Minggu, 08 Desember 2024

Berpeganglah Kepada Al-Qur'an Dan As-Sunnah Agar Tidak Tersesat


 


Berpeganglah Kepada Al-Qur'an Dan As-Sunnah Agar Tidak Tersesat


     Allah Ta’ala berkalam :

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝١٦٤

164. Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali-‘Imran : 164)

       Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitabnya Al-Muwatho’ :

حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah bersabda : “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dalam Al-Muwatho‘. Hadits Shohih).

Dengan Jujur Dan Ikhlash Akan Menjadikan Tinggi Kedudukan Sebuah Kaum


 

Dengan Jujur Dan Ikhlash Akan Menjadikan Tinggi Kedudukan Sebuah Kaum


.... حدثنا أبو بكر المرُّوذي، قال: سمعتُ رجلاً يقول لأبي عبد الله -وذكر له الصدق والإخلاص - فقال أبو عبدالله: بهذا ارتفع القوم. (اسم الکتاب : مناقب الإمام أحمد - المؤلف : ابن الجوزي - الجزء : 1  صفحة : 267)

✍🏼  Imam Abu Bakr Al-Marudzi rahimahullah mengatakan :
Saya pernah mendengar seorang bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad), disebutkan pula kepada beliau tentang jujur dan ikhlash. Beliau mengatakan, “Dengan ini suatu kaum akan menjadi tinggi (kedudukannya).”

📖  lihat Manaqib Al-Imam Ahmad, hlm. 267


Sabtu, 07 Desember 2024

Sepuluh Hal Yang Sia-sia Dan Tiada Manfaatnya




Sepuluh Hal Yang Sia-sia Dan Tiada Manfaatnya

قال ابن القيم رحمه الله :
فصل عشرَة أَشْيَاء ضائعة لَا ينْتَفع بهَا علم لَا يعْمل بِهِ وَعمل لَا إخلاص فِيهِ وَلَا اقْتِدَاء وَمَال لَا ينْفق مِنْهُ فَلَا يسْتَمْتع بِهِ جَامعه فِي الدُّنْيَا وَلَا يقدمهُ أَمَامه إِلَى الْآخِرَة وقلب فارغ من محبَّة الله والشوق إِلَيْهِ والأنس بِهِ وبدن معطل من طَاعَته وخدمته ومحبة لَا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره وَوقت معطل عَن اسْتِدْرَاك فارطه أَو اغتنام بر وقربة وفكر يجول فِيمَا لَا ينفع وخدمة من لَا تقربك خدمته إِلَى الله وَلَا تعود عَلَيْك بصلاح دنياك وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وَهُوَ أسبر فِي قَبضته وَلَا يملك لنَفسِهِ حذرا وَلَا نفعا وَلَا موتا وَلَا حَيَاة وَلَا نشورا

وَأعظم هَذِه الإضاعات إضاعتان هما أصل كل إِضَاعَة إِضَاعَة الْقلب وإضاعة الْوَقْت فإضاعة الْقلب من إِيثَار الدُّنْيَا على الْآخِرَة وإضاعة الْوَقْت من طول الأمل فَاجْتمع الْفساد كُله فِي إتباع الْهوى وَطول الأمل وَالصَّلَاح كُله فى اتِّبَاع لهدى والاستعداد للقاء وَالله الْمُسْتَعَان
📖  الفوائد لابن القيم - ط العلمية ص ١١١-١١٢

✍🏼  Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

"Ada sepuluh hal yang sia-sia, dan tiada ada manfaatnya:
(1) Ilmu yang tidak diamalkan.
(2) Amal yang tidak dilandasi keikhlasan dan mengikuti petunjuk Nabi.
(3) Harta yang tidak diinfaqkan (hanya disimpan). Pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia, tidak pula menggunakannya untuk persiapan masa depannya di akhirat.
(4) Qolbu yang tidak memiliki kecintaan kepada Allah, kerinduan pada-Nya, dan ketenangan bermunajat dengan-Nya.
(5) Badan yang tidak dipakai untuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah.
(6) Kecintaan (kepada Allah) tetapi tidak terikat (mengharap) ridha-Nya dan tidak melaksanakan perintah-Nya.
(7) Waktu yang tidak digunakan untuk memperbaiki diri atau berbuat kebajikan dan ibadah.
(8) Pikiran yang digunakan pada sesuatu yang tidak bermanfaat.
(9) Melayani seseorang tetapi pelayananmu terhadapnya tidak mendekatkan dirimu kepada Allah, tidak pula menguntungkan urusan duniamu.
(10) Takut dan harapan kepada sesama hamba padahal dia di bawah kuasa Allah; tidak mampu memberi celaka, manfaat, kematian, kehidupan, dan kebangkitan.

Kesia-siaan terbesar ada pada dua hal, keduanya pangkal segala kesia-siaan: al-qolbu dan waktu. Qolbu yang sia-sia karena mengutamakan dunia daripada akhirat. Waktu yang sia-sia karena panjang angan-angan.
Seluruh kerusakan berporos pada sikap mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Seluruh kebaikan berpangkal pada mengikuti petunjuk Nabi dan mempersiapkan diri menghadap Allah.
Hanya Allah tempat memohon pertolongan."

