7 Bantahan Atas Tuduhan Orang Kafir Bahwa Umat Islam Menyembah Ka'bah
1⃣ Islam Mengajarkan Tauhid
Inti ajaran Islam adalah لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ "Tiada Ilahi yang berhak disembah selain Allah". Menyembah benda mati seperti batu atau bangunan adalah perbuatan syirik yang sangat dilarang dalam Islam.
2⃣ Umat Islam Bukan Menyembah Ka'bah, Melainkan Diperintahkan Menyembah Rabb Ka'bah (QS. Al-Quraisy : 3) yaitu Rabb Semesta Alam
3⃣ Ka'bah Adalah Kiblat (Arah), Bukan Objek Sembah
🔸 Umat Islam menghadap ke arah Ka'bah semata-mata karena perintah Allah untuk menyatukan arah ibadah
🔸 Bukti Sejarah. Dahulu kiblat umat Islam adalah Masjidil Aqsa di Yerusalem sebelum Allah memerintahkannya pindah ke Ka'bah. Jika Ka'bah adalah Tuhan, maka arahnya tidak akan pernah berubah.
4⃣ Bolehnya Sholat Di Dalam Ka'bah
Jika seseorang menyembah suatu objek, dia pasti akan bersujud ke arah objek tersebut dari luar. Namun, dalam Islam, umat Muslim diperbolehkan (bahkan Rasulullah ﷺ pernah melakukannya) shalat di dalam Ka'bah.
Saat shalat di dalam Ka'bah, seseorang boleh menghadap ke arah mana saja (tembok mana saja). Jika Ka'bah adalah objek sembahan, tentu tidak masuk akal menyembah "dari dalam" ke arah dinding yang berbeda-beda. Ini membuktikan bahwa yang dikejar adalah perintah Allah, bukan fisik bangunannya.
5⃣ Boleh Diinjak atau Dinaiki
Bilal bin Rabah pernah naik ke atas Ka'bah dan adzan atas perintah Rasulullah ﷺ. Tidak mungkin menyembah sesuatu yang diinjak.
6⃣ Ka'bah Adalah Bangunan Fisik yang Bisa Rusak
Sesuatu yang disembah seharusnya tidak bisa hancur atau dibangun ulang oleh manusia. Dalam sejarahnya, Ka'bah telah beberapa kali rusak karena banjir, kebakaran, atau serangan, dan kemudian dibangun kembali oleh manusia.
7⃣ Tidak Membuat Miniatur Ka'bah Sebagai Berhala
Umat Islam tidak membuat miniatur Ka'bah untuk ditaruh di rumah atau dibawa-bawa untuk disembah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar