Selasa, 18 Februari 2025

Nasihat Imam Malik Rahimahullah Agar Tidak Mengambil 'Ilmu Dari 4 Jenis Orang



Nasihat Imam Malik Rahimahullah Agar Tidak Mengambil 'Ilmu Dari 4 Jenis Orang


١٥٤٢ - وَقَالَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ رَحِمَهُ اللَّهُ: «لَا يُؤْخَذُ الْعِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةَ، سَفِيهٍ مُعْلِنِ السَّفَهِ وَصَاحِبِ هَوًى يَدْعُو النَّاسَ إِلَيْهِ، وَرَجُلٍ مَعْرُوفٍ بِالْكَذِبِ فِي أَحَادِيثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يَكْذِبُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَصَلَاحٌ لَا يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ» وَقَدْ ذَكَرْنَا هَذَا الْخَبَرَ عَنْ مَالِكٍ مِنْ طُرُقٍ فِي كِتَابِ التَّمْهِيدِ فَأَغْنَى عَنْ ذِكْرِهِ هَا هُنَا وَأَشَرْنَا إِلَيْهِ فِي هَذَا الْبَابِ؛ لِأَنَّهُ مِنْهُ
كتاب جامع بيان العلم وفضله - ج ٢ ص ٨٢٠ - ابن عبد البر

🔸 Imam Maalik bin Anas rahimahullah berkata :

«لَا يُؤْخَذُ الْعِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةَ، سَفِيهٍ مُعْلِنِ السَّفَهِ وَصَاحِبِ هَوًى يَدْعُو النَّاسَ إِلَيْهِ، وَرَجُلٍ مَعْرُوفٍ بِالْكَذِبِ فِي أَحَادِيثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يَكْذِبُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَصَلَاحٌ لَا يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ» 

"Ilmu tidak boleh diambil dari empat jenis orang: (1) Orang bodoh yang terang-terangan menunjukkan kebodohannya (nyata kebodohannya), (2) Orang yang mengikuti hawa nafsu dan mengajak manusia kepadanya, (3) Orang yang dikenal sebagai pendusta dalam pembicaraannya, meskipun ia tidak berdusta atas nama Rasulullah , dan (4) Orang yang memiliki keutamaan dan kebaikan, tetapi ia tidak memahami apa yang ia sampaikan."
📚  lihat Jami' Bayanil 'Ilm Wa Fadhlihi 2/820


 

Para Salaf Mengerjakan Amalan Di Bulan Sya'ban Seperti Di Bulan Ramadhan


 


Para Salaf Mengerjakan Amalan Di Bulan Sya'ban Seperti Di Bulan Ramadhan


قال الحافظ ابن رجب رحمه الله في "لطائف المعارف" (ص135) : "كان شعبان كالمقدمة لرمضان شرع فيه ما يشرع في رمضان من الصيام وقراءة القرآن ليحصل التأهب لتلقي رمضان وترتاض النفوس بذلك على طاعة الرحمن روينا بإسناد ضعيف عن أنس قال: كان المسلمون إذا دخل شعبان انكبوا على المصاحف فقرؤها وأخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان وقال سلمة بن كهيل: كان يقال شهر شعبان شهر القراء وكان حبيب بن أبي ثابت إذا دخل شعبان قال: هذا شهر القراء وكان عمرو بن قيس الملائي إذا دخل شعبان أغلق حانوته وتفرغ لقراءة القرآن. ..."
كتاب لطائف المعارف فيما لمواسم العام من الوظائف - ط ابن حزم - ابن رجب الحنبلي

🔸 Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata dalam Latho’if Al-Ma’arif (hal. 135): “(Bulan) Sya’ban bagaikan muqodimah untuk (bulan) Ramadhan. Maka disyari'atkan padanya apa yang disyari'atkan pada bulan Ramadhan berupa puasa dan membaca Alqur’an agar jiwa kita siap saat menyongsong Ramadhan, dan terbiasa untuk mentaati Ar Rahman..
Kami meriwayatkan dengan sanad yang lemah dari Anas رضي الله عنه, dia berkata: “Ketika Sya'ban tiba, kaum muslimin akan memfokuskan diri pada Mushaf dan membacanya, dan mereka akan mengeluarkan Zakat maal (harta) mereka untuk membantu orang-orang yang lemah dan membutuhkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan.
Salamah bin Kuhayl berkata: Dikatakan bahwa Sya’ban adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an. Ketika Sya’ban tiba, Habib bin Abi Tsabit berkata: Ini adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an. Ketika Sya’ban tiba, Amr bin Qais al-Mulla’i menutup tokonya dan menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur’an. ...."