📖  Lihat Al-Fawaid hlm. 111-112

 

Ingin Mengikuti Bapakmu Adam dengan Taubat Atau Mengikuti Musuhmu Iblis




Ingin Mengikuti Bapakmu Adam dengan Taubat Atau Mengikuti Musuhmu Iblis ?


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله  : "وَقَدْ ذَكَرَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ لَمَّا فَعَلَ مَا فَعَلَ قَالَ {رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ} وَعَنْ إبْلِيسَ أَنَّهُ قَالَ {بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ} فَمَنْ تَابَ أَشْبَهَ أَبَاهُ آدَمَ وَمَنْ أَصَرَّ وَاحْتَجَّ بِالْقَدَرِ أَشْبَهَ إبْلِيسَ."
📚  من كتاب: مجموع الفتاوى ٨\١٠٧-١٠٨

✍🏼  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
"Allah Ta'ala telah menyebutkan tentang Adam 'alaihis-salam bahwa ketika dirinya melakukan apa yang dia lakukan, dirinya berkata :

﴿.... رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ﴾
( الأعراف :23)

"...  Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf : 23). Dan tentang Iblis, dia berkata

﴿.... رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ﴾ ( الحجر :٣٩ 

".... Robbiy, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya," (QS. Al-Hijr : 39)
Siapa pun yang bertaubat, maka ia serupa dengan bapaknya, Adam. Namun, barang siapa justru terus-menerus dalam dosa dan berdalih dengan taqdir, berarti ia serupa dengan Iblis.”
📚  lihat Majmu’ Al-Fatawa, 8/107-108
 

Jumat, 06 Desember 2024

Tidak Ada Kebaikan Pada Sifat Jujur Jika Tidak Disertai Sifat Wafa' (Setia)



Tidak Ada Kebaikan Pada Sifat Jujur Jika Tidak Disertai Sifat Wafa' (Setia)


قال أبو حاتم رضي الله عنه : ".... لأنه لا خير في الصِّدق إلا مع الوفاء، كما لا خير في الفقه إلا مع الورع، كما لا خير في الفقه إلا مع الورع، وإنَّ من أخرق الخرق التماس المرء الإخوان بغير وفاء، وطلب الأجر بالرياء، ولا شيء أضيع من مَوَدَّة تُمنح من لا وفاء له، ...."
( روضة العقلاء لابن حبان ٨٩ )

✍🏼  Abu Hatim rodhiyaallahu 'anhu berkata : ".... Karena tidak ada kebaikan pada sifat jujur jika tidak disertai sifat wafa' (setia). Sebagaimana tidak ada kebaikan pada fiqih bila tidak disertai oleh sifat wara’.
Dan kebodohan yang paling bodoh adalah seseorang mencari teman tapi ia tidak bersikap wafa', dan mencari pahala tapi dengan cara riya', dan tidak ada sesuatu yang paling sia-sia dari memberikan cinta kepada orang yang tidak memiliki sifat wafa', ....” (lihat (Roudhotul ‘Uqola hal. 89)

     Semakin jujur seseorang, insya Allah umumnya sifat wafa' (setia) yang dimilikinya akan semakin baik dan besar pula.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين


 

Minggu, 01 Desember 2024

Janganlah Bersedih.. Setiap Taqdir Allah Terdapat Hikmah Agung Dan Sempurna


 

Janganlah Bersedih.. Setiap Taqdir Allah Terdapat Hikmah Agung Dan Sempurna


Tak perlu engkau bersedih dengan perginya orang yang engkau sayangi dari kehidupanmu..

Karena terkadang kepergian mereka itu bentuk rahmat dan kasih sayang Allah kepadamu..

Sehingga janganlah engkau berprasangka buruk kepada Allah..

Yaqinlah setiap Taqdir Allah terdapat Hikmah yang Agung Dan Sempurna..

Seiring dengan berjalannya waktu, engkau akan mengetahui hikmahnya..

Tersingkaplah, bahwa beberapa orang ditaqdirkan pergi agar membuat hidupmu jauh lebih baik tanpa kehadiran mereka.


Jangan Larut Dalam Kesedihan


 


Jangan Larut Dalam Kesedihan


     Nabi berdo’a,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia..” (HR. Al-Bukhari)

     Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

”والمقصود أن النبي ﷺ جعل الحزن مما يستعاذ منه ، وذلك لأن الحزن يُضعف القلب ، ويُوهن العزم ، ويضر الإرادة ، و لا شيء أحبّ إلى الشيطان من حزن المؤمن، قال تعالى { إنما النجوى من الشيطان ليحزن الذين آمنوا ... } (المجادلة: 10)”.

“Nabi  berlindung dari kesedihan karena kesedihan melemahkan hati, melemahkan semangat, dan membahayakan keinginan. Dan tidak ada sesuatu yang paling disukai oleh syaithan dari membuat sedih seorang mukmin. Allah berfirman, “Sesungguhnya najwa (berbisik-bisik tersebut) berasal dari syaithan agar membuat sedih kaum mukminin ....” (QS. Al-Mujadilah : 10)
📖  lihat Thoriqul Hijrotain 2/607

Tujuan, Hikmah dan Manfaat Sholat

  Tujuan, Hikmah dan Manfaat Sholat Shalat merupakan tiang agama yang memiliki dimensi spiritual, mental, hingga fisik. Berikut adalah penj...