Minggu, 21 September 2025

Tahdzir ( Peringatan ) Imam Malik bin Anas dari Bid'ah dan Ahlul-Bid'ah


 


Tahdzir ( Peringatan ) Imam Malik bin Anas dari Bid'ah dan Ahlul-Bid'ah


تحذير مالك بن أنس من أهل البدع

أخبرنا أبو عبد الرحمن محمد بن الحسين بن موسى السلمي: أخبرنا محمد بن محمود الفقيه المروزي بها: حدثنا محمد بن عمير الرازي حدثنا أبو زكريا يحيى بن أيوب العلاف التجيبي بمصر: حدثنا يونس بن عبد الأعلى: حدثنا أشهب بن عبد العزيز: سمعت مالك بن أنس يقول: إياكم والبدع، قيل: يا أبا عبد الله، وما البدع؟ قال: أهل البدع الذين يتكلمون في أسماء الله وصفاته وكلامه وعلمه وقدرته، لا يسكتون عما سكت عنه الصحابة والتابعون. (عقيدة السلف وأصحاب الحديث لأبي عثمان الصابوني)

.... Asyhab bin Abdul Aziz telah meriwayatkan kepada kami: Aku mendengar Malik bin Anas berkata: "Hati-hatilah kalian dari bid'ah!" Lalu dikatakan kepada beliau: "Wahai Abu Abdillah, apa itu bid'ah?" Beliau menjawab: "Ahli bid'ah adalah mereka yang berbicara tentang asma' (nama-nama) Allah, shifat-shifat-Nya, kalam-Nya, ilmu-Nya, dan qudroh/kekuasaan-Nya, tanpa diam dari hal-hal yang tidak dibicarakan oleh para Shahabat dan Tabi'in."

Ringkasan Hukum Menghadiri Walimah ( الوَلِيمَة ) Pernikahan


 

Ringkasan Hukum Menghadiri Walimah ( الوَلِيمَة ) Pernikahan


🔸 Hukum asal menghadiri walimah (الوَلِيمَة) nikah adalah diperintahkan (wajib).

عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إذا دُعِيَ أحدكم إلى الوَلِيمَة فَلْيَأْتِهَا». (صحيح- متفق عليه)

Dari Ibnu Umar radhiyallāhu 'anhumā, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang ke acara walimah (resepsi pernikahan), maka hendaknya ia datang."  (Hadits shahih - Muttafaq 'alaih)

🔸 Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan walimah. 1️⃣ Sebagian mengatakan wajib atau fardhu `ain, 2️⃣ sebagian lagi mengatakan fardhu kifayah (sebagaimana sebagian pendapat Asy-Syafi'iyah dan sebagian pendapt Al-Hanabilah) dan 3️⃣ sebagian lagi mengatakan sunnah.

🔸 Pendapat yang mengatakan wajib menghadiri walimah dengan syarat di antaranya : 1️⃣ tidak ada madhorot (semisal asap beracun dll), 2️⃣ undangan bersifat khusus dan bukan undangan umum, 3️⃣ tidak ada kemungkaran (seperti hidangan haram, ikhtilath (campur) laki-laki dan perempuan, "ash-shuwar" makhluk bernyawa ataupun musik selain dhuff), 4️⃣ yang mengundang muslim dan 5️⃣ pengundang bukan orang yang disyariatkan dijauhi semisal tokoh ahlul bid'ah.

✍🏼 Diriku pribadi meyakini bahwa menghadiri walimah hukumnya fardhu kifayah (sebagaimana hukum ta'ziyah & sholat jenazah ataupun hukum menjenguk orang sakit). Karena perkara yang fardhu 'ain itu tidak gugur dengan adanya maksiat. Sebagaimana haji tetap wajib hukumnya sekalipun ada :ash-shuwar" makhluq bernyawa ataupun ikhtilat ketika safar. Bahkan andai di Ka'bah ada patung itu tidak menggugurkan kewajiban haji.

Rabu, 17 September 2025

Wahai Ahlul-Ahwa'.. Fahami dan Bertaubatlah Sebelum Terlambat!





























Wahai Ahlul-Ahwa'.. Fahami dan Bertaubatlah Sebelum Terlambat!


SubhanaAllah..
Ketahuillah tidak ada ayat ataupun hadits shahih yang mengatakan penghuni Surga itu mayoritas. Jadi yang berdusta itu kalian, sehingga tak mampu mendatangkan hadits shahih beserta sanadnya.
























Silahkan tunjukkan burhan jika kalian orang yang benar..




Ini tolok ukur kebenaran di sisi kami Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah. Kami tidak menolak ayat Al-Qur'an dan hadits Shahih. Yang kami tolak pemahaman batil kalian yang tidak sesuai pemahaman Salafush-Sholih ataupun tafsir para ulama Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah.

Jadi beda dengan orang Syiah dan semisalnya dari ahlul ahwa'. Hanya bisa nyrocos mengikuti hawa nafsu serta comot ayat dengan pemahaman batil. Jika diminta menukil dalil, kalam salafush Sholih dan kitabnya maka plonga-plongo tak bisa mendatangkan burhan..

Hanya pandai dusta sebagaimana tabiat orang munafiq. Jika diajak berhakim kepada Allah, maka menolak dan tidak ridho menjadikan Allah sebagai Al-Hakim. Tapi masih juga tak punya rasa malu mengklaim di atas kebenaran sebagaimana para dajjal dan syaithan la'natullah. Na'udzubillah.




Berhakim kepada Allah itu untuk semua makhluq.. baik yang beriman ataupun kafir. Jika menolak di dunia maka di akhirat. Jangan Ooon.

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ

Jauhi 3 kesyirikaan yang tidak akan merubah hukum sekalipun dinamakan "Tri Tauhid". Sebuah penamaan semata tidak bisa merubah hakikat. Tiada kezholiman yang lebih besar melibihi kesyirikan..




Kerjakan perintah Allah dan bukan malah sebaliknya mengganti perintah dengan mengerjakan perkara bid'ah yang tidak Allah perintahkan..



Wahai ahlul ahwa'.. silahkan jika senantiasa menjulurkan lidah bagai anjing..

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰكِنَّهٗٓ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰىهُۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْكَلْبِۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ ۝١٧٦



Silahkan bantah ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits kemudian kalam Salafush Sholih serta para imam Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah yang kusampaikan.

Diriku tak punya kuasa dan tidak bisa maksa keimanan kalian untuk mengimani seluruh ayat Al-Qur'an,,

Mungkin sebagian saja yang kalian imani,,yg sesuai dengan perut dan hawa nafsu kalian imani, sebaliknya yang tidak sesuai dengan perut dan hawa nafsu kalian maka kalian ingkari.

Kutantang mubahalah untuk membuktikan siapa yang benar dan yang dusta, kamu menolak. Penolakanmu tersebut insya Allah cukup sebagai hujjah bahwa kalian di atas kedustaan dan kebatilan.

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ۝١٧٣

Laa haula wa laa quwwata illa billah..





======================================

SubhanaAllah..

Wahai Ahlul-Ahwa'.. Fahami dan Bertaubatlah Sebelum Terlambat !

https://teguhakhirblora.blogspot.com/2025/09/wahai-ahlul-ahwa-fahami-dan.html?m=1

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ۝١٧٣

Laa haula wa laa quwwata illa billah..












3 Kesyirikan Yang Tidak Merubah Hakikat Walau Diberi Label "Tri Tauhid"


 

3 Kesyirikan Yang Tidak Merubah Hakikat Walau Diberi Label "Tri Tauhid"

اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ۝٣١ (التوبة :٣١)

"Mereka menjadikan ahbaar (orang-orang alim), dan ruhbaan (rahib/ahli ibadah) sebagai ilah selain Allah, ...." (QS. At-Taubah : 31)

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ۝٢٣

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-(tuhan)nya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? ...." (QS. Al-Jatsiah : 23)

عن عدي بن حاتم رضي الله عنه : "أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقرأ هذه الآية: "اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ" فقلت له: إنا لسنا نعبدهم، قال: أليس يُحَرِّمُونَ ما أحل الله فتُحَرِّمُونَهُ؟ ويُحِلُّونَ ما حَرَّمَ الله فتُحِلُّونَهُ؟ فقلت: بلى، قال: فتلك عبادتهم". (صحيح - رواه الترمذي)

1️⃣ Menyembah 'Alim. Taqlid buta dalam hal menghalalkan perkara haram ataupun mengharamkan perkara halal kemudian diikuti.

2️⃣ Menyembah ahli Ibadah dan orang sholih. Bersikap ghuluw dengan tabarruk, meyakini punya sifat keilahian, tawasul, mengadakan haul dan sebagainya.

3⃣ Menyembah Hawa Nafsu

"Tri Tauhid" yang hakikatnya 3 syirik akbar tersebut banyak diamalkan oleh Ahlul-Ahwa' yang mengklaim bertauhid. Na'udzubillah, laa haula wa laa quwwata illa billah..

Jumat, 12 September 2025

Darah Hukum Asalnya Haram Sekalipun Untuk Berobat Kecuali Darurat


 

Darah Hukum Asalnya Haram Sekalipun Untuk Berobat Kecuali Darurat



حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣

"Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasiq. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Maidah : 3)

✍🏼 Berdasarkan ayat tersebut maka darah hukum asalnya haram. Termasuk diperjualbelikan, dimasak/dimakan, diminum, dihisap dalam keadaan hidup, dishodaqohkan, ditransfusikan/donor ataupun untuk obat. Apalagi jika tiada nukilan Salafush-Sholih berobat menggunakan darah. Kecuali darurat/terpaksa dan bukan karena ingin berbuat dosa (tidak ada cara lain untuk menyelamatkan jiwa serta harapan untuk selamat lebih besar), maka sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين


Rabu, 10 September 2025

Jangan Mengganti Perintah Dengan Mengerjakan Yang Tidak Diperintahkan


 


Jangan Mengganti Perintah Dengan Mengerjakan Yang Tidak Diperintahkan


Orang-orang Yang Zholim Mengganti Perintah Allah Dengan Mengerjakan Sesuatu Yang Tidak Diperintahkan Allah, Sebagaimana Perbuatan Orang-orang Yang Zholim Dari Bani Israil..


فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ ۝٥٩

"Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zhalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasiq." (QS. Al-Baqarah : 59)




Orang-orang yang Zholim dari Ahlul-Ahwa' Gemar Menyelisihi Perintah dan Mengerjakan Sesuatu Yang Tidak Diperintahkan Syari'at..


1. Diperintahkan mentauhidkan Allah.. kemudian malah berbuat syirik dengan menyembah thoghut, menyembah 'alim  ataupun menyembah hawa nafsu.

2. Diperintahkan bersatu di atas Al-Jama'ah dan tidak berpecah belah..kemudian malah berpecah belah dan mendirikan jam'iyyah ataupun muassasah.

3. Diperintahkan mengerjakan sholat Jum'at dan sholat 'Id ma'al umaro' (para 'amir yang sah).. kemudian malah mengadakan sendiri-sendiri bersama hizb-nya.

4. Diperintahkan berpegang teguh dengan Sunnah Nabi dan Sunnah Khulafa'ur Rosyidin.. kemudian malah mengerjakan beragam bid'ah.

5. Diperintahkan memelihara lihyah (jenggot).. kemudian malah mencukur jenggot.

6. Diperintahkan ikhlash dalam ibadah ataupun berupaya menyembunyikan amal sholih.. kemudian malah gemar berbuat riya' dan sum'ah lewat media sosial ataupun pengeras suara.

7. Diperintahkan menunaikan amanah dan menyerahkan anak kepada yang berhak menjadi hadhinah.. kemudian malah khianat dan menitipkan anak kecil kepada orang yang tidak berhak menjadi hadhinah yang sah.

8. Diperintahkan menghilangkan atau merusak "Ash-Shuwar".. kemudian malah membuat Ash-Shuwar makhluq bernyawa lengkap dengan kepala (semisal foto dan video).

9. Diperintahkan berpuasa Senin hari kelahiran Nabi.. kemudian malah mengadakan ihtifal maulid Nabi.

10. Diperintahkan menjaga 'iffah.. kemudian malah gemar melakukan tasawwul dengan minta-minta, mengajukan proposal dana, penggalangan dana untuk hizb dsb.

11. Diperintahkan membuatkan makanan untuk keluarga mayit.. kemudian malah melakukan niyahah dengan ma'tam.

12. Diperintahkan memperbanyak membaca dzikir dan tahlil.. kemudian malah mengerjakan ritual tahlilan kematian yang tidak diperintahkan..

13. Diperintahkan memperbanyak membaca shalawat Nabi.. kemudian malah mengarang dan menyanyikan sholawat yang tidak diajarkan Nabi dan para Shahabat.

14. Diperintahkan jujur dan bersama orang-orang yang benar.. kemudian malah gemar dusta dan bersama orang-orang yang di atas kebatilan.

15. Diperintahkan zuhud dalam perkara dunia.. kemudian malah condong kepada dunia dan berlomba-lomba mendapatkan dunia tanpa peduli menerjang perkara haram.

16. Diperintahkan puasa Sunnah 6 hari bulan Sya'ban.. kemudian malah mengadakan hari raya Al-Abror (hari raya ketupat).

17. Diperintahkan menghadirkan niat di dalam hati.. kemudian malah melafazhkan niat dengan lisan.

Dan seterusnya.. bersambung insya Allah.

Selengkapnya insya Allah bisa dibaca di :

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02zz6cJTtVADPKJDe7CgFL9T3zKnEVkk7hZfy1Fqb4cUKvkzwu8oW3q9oHSP3NqZgFl&id=100083041335132&mibextid=Nif5oz

Selasa, 09 September 2025

Pengikut Al-Haq ( Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah ) Itu Sedikit Di Antara Manusia





Pengikut Al-Haq ( Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah ) Itu Sedikit Di Antara Manusia



لَقَدْ جِئْنٰكُمْ بِالْحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كٰرِهُوْنَ ۝٧٨

"Sungguh, Kami telah datang membawa al-haqq (kebenaran) kepada kalian tetapi kebanyakan di antara kalian benci pada kebenaran itu." (QS. Az-Zukruf : 78)

وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ ۝١٣

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (QS. Saba : 13)

عن عبدالله بن عمرو قال: قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم  : طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ فَقِيلَ مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِى أُنَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, Beruntunglah al-ghuroba' (orang-orang yang terasing).” “Lalu siapa orang al-ghuroba' wahai Rasulullah”, tanya Shahabat. Jawab beliau, “Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, lalu orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mentaatinya” (HR. Ahmad 2: 177. Hadits ini hasan lighoirihi.)

عن الحسن – رحمه الله - قال : ( يا أهل السنة ترفقوا رحمكم الله فإنكم من أقل الناس ) اللالكائي : 1/57/19 .

Dari Al-Hasan rahimahullah beliau berkata:
"Wahai Ahlus-Sunnah hendaklah kalian saling berkasih sayang semoga Allah merahmati kalian, karena sesungguhnya kalian adalah termasuk manusia yang paling sedikit."


Berpeganglah dengan Kebenaran Walau Engkau Seorang Diri

روى الإمام أحمد في مسنده وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة: (عن عبدالله بن عمرو قال: قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم «طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ». فَقِيلَ مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ «نَاسٌ صَالِحُونَ فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ»، وفي رواية: (طوبى للغرباءِ قيل: من الغرباءُ؟ قال: ناسٌ صالحون قليلٌ في ناسِ سوءٍ كثيرٍ من يعصيهم أكثرُ ممن يطيعُهم) 

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah: Dari Abdullah bin Amr, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Berbahagialah bagi al-ghuroba' (orang-orang yang asing), berbahagialah bagi al-ghuroba' berbahagialah bagi al-ghuroba'." Maka dikatakan, "Siapa al-ghuroba', wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang yang shalih yang berada di tengah-tengah banyak orang yang buruk, yang lebih banyak orang yang durhaka kepada Allah daripada yang taat kepada-Nya."
Dalam riwayat lain disebutkan: "Berbahagialah bagi al-ghuroba'". Dikatakan, 'Siapa al-ghuroba'.?' Beliau menjawab, 'Orang-orang shalih yang sedikit jumlahnya di tengah-tengah banyak orang yang buruk, yang lebih banyak orang yang durhaka kepada Allah daripada yang taat kepada-Nya.'"

قال ابن مسعود رضي الله عنه: "الجماعة ما وافق الحق؛ ولو كنت وحدك" (رواه اللالكائي في شرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعة:1/122- رقم160، وصحح سنده الشيخ الألباني كما في تعليقه على مشكاة المصابيح: 1/61، ورواه الترمذي في سننه:4/467).

Ibnu Mas'ud radhiyaallahu 'anhu berkata, "Al-Jamaah adalah apa yang sesuai dengan kebenaran, meskipun kamu sendirian." (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Lalakai dalam kitab Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah (1/122, no. 160), dan sanadnya dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam ta'liq-nyya terhadap kitab Mishkatul Mashabih (1/61). Hadits ini juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Sunannya 4/467)

قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ: " عَلَيْكَ بِطَرِيقِ الْحَقِّ، وَلَا تَسْتَوْحِشْ لِقِلَّةِ السَّالِكِينَ، وَإِيَّاكَ وَطَرِيقَ الْبَاطِلِ، وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِينَ " (مدارج السالكين - ط الكتاب العربي ج ٢ ص ٢٢  - ابن القيم)

Sebagian salaf mengatakan, “Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang kan binasa” (Madarijus Salikin, 1: 22).

Tahukah Engkau Perbedaan Al-Jama'ah dan Al-Jam'iyyah?

  Tahukah Engkau Perbedaan Al-Jama'ah dan Al-Jam'iyyah? https://teguhakhirblora.blogspot.com/2026/06/tahukah-engkau-perbedaan-al-ja...