahhid (orang yang mengesakan) jika dia menghubungkan keesaan kepada Allah dan mensifati-Nya dengan keunikan dari apa yang menyerupai atau menyamai-Nya dalam dzat atau sifat-sifat-Nya. Dan tashdid (penekanan) dalam kata tersebut untuk menunjukkan mubalaghah, yaitu penekanan yang kuat dalam mensifati Allah dengan keunikan tersebut."

وأما تعريفه في الاصطلاح فهو: . إفراد الله تعالى بما يختص به من الألوهية والربوبية والأسماء والصفات وكل ما يختص به.

🔸 Dan definisi tauhid secara istilah : Mengesakan Allah Ta'ala dengan apa yang khusus bagi-Nya dari segi uluhiyah, rububiyah, asma wa shifat serta semua apa yang khusus bagi Allah.
Atau lebih ringkasnya : "إفراد الله تعالى بما يختص به"

و معنى كلمة التوحيد لا إله إلا الله : لا معبود حق إلا الله، هذا معناها كما قال تعالى: ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ [الحج:62] وهي نفي وإثبات (لا إله) نفي و(إلا الله) إثبات (لا إله) تنفي جميع المعبودات، وجميع الآلهة بغير حق، و(إلا الله) تثبت العبادة بالحق لله وحده فهي أصل الدين وأساس الملة.

"Makna kalimat Tauhid Laa Ilaha Illa Allah adalah: Tidak ada sesembahan yang haqq (benar) kecuali Allah. Ini adalah maknanya sebagaimana kalam Allah Ta'ala: "Demikianlah karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq (benar), dan apa saja yang mereka seru selain dari-Nya adalah batil (palsu)" (QS. Al-Hajj: 62). Kalimat ini merupakan penafian dan penetapan. (Laa ilaaha) adalah penafian, dan (illallah) adalah penetapan. (Laa ilaaha) menafikan semua sesembahan dan semua tuhan yang disembah tanpa hak, sedangkan (illallah) menetapkan ibadah yang benar hanya untuk Allah semata. Maka kalimat ini adalah pokok agama dan dasar millah (agama)."

Catatan : Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah tidak mensyariatkan (mewajibkan) pembagian tauhid menjadi 2, 3, ataupun 4 karena memang tiada al-ijma'. Yang penting bisa memahami makna tauhid dengan benar sesuai faham Salafush-Sholih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...