Pengumuman


 


Pengumuman


🔸 Semua poster, tulisan yang saya susun, tulisan terjemahan ataupun yang murni tulisanku insya Allah bebas tanpa hak cipta. Boleh dikutip sebagian ataupun keseluruhan, boleh dicopy, dibajak, share ataupun disebarluaskan walau tanpa minta izin. Yang terpenting isinya tidak diubah sehingga merubah makna. Misal ada yang merubah maka itu tanggung jawab diri mereka sendiri..
Bahkan andai diakui sebagai hasil karya mereka pun, insya Allah tiada masalah bagiku. Karena niat saya insya Allah semata-mata karena Allah.

🔸 Dan ketahuilah tujuan saya menulis dan kesebarlkan di status WA, di beberapa blog, media sosial dll insya Allah untuk menunaikan amar ma'ruf nahi munkar. Karena malaikat tidak mencatat amalan hati, sehingga kusampaikan lewat lisan ataupun tulisan. Dengan harapan semoga di akhirat kelak bisa sebagai hujjah bahwa diriku telah menyampaikan.

🔸 Jadi andai tiada seorang pun yang membaca, tidak ada yang nerima ataupun dibenci, insya Allah bagiku tidak masalah. Jika tiada udzur insya Allah diriku ingin atau akan tetap menulis sampai usia sekitar 63 tahun. Apabila di atas usia 63 tahun diriku masih hidup, maka semoga sisa hidupku bisa saya gunakan sepenuhnya untuk ibadah dan mohon ampun kepada Allah sebagai persiapan menghadap-Nya.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Senin, 19 Sya'ban 1446 H ( 17-02-2025 M )

Sabtu, 15 Februari 2025

Bersabarlah, Sesungguhnya Kesudahan Yang Baik Itu Untuk Hamba Yang Taqwa



Bersabarlah, Sesungguhnya Kesudahan Yang Baik Itu Untuk Hamba Yang Taqwa


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
"وَكَانَ الْمُؤْمِنُونَ مُمْتَحِنِينَ لِيَخْلُصَ إيمَانُهُمْ وَتُكَفَّرَ سَيِّئَاتُهُمْ. وَذَلِكَ أَنَّ الْمُؤْمِنَ يَعْمَلُ لِلَّهِ فَإِنْ أُوذِيَ احْتَسَبَ أَذَاهُ عَلَى اللَّهِ وَإِنْ بَذَلَ سَعْيًا أَوْ مَالًا بَذَلَهُ لِلَّهِ فَاحْتَسَبَ أَجْرَهُ عَلَى اللَّهِ.
                                           
وَالْإِيمَانُ لَهُ حَلَاوَةٌ فِي الْقَلْبِ وَلَذَّةٌ لَا يَعْدِلُهَا شَيْءٌ أَلْبَتَّةَ. وَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إلَّا لِلَّهِ وَمَنْ كَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَرْجِعَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ} أَخْرَجَاهُ فِي الصَّحِيحَيْنِ. وَفِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ: {ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاَللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدِ نَبِيًّا} . وَكَمَا أَنَّ اللَّهَ نَهَى نَبِيَّهُ أَنْ يُصِيبَهُ حَزَنٌ أَوْ ضِيقٌ مِمَّنْ لَمْ يَدْخُلْ فِي الْإِسْلَامِ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ فَكَذَلِكَ فِي آخِرِهِ. فَالْمُؤْمِنُ مَنْهِيٌّ أَنْ يَحْزَنَ عَلَيْهِمْ أَوْ يَكُونَ فِي ضَيْقٍ مِنْ مَكْرِهِمْ. وَكَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ إذَا رَأَى الْمُنْكَرَ أَوْ تَغَيَّرَ كَثِيرٌ مِنْ أَحْوَالِ الْإِسْلَامِ جَزِعَ وَكَلَّ وَنَاحَ كَمَا يَنُوحُ أَهْلُ الْمَصَائِبِ وَهُوَ مَنْهِيٌّ عَنْ هَذَا؛ بَلْ هُوَ مَأْمُورٌ بِالصَّبْرِ وَالتَّوَكُّلِ وَالثَّبَاتِ عَلَى دِينِ الْإِسْلَامِ وَأَنْ يُؤْمِنَ بِاَللَّهِ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَاَلَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ وَأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلتَّقْوَى. وَأَنَّ مَا يُصِيبُهُ فَهُوَ بِذُنُوبِهِ فَلْيَصْبِرْ إنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلْيَسْتَغْفِرْ لِذَنْبِهِ وَلْيُسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّهِ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ."
                                           
من كتاب: مجموع الفتاوى ١٨\٢٩٤-٢٩٥

🔸 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: "Orang-orang beriman akan diuji agar bersih keimanan mereka dan terhapus kesalahan mereka. Hal itu dikarenakan hamba yang beriman beramal karena Allah, apabila diganggu maka ia mengharap pahala dengan gangguannya. Apabila ia mengerahkan segenap usaha dan harta, maka ia kerahkan karena Allah sehingga ia mengharap pahala dari Allah.

Keimanan memiliki rasa manis di dalam hati, dan kelezatan yang tidak bisa tergantikan sama sekali.  Dan Nabi telah bersabda: " Tiga hal yang apabila semuanya berada pada seseorang ia akan merasakan manisnya iman: orang yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selainnya, orang yang mencintai, tidaklah mencintai kecuali karena Allah dan orang yang membenci kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya sebagaimana ia membenci untuk dilempar ke api neraka." dikeluarkan oleh dua Imam (Bukhori dan Muslim). Dan dalam Shahih Muslim: "Akan merasa lezatnya iman orang yang ridho Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai Agamanya, dan Muhammad sebagai Nabinya."

Sebagaimana Allah melarang Nabi-Nya ditimpa kesedihan dan kesempitan hati dari orang yang tidak masuk Islam pada awal berdakwah, demikian pula pada masa akhirnya, maka orang beriman juga dilarang bersedih terhadap mereka (yang enggan masuk Islam). Atau merasa sempit dari makar mereka.

Kebanyakan manusia, apabila melihat kemungkaran, atau berubahnya kebanyakan orang dari keadaan keislamannya, ia menjadi resah, lesu, dan meratap sebagaimana orang yang tertimpa musibah meratap.  Dia dilarang dari hal ini !! bahkan dia diperintahkan untuk sabar, tawakal, dan kokoh di atas agama Islam, dan beriman bersama orang yang bertakwa dan berbuat Ihsan, dan sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi hamba yang bertakwa.

Adapun hal yang menimpanya adalah karena sebab dosa dan kesalahannya, maka bersabarlah, sesungguhnya janji Allah adalah benar, dan mohon ampunlah terhadap dosa, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu di pagi dan petang hari."

📚  lihat Majmu' Al-Fatawa 18/294-295.

Kamis, 13 Februari 2025

Kalam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban


 

Kalam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban


قال شيخ الإسلام ابن تيمية في مجموع الفتاوى: "وَأَمَّا لَيْلَةُ النِّصْفِ فَقَدْ رُوِيَ فِي فَضْلِهَا أَحَادِيثُ وَآثَارٌ وَنُقِلَ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْ السَّلَفِ أَنَّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ فِيهَا فَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِيهَا وَحْدَهُ قَدْ تَقَدَّمَهُ فِيهِ سَلَفٌ وَلَهُ فِيهِ حُجَّةٌ فَلَا يُنْكَرُ مِثْلُ هَذَا."
من كتاب: مجموع الفتاوى ٢٣\١٣٢

🔸 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Adapun tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban terdapat beberapa hadits dan atsar, juga ada nukilan dari beberapa ulama salaf bahwa mereka melaksanakan shalat pada malam tersebut. Jika seseorang melakukan shalat seorang diri ketika itu, maka ini telah ada contohnya di masa lalu dari beberapa ulama salaf. Inilah dijadikan sebagai hujjah sehingga tidak perlu diingkari.”
📚  lihat Majmu’ Al-Fatawa, 23: 132


Bolehnya Menggabung Niat Dua Atau Lebih Ibadah Sejenis Dalam Satu Waktu Satu Puasa Dengan 3 Jenis Pahala, Mari Niatkan Puasa Dawud, Puasa Kamis, Dan Puasa Ayyamul Bidh 15 Sya'ban 1446 H


 

Bolehnya Menggabung Niat Dua Atau Lebih Ibadah Sejenis Dalam Satu Waktu

Satu Puasa Dengan 3 Jenis Pahala, Mari Niatkan Puasa Dawud, Puasa Kamis, Dan Puasa Ayyamul Bidh 15 Sya'ban 1446 H


🔸 Terdapat Qowa'id Fiqhiyyah :

إِذَا اجْتَمَعَتْ عِبَادَتَانِ مِنْ جِنْسٍ وَاحِدٍ تَدَاخَلَتْ أَفْعَالُهُمَا وَاكْتَفَى عَنْهُمَا بِفِعْلٍ وَاحِدٍ إِذَا كَانَ مَقْصُوْدُهُمَا وَاحِدًا

"Apabila dua ibadah sejenis berkumpul maka pelaksanaannya digabung dan cukup dengan melaksanakan salah satunya jika keduanya mempunyai maksud yang sama."

🔸 Kaidah ini menjelaskan tentang dua ibadah atau lebih yang berkumpul dalam satu waktu. Kaidah ini merupakan implementasi dari prinsip taisir (kemudahan) dalam agama yang mulia ini. Ini merupakan nikmat dan kemudahan dari Allâh, di mana satu amalan bisa mewakili beberapa amalan sekaligus.

🔸 Dalil yang mendasari kaidah yang mulia ini masuk dalam keumuman sabda Nabi :

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh bersabda, “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan niatnya. .....” (HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907.)

Bukti Empiris Malam 15 Sya'ban 1446 H Bertepatan Malam Kamis ( 13-02-2025 M )

Bukti Empiris Malam 15 Sya'ban 1446 H Bertepatan Malam Kamis ( 13-02-2025 M )

https://teguhakhirblora.blogspot.com/2025/02/bukti-empiris-malam-15-syaban-1446-h.html?m=1



Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...