Kadar Kecintaanmu Kepada Saudaramu Sebagai Cerminan Kadar Keimananmu
"Seringkali kita mencari ukuran untuk menilai seberapa besar kadar iman kita. Ternyata, jawabannya bukan hanya pada panjangnya shalat malam kita, melainkan pada seberapa tulus kita mencintai dan menginginkan kebaikan bagi orang lain..."
عَنْ أَبِيْ حَمْزَة أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ » رَوَاهُ اْلبُخَارِيّ وَمُسْلِمٌ
Dari Abu Hamzah –Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu– pembantu Rasulullah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ”Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman (dengan keimanan yang sempurna) sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
والذي نفسُ مُحَمَّدٍ بيدِهِ لا يُؤْمِنُ أحدُكُم حتى يُحِبَّ لِأَخِيهِ ما يُحِبُّ لنفسِهِ من الخيرِ
خلاصة حكم المحدث : صحيح | الراوي : أنس بن مالك | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح النسائي | الصفحة أو الرقم : 5032
| التخريج : أخرجه النسائي (5017) واللفظ له، وأخرجه البخاري (13)، ومسلم (45) مختصراً بلفظ مقارب
"Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah salah seorang diantara kalian beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri dalam hal kebaikan." (Hadits Shahih. HR. An-Nasa'i)
لا يبلغُ العبدُ حقيقةَ الإيمانِ حتَّى يحبَّ للنَّاسِ ما يحبُّ لنفسِهِ
خلاصة حكم المحدث : صحيح | الراوي : [أنس بن مالك] | المحدث : الهيتمي المكي | المصدر : الزواجر عن اقتراف الكبائر | الصفحة أو الرقم : 1/238 | التخريج : أخرجه ابن حبان (235)، وأبو يعلى (3081)، والضياء المقدسي في ((المختارة)) (2525) واللفظ لهم، وأصل الحديث في البخاري (13)، ومسلم (45).
"Tidaklah seorang hamba akan mencapai hakikat keimanan hingga ia mencintai manusia lainnya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (Hadits Shahih).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar