Hakikat Tauriyah dan Perbedaannya dengan Taqiyah
https://teguhakhirblora.blogspot.com/2026/07/hakikat-tauriyah-dan-perbedaannya.html?m=1
Tauriyah sebagai Jalan Keluar daripada Melakukan Kebohongan secara Terang-terangan
Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan sejumlah riwayat dari ulama salaf yang menunjukkan bahwa tauriyah ini adalah jalan keluar daripada harus berkata yang murni bohong dan dusta.
‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
إن في معاريض الكلام ما يغني الرجل عن الكذب
“Sesunggguhnya dalam bahasa-bahasa tauriyah itu sudah mencukupi seseorang sehingga dia tidak perlu berdusta secara terang-terangan.” (Ighatsatul Lahafaan, 1: 381)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,
ما يسرني بمعاريض الكلام حمر النعم
“Tidaklah membahagiakanku ketika bahasa-bahasa tauriyah itu diganti dengan unta merah (harta yang paling mahal ketika itu, pent.)” (Ighatsatul Lahafaan, 1: 381)
Jadi, menemukan kalimat-kalimat tauriyah yang bisa menyelamatkan seseorang dari dusta itu jauh lebih berharga dari unta merah yang merupakan harta yang paling mahal ketika itu.
Seorang ulama masa tabi’in, Hammad rahimahullahu Ta’ala, jika seorang tamu datang ke rumah beliau namun beliau tidak mau menemui dan berbicara dengannya, maka beliau meletakkan tangan atau jarinya ke giginya, sambil mengatakan,
ضرسي، ضرسي
“Gigiku, gigiku … “ (Afaatul Lisaan, hal. 50)
Orang mengira bahwa beliau sedang sakit gigi, sehingga mereka pun pulang karena merasa tidak enak. Padahal yang dimaksud Hammad adalah sekedar ingin menunjukkan bahwa ini gigi, dan ini tentu benar karena yang ditunjuk adalah gigi, bukan bagian tubuh yang lain.
Perbedaan Tauriyah dengan Taqiyah
Tauriyah dan Taqiyah adalah dua konsep yang berbeda dalam tradisi pemikiran Islam, baik dari segi pengertian, mekanisme, maupun perspektif hukumnya. Berikut adalah poin-poin utama perbedaannya:
1. Definisi dan Konsep
• Tauriyah (Ma'aaridh): Secara bahasa berarti menyembunyikan atau mengaburkan. Dalam konteks fikih, tauriyah adalah menyampaikan kalimat yang secara lahiriah mengandung makna ganda, di mana pembicara bermaksud pada makna yang benar, namun pendengar mungkin menangkap makna yang berbeda. Ini dianggap sebagai jalan keluar agar seseorang tidak perlu berbohong secara terang-terangan.
• Taqiyah: Secara bahasa berasal dari kata waqa yang berarti melindungi. Dalam istilah, taqiyah adalah menyembunyikan keyakinan atau menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada di dalam hati di hadapan pihak lain demi melindungi diri, harta, atau kehormatan dari ancaman atau bahaya.
2. Mekanisme
• Tauriyah: Menggunakan permainan kata atau pernyataan yang ambigu namun secara teknis tetap benar (tidak mengandung kedustaan secara substansial).
• Taqiyah: Menunjukkan sikap, perkataan, atau perbuatan yang secara sengaja bertentangan dengan apa yang diyakini di dalam hati untuk menipu atau mengelabui orang lain yang mengancam dirinya.
3. Pandangan dan Penggunaan
• Tauriyah: Umumnya dikenal dalam tradisi Sunni sebagai bentuk "pengecualian" yang digunakan dalam situasi darurat atau kebutuhan tertentu untuk menghindari dusta.
• Taqiyah: Sering dikaitkan secara kuat dengan madzhab Syiah sebagai mekanisme pertahanan diri (self-defense) yang dianggap memiliki landasan hukum dan teologis yang kuat (berdasarkan ayat Al-Qur'an tentang orang yang terpaksa). Meski demikian, pihak Sunni juga mengakui konsep perlindungan diri dalam situasi terpaksa, namun mereka membedakan batasan dan penggunaannya dengan konsep taqiyah yang dipahami dalam tradisi Syiah.
4. Contoh
• Contoh Tauriyah: Seseorang berkata, "Saya tidak punya uang," sambil menunjuk ke sakunya yang kosong, padahal ia memiliki uang di dompet lain. Secara teknis, pernyataan "di saku ini tidak ada uang" adalah benar.
• Contoh Taqiyah: Seseorang berpura-pura tidak beribadah atau tidak memiliki keyakinan tertentu di depan orang yang berniat mencelakainya karena perbedaan keyakinan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar