Senin, 06 April 2026

Rasulullah ﷺ Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlaq


 

Rasulullah ﷺ Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlaq


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ». (حسن - رواه البخاري في الأدب المفرد وأحمد والبيهقي - السنن الكبرى للبيهقي - 20819)

Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq mulia."  
(Hasan - HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, dan Baihaqi - As-Sunan Al-Kubrā karya Baihaqi - 20819)

إنما بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مكارمَ و في روايةٍ ( صالحَ ) الأخلاقِ
الراوي : أبو هريرة | المحدث : الألباني | المصدر : السلسلة الصحيحة الصفحة أو الرقم: 45 | خلاصة حكم المحدث : صحيح | التخريج : أخرجه البزار (8949)، وتمام في ((الفوائد)) (276)، والبيهقي (21301). والرواية أخرجها أحمد (8952)، والبيهقي في ((شعب الإيمان)) (7978) واللفظ لهما، والحاكم (4221) باختلاف يسير

"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq," dan dalam riwayat lain "(kesalihan/kebaikan) akhlaq." (Hadits Shahih)

🔸 Makarim (مكارم): Berarti kemuliaan atau keluhuran. Ini merujuk pada standar akhlaq yang paling tinggi dan terhormat.
🔸 Shalih (صالح): Berarti kebaikan, kepantasan, atau keshalehan. Ini merujuk pada akhlaq yang benar secara moral dan bermanfaat bagi sesama.
🔸 Nabi ﷺ mengabarkan bahwa beliau diutus oleh Allah ﷻ hanya untuk menyempurnakan akhlaq mulia dan akhlaq shalih (baik). Nabi ﷺ diutus sebagai penyempurna bagi rasul-rasul sebelumnya dan penyempurna bagi akhlaq-akhlaq bangsa Arab yang baik. Bangsa Arab adalah orang-orang yang mencintai kebaikan dan benci terhadap keburukan, mereka juga orang-orang yang memiliki muruah, kedermawanan, dan keberanian. Nabi ﷺ diutus untuk menyempurnakan kekurangan yang ada pada akhlak mereka seperti membangga-banggakan nasab, sombong, merendahkan orang miskin, dan lain sebagainya.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Mushaf Seakrab Gawai: Di Balik Layar dan Lembar Cahaya

  Jika Mushaf Seakrab Gawai: Di Balik Layar dan Lembar Cahaya Duhai jiwa, andai Mushaf sedekat gawai di jemari, Dicari gelisah bagai musaf...