Jumat, 26 September 2025

Kewajiban Amar Ma'ruf Nahi Munkar


 

Kewajiban Amar Ma'ruf Nahi Munkar



وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali-Imran : 104)

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۝١١٠

"Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq." (QS. Ali-Imran : 110)

وَالْعَصْرِۙ ۝١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝٣

1. Demi masa,
2. sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS. Al-'Ashr : 1-3)


Rabu, 24 September 2025

Nasihat Untuk Yang Gemar Menyebarkan Berita Kematian Melebihi Hajat


 

Nasihat Untuk Yang Gemar Menyebarkan Berita Kematian Melebihi Hajat



🔸 Untuk saudaraku kaum muslimin.. khususnya Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah, hendaknya tidak menyebarkan berita kematian melebihi hajat yang dibenarkan syariat.


🔸 Dalam Islam dianjurkan untuk menyampaikan berita kematian kepada keluarga dan kerabat untuk memberikan kesempatan ta'ziyah, mendoakan dan melaksanakan kewajiban. Namun, menyebarkan berita kematian secara berlebihan atau melebihi hajat, seperti melalui media sosial atau kepada orang-orang yang tidak perlu mengetahuinya, maka itu termasuk tindakan yang tidak dianjurkan. Hukumnya makruh atau bahkan bisa haram, tergantung pada konteks dan dampaknya. Terlebih jika sampai berdampak ada yang menghujat ataupun mendoakan keburukan atas yang meninggal dunia.

🔸 Di antara hadits yang melarang adalah hadits dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

إِذَا مِتُّ فَلَا تُؤْذِنُوا بِي، إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُونَ نَعْيًا، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنِ النَّعْيِ

“Jika aku mati, janganlah kalian mengumumkan kematianku, karena aku takut hal itu termasuk dalam an-na’yu. Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ, melarang dari an-na’yu.” (HR. Tirmidzi no. 986 dan Ahmad no. 23455. At-Tirmidzi mengatakan, “Ini hadits hasan.” Dinilai hasan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (3: 117). Hadits di atas memiliki penguat dari shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالنَّعْيَ، فَإِنَّ النَّعْيَ مِنْ عَمَلِ الجَاهِلِيَّةِ

“Janganlah kalian mengumumkan kematian seseorang, karena hal itu termasuk perbuatan jahiliyah.” (HR. Tirmidzi (no. 984) secara marfu’)


Tolok Ukur Al-Haqq "Al-Qur'an & As-Sunnah Dengan Faham Salaful-Ummah Ash-Sholih"


 


Tolok Ukur Al-Haqq "Al-Qur'an & As-Sunnah Dengan Faham Salaful-Ummah Ash-Sholih"


📖 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ۝٥٩ (ٱلنِّسَاء ٥٩) 

📖 وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدٰى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا ۝١١٥ (ٱلنِّسَاء : ١١٥) 

📖 عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال : وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون , فقلنا يا رسول الله كأنها موعظة مودعٍ فأوصنا , قال – أوصيكم بتقوى الله عزوجل , والسمع والطاعة وإن تأمر عليك عبد , فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً . فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديّين عضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة – رواه أبوداود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح

قال ابن عباس رضي الله عنه للخوارج: جئتكم من عند أصحاب رسول الله وليس فيكم منهم أحدا وعليهم نزل القرآن وهم أعلم بتأويله (جامع بيان العلم (2/127)).

🔸 Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata kepada Khawarij: "Aku datang kepada kalian dari sisi para Shahabat Rasulullah, dan tidak ada di antara kalian seorang pun dari mereka. Al-Qur'an diturunkan kepada mereka (para Shahabat), dan mereka lebih mengetahui tentang tafsirnya." (Dikutip dari Jami' Bayan al-'Ilm, 2/127).

لماذا يجب ان نفهم القرآن والسنة على فهم الصحابة رضي الله عنهم؟
قال العلامة ابن القيم رحمه الله تعالى : "أفهام الصحابة فوق أفهام جميع الأمة، وعلمهم بمقاصد نبيهم ﷺ ، وقواعد دينه وشرعه، أتمّ من عِلم كل مَن جاء بعدهم."  (الطرق الحكمية ٣٢٤/١)

🔸 Mengapa Kita Wajib Memahami Al Qur'an Dan As Sunnah Dengan Pemahaman Para Shahabat ?
Al Allamah Ibnul Qayyim رحمَـہ الله تَعـَالَـى berkata : "Pemahaman Shahabat رضي اللّه عنهم diatas pemahaman seluruh umat. Dan ilmu mereka tentang maksud tujuan Nabi ﷺ dan kaidah-kaidah agamanya dan syari'atnya lebih sempurna daripada ilmu setiap orang yang hidup setelah mereka." (lihat At Turuqul Hikmiyyah : 1/324)
 

Selasa, 23 September 2025

Penggunaan Kullu (كل) Bisa Bermakna "Semua" dan Bisa Bermakna "Sebagian Besar"




Penggunaan Kullu (كل) Bisa Bermakna "Semua" dan Bisa Bermakna "Sebagian Besar"
 
Penggunaan Kull (كل) dalam Al Qur’an

🔸 Tentang segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah, sebagaimana QS. Al-Qashash : 88.

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ۝٨٨

🔸 Tentang setiap yang bernyawa akan mati, sebagaimana QS. Al-Ankabut : 57, QS. Ali-'Imran : 185, dan QS. Al-Anbiya : 35.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ ۝٥٧

🔸 Tentang penciptaan segala sesuatu dari air, sebagaimana QS. Al-Anbiya’: 30

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ۝٣٠

🔸 Tentang adzab penghancuran segala sesuatu melalui angin, QS. Al-Ahqof: 25

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍۢ بِاَمْرِ رَبِّهَا فَاَصْبَحُوْا لَا يُرٰىٓ اِلَّا مَسٰكِنُهُمْۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ ۝٢٥

🔸 Tentang terbukanya segala pintu bagi orang yang lalai, sebagaimana QS. Al-An’am 44

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ ۝٤٤

🔸 Tentang Ratu Bilqis yang diberi Allah segala sesuatu ( مِنْ كُلِّ شَيْء) tapi realitanya tidak memiliki apa yang dimiliki nabi Sulaiman, sebagaimana QS. An-Naml : 23

اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ ۝٢٣


Penggunaan Kull (كل) dalam Al-Hadits

🔸 Hadits tentang semua mayit akan hancur dimakan bumi.

كلُّ ابنِ آدمَ يأْكلُهُ التُّرابُ إلاَّ عجبَ الذَّنبِ منْهُ خلقَ وفيهِ يرَكَّبُ

"Kullu ibni Adam akan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekornya darinya ia diciptakan dan dengannya dia akan disusun (kembali dalam kehidupan selanjutnya). ( HR Muslim, an-Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dalam hadits di atas lafadz (كل) bermakna kebanyakan karena ada di antara keturunan Nabi Adam yang jasadnya tidak dimakan oleh tanah diantaranya jasad para nabi dan rasul sesuai dengan hadits :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﺟْﺴَﺎﺩَ ﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ

Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para nabi . (HR Abu Dawud)

🔸 Hadits tentang jintan hitam (الحبة السوداء) sebagai obat segala penyakit ;

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺒَّﺔِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺩَﺍﺀِ : ( ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺩَﺍﺀٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺴَّﺎﻡَ ) ﻗَﺎﻝَ ﺍﺑْﻦُ ﺷِﻬَﺎﺏٍ : ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﻡُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ

Dari Abi Hurairah radhiyaallahu 'anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah bersabda : "Pada al-habbatus-sauda' ada obat dari segala penyakit kecuali as-saam. Ibnu Syihab berkata: arti as-saam adalah kematian. (HR Bukhari dan Muslim)

🔸 Hadits tentang "Kullu bid'atin dholalah". Dalam riwayat An-Nasaai ada tambahan

وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

“Dan kullu muhdatsah adalah bid’ah dan kullu bid’ah adalah dholallah dan kullu dholallah di neraka” (HR An-Nasaai no 1578)

Kesimpulan

🔸 Makna "kull" (كل) dalam Al-Qur'an dan hadits tidak selalu berarti "semua" atau "setiap". Tapi bisa bermakna "sebagian besar" atau pada umumnya.
🔸 Makna "kull" (كل)  hukum asalnya "semua" atau setiap. Kecuali apabila ada dalil takhsis (yang mengkhususkan) maka maknanya menjadi "sebagian besar.

Minggu, 21 September 2025

Shifat Qoriib, Ma'iyyah Allah Ataupun Istiwa' Maknanya Ma'lum, Wal-Kaifu Ghoiru Ma'qul


 

Shifat Qoriib, Ma'iyyah Allah Ataupun Istiwa' Maknanya Ma'lum, Wal-Kaifu Ghoiru Ma'qul


وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. ...." (QS. Al-Baqarah ; 186)

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ ۝٤

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia ber-istiwa' di atas ‘Arsy. .... Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hadid : 4)

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «لما خلق اللهُ الخَلْقَ كتب في كتاب، فهو عنده فوق العرش: إن رحمتي تَغْلِبُ غضبي». وفي رواية: «غَلَبَتْ غضبي» وفي رواية: «سَبَقَتْ غضبي».  
(صحيح - متفق عليه)

.... سئل مالك بن أنس عن قوله: {الرحمن على العرش استوى} كيف استوى؟ قال: "الاستواء غير مجهول، والكيف غير معقول، والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة، وما أراك إلا ضالا" وأمر به أن يخرج من مجلسه. (عقيدة السلف وأصحاب الحديث لأبي عثمان الصابوني)

".... Malik bin Anas ditanya tentang kalam Allah, "Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih) berada di atas 'Arsy." Bagaimana Allah ber-istawa di atas 'Arsy?
Malik bin Anas menjawab, "Istawa (berada di atas) itu maknanya tidaklah samar (diketahui), sedangkan kaifiyatnya (sifat-sifatnya) tidak dapat dicapai oleh akal. Beriman kepadanya adalah wajib, dan mempertanyakan tentang kaifiyatnya adalah bid'ah. Aku tidak melihatmu kecuali sebagai orang yang sesat." Lalu Malik bin Anas memerintahkan agar orang tersebut dikeluarkan dari majelisnya.

Tahdzir ( Peringatan ) Imam Malik bin Anas dari Bid'ah dan Ahlul-Bid'ah


 


Tahdzir ( Peringatan ) Imam Malik bin Anas dari Bid'ah dan Ahlul-Bid'ah


تحذير مالك بن أنس من أهل البدع

أخبرنا أبو عبد الرحمن محمد بن الحسين بن موسى السلمي: أخبرنا محمد بن محمود الفقيه المروزي بها: حدثنا محمد بن عمير الرازي حدثنا أبو زكريا يحيى بن أيوب العلاف التجيبي بمصر: حدثنا يونس بن عبد الأعلى: حدثنا أشهب بن عبد العزيز: سمعت مالك بن أنس يقول: إياكم والبدع، قيل: يا أبا عبد الله، وما البدع؟ قال: أهل البدع الذين يتكلمون في أسماء الله وصفاته وكلامه وعلمه وقدرته، لا يسكتون عما سكت عنه الصحابة والتابعون. (عقيدة السلف وأصحاب الحديث لأبي عثمان الصابوني)

.... Asyhab bin Abdul Aziz telah meriwayatkan kepada kami: Aku mendengar Malik bin Anas berkata: "Hati-hatilah kalian dari bid'ah!" Lalu dikatakan kepada beliau: "Wahai Abu Abdillah, apa itu bid'ah?" Beliau menjawab: "Ahli bid'ah adalah mereka yang berbicara tentang asma' (nama-nama) Allah, shifat-shifat-Nya, kalam-Nya, ilmu-Nya, dan qudroh/kekuasaan-Nya, tanpa diam dari hal-hal yang tidak dibicarakan oleh para Shahabat dan Tabi'in."

Ringkasan Hukum Menghadiri Walimah ( الوَلِيمَة ) Pernikahan


 

Ringkasan Hukum Menghadiri Walimah ( الوَلِيمَة ) Pernikahan


🔸 Hukum asal menghadiri walimah (الوَلِيمَة) nikah adalah diperintahkan (wajib).

عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إذا دُعِيَ أحدكم إلى الوَلِيمَة فَلْيَأْتِهَا». (صحيح- متفق عليه)

Dari Ibnu Umar radhiyallāhu 'anhumā, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang ke acara walimah (resepsi pernikahan), maka hendaknya ia datang."  (Hadits shahih - Muttafaq 'alaih)

🔸 Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan walimah. 1️⃣ Sebagian mengatakan wajib atau fardhu `ain, 2️⃣ sebagian lagi mengatakan fardhu kifayah (sebagaimana sