Hari Tasyriq yang Mulia
Tiga hari setelah Idul Adha menjelma,
Hari tasyriq yang penuh berkah utama,
Para salaf menghidupkannya bersama,
Dengan ibadah dan dzikir yang menggema.
Tiada puasa di hari-hari ini,
Makan dan minum disunnahkan ilahi,
Menikmati daging hidangan yang suci,
Tanda syukur hamba yang rendah hati.
Di setiap usai shalat yang fardhu,
Takbir muqayyad bersahut merdu,
Mengagungkan Allah pengobat rindu,
Hati yang gundah menjadi syahdu.
Doa sapu jagat basah di lidah,
Memohon selamat di dunia yang indah,
Serta bahagia di akhirat nan cerah,
Sembari raga berserah pasrah.
Melempar jumrah bagi yang haji,
Berdzikir qurban luruskan janji,
Begitulah salaf menata diri,
Meraih ridha Sang Maha Suci.
۞ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۚ وَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ ٢٠٣
"Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. ...." (QS. Al-Baqarah : 203)
عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ
“Dari Nubaisyah Al-Hudzali, Rasulullah ﷺ bersabda, “Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan, minum, (pada riwayat lain) dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar