Bolehnya Berbuat Baik dan Berlaku Adil Kepada Orang Kafir/non-Muslim
Ayat Al-Qur'an yang menjelaskan kebolehan berbuat baik dan berlaku adil kepada orang kafir yang tidak memusuhi Islam adalah Surah Al-Mumtahanah ayat 8. Allah berkalam:
لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ٨
"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."
Poin utama dari ayat ini:
🔸 Berbuat Baik (Tabarruhum): Umat Islam diperbolehkan menjalin hubungan sosial yang baik, memberikan bantuan, dan bersikap santun.
🔸 Berlaku Adil (Tuqsitu): Memberikan hak-hak mereka secara objektif tanpa diskriminasi serta tidak berlaku zholim.
🔸 Syarat: Ketentuan ini berlaku bagi non-Muslim yang tidak memerangi umat Islam karena agama dan tidak mengusir umat Islam dari tanah airnya.
Insya Allah ini juga berlaku untuk ahlul bid'ah ataupun ahlu maksiat yang tidak memusuhi/berlaku zholim terhadap ahlus-Sunnah.
Meskipun demikian kita disyariatkan melakukan hajr tark (tidak duduk-duduk/bermajelis) dengan mereka agar tidak ketularan. Adapun untuk hajr uqubah maka ada syarat yang harus terpenuhi serta pertimbangkan mashlahat dan mafsadat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar