Selasa, 23 Desember 2025

Di Antara Dalil Haramnya Ucapan At-Tahniah Pada Syiar-Syiar Kekufuran







Di Antara Dalil Haramnya Ucapan At-Tahniah Pada Syiar-Syiar Kekufuran

https://teguhakhirblora.blogspot.com/2025/12/di-antara-dalil-haramnya-ucapan-at.html?m=1


وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ۝٢

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat 'iqob (siksaan)-Nya." (QS. Al-Maidah : 2)

عن ابنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قال: قال رسولُ الله صلَّى الله عليه وسلم:
«مَن تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ». (حسن - رواه أبو داود وأحمد - سنن أبي داود - 4031)

Ibnu Umar radhiyallāhu 'anhumā meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari kalangan mereka."  
(Hasan -  HR. Abu Daud dan Ahmad - (Sunan Abu Daud - 4031)

ثم ساق من طريق ابن أبي حاتم : حدثنا الأشج ، ثنا عبد الله بن أبي بكر ، عن العلاء بن المسيب ، عن عمرو بن مرة : ( والذين لا يشهدون الزور ) قال : لا يمالئون أهل الشرك على شركهم ولا يخالطونهم ، ونحوه عن الضحاك . (أحكام أهل الذمة ج ٣ ص ١٢٤٥ - أبو عبد الله محمد بن أبي بكر ابن قيم الجوزية)

Kemudian ia (Ibnu Jarir) meriwayatkan dari jalan Ibnu Abi Hatim: Dari Ashaj, dari Abdullah bin Abi Bakr, dari Al-Alaa bin Musayyib, dari Amr bin Murrah, tentang kalam Allah "والذين لا يشهدون الزور"  (Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu) (QS. Al-Furqan: 72), ia berkata: "Mereka tidak membantu orang-orang musyrik dalam kesyirikan mereka dan tidak pula bergaul dengan mereka." Demikian pula pendapat Al-Dhahhak.

وقال البخاري في غير " الصحيح " : قال لي ابن أبي مريم : حدثنا نافع بن يزيد سمع [ سليمان ] بن أبي زينب [ وعمرو ] بن الحارث سمع سعيد بن سلمة ، سمع أباه ، سمع عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : " اجتنبوا أعداء الله في عيدهم " ذكره البيهقي .

Imam Al-Bukhari menyebutkan dalam kitab selain "Shahih"nya: Ibnu Abi Maryam berkata kepadaku, "Nafi' bin Yazid menceritakan kepada kami, ia mendengar Sulaiman bin Abu Zainab dan Amr bin Al-Harith, mereka mendengar Sa'id bin Salama, ia mendengar ayahnya, ia mendengar Umar bin Al-Khattab Radhiyaallahu 'anhu berkata: "Hindarilah musuh-musuh Allah pada hari raya mereka." Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi.

Ijma' Tentang Haramnya Ucapan At-Tahniah Pada Syiar-Syiar Kekufuran

Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitab Ahkam Ahli Dzimmah menyebutkan,

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به  فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم ، فيقول : عيد مبارك عليك ، أو تهنأ بهذا العيد ، ونحوه ، فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات ، وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب ، بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه .
وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ، ولا يدري قبح ما فعل ، فمن هنأ عبدا بمعصية أو بدعة أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه ،

"Adapun at-tahniah (mengucapkan selamat) atas syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi mereka (orang kafir), maka itu adalah haram dengan kesepakatan ulama (al-ijma'), seperti mengucapkan selamat atas hari raya dan puasa mereka, misalnya dengan mengatakan "Selamat hari raya, semoga hari raya ini diberkahi bagi kamu", atau ucapan selamat atas hari raya tersebut, dan semisalnya. Jika orang yang mengucapkan selamat tersebut selamat dari kufur, maka itu termasuk perbuatan yang diharamkan, dan itu sama seperti mengucapkan selamat atas sujudnya seseorang kepada salib. Bahkan, itu lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai daripada mengucapkan selamat atas minum khamr, membunuh jiwa, berzina, dan semisalnya.
Dan banyak dari kalangan orang-orang yang tidak memiliki penghargaan (kepedulian) terhadap agama di dalam hatinya terjatuh ke dalam hal tersebut, sedangkan ia tidak menyadari betapa buruknya perbuatan yang ia lakukan. Maka, barangsiapa yang memberi ucapan selamat kepada seorang hamba atas suatu kemaksiatan, bid'ah, atau kekafiran, maka sungguh ia telah memaparkan dirinya pada kemurkaan Allah dan amarah-Nya."

وقد [ ص: 442 ] كان أهل الورع من أهل العلم يتجنبون تهنئة الظلمة بالولايات ، وتهنئة الجهال بمنصب القضاء والتدريس والإفتاء تجنبا لمقت الله وسقوطهم من عينه ، وإن بلي الرجل بذلك فتعاطاه دفعا لشر يتوقعه منهم فمشى إليهم ولم يقل إلا خيرا ، ودعا لهم بالتوفيق والتسديد فلا بأس بذلك ، وبالله التوفيق . (أحكام أهل الذمة  ج ١ ص ٤٤١ - ابن القيم الجوزية)

"Dan sungguh [Hal. 442] orang-orang yang wara' dari kalangan ahli ilmu senantiasa menghindari memberi ucapan selamat kepada para pendzalim atas jabatan (kekuasaan) mereka, serta menghindari memberi ucapan selamat kepada orang-orang bodoh atas jabatan peradilan, pengajaran, maupun fatwa. Hal ini dilakukan demi menghindari kemurkaan Allah dan agar mereka tidak jatuh (hina) di mata-Nya.
Namun, jika seseorang diuji dengan keadaan tersebut (terpaksa melakukannya) demi menolak keburukan yang dikhawatirkan dari mereka, lalu ia mendatangi mereka dan tidak mengucapkan kecuali perkataan yang baik, serta mendoakan mereka agar mendapatkan taufiq (petunjuk) dan tasdid (ketepatan dalam bersikap), maka hal itu tidaklah mengapa. Dan hanya kepada Allah-lah memohon taufiq."
(Ahkam Ahli Dzimmah, 1: 441)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al -‘Utsaimin rahimahullah mengatakan pula,

تهنئة الكفار بعيد الكريسمس أو غيره من أعيادهم الدينية حرامٌ بالاتفاق

“Ucapan selamat hari natal atau ucapan selamat lainnya yang berkaitan dengan perayaan agama orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan ulama” (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 3: 45).


Catatan :

Toleransi yang benar yaitu dengan tidak berbuat zholim, saling bantu atau berbuat baik dalam perkara dunia, mendoakan mereka mendapat hidayah ataupun mendiakan kebaikan dalam perkara dunia (semisal sehat), serta hidup berdampingan dengan ahlu-dzimmah.

Kemudian tidak menggangggu mereka beribadah (termasuk gangguan pengeras suara).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...