Senin, 25 Mei 2026

Seorang Pendusta Itu Lebih Buruk Keadaannya Daripada Hewan


 



Seorang Pendusta Itu Lebih Buruk Keadaannya Daripada  Hewan



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata

"... فَالْكَاذِبُ أَسْوَأُ حَالًا مِنْ الْبَهِيمَةِ الْعَجْمَاءِ." (من كتاب: مجموع الفتاوى ج ٢٠ ص ٧٤)

"Maka, seorang pendusta lebih buruk keadaannya daripada hewan yang tidak bisa berbicara."

Seorang pendusta lebih buruk dari hewan karena ia merusak fitrah kemanusiaannya sendiri. Secara ringkas, Ibnu Taimiyah menjelaskan alasannya melalui poin berikut:
🔸 Menyalahgunakan kelebihan: Manusia mulia karena akal dan lisan untuk menyampaikan kebenaran. Hewan tidak punya kemampuan ini. Pendusta punya, tetapi menggunakannya untuk menipu.
🔸 Merusak ilmu dan amal: Ucapan jujur adalah cerminan ilmu. Jika ucapan dirusak dengan dusta, maka amal dan tindakan setelahnya pasti ikut rusak.
🔸 Lebih rendah dari hewan: Hewan tidak berakal tetapi hidup jujur sesuai insting. Pendusta justru menggunakan akalnya secara sadar untuk membalikkan kebenaran menjadi kebatilan.
🔸 Kehilangan kehormatan: Dusta menghancurkan muru'ah (harga diri dan kehormatan) yang merupakan ruh dari karakter manusia.

"Hewan bertindak tanpa akal tanpa menipu, sedangkan pendusta menggunakan akal pemberian Allah justru untuk merusak kebenaran."

Dan ketahuilah dusta itu lebih buruk daripada bid'ah. Pendusta lebih buruk daripada Ahlul Bid'ah. Ini prinsip yang sangat masyhur dalam disiplin ilmu hadits (ilmu riwayat) dan Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seorang Pendusta Itu Lebih Buruk Keadaannya Daripada Hewan

  Seorang Pendusta Itu Lebih Buruk Keadaannya Daripada  Hewan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata "... فَالْكَاذِبُ أَس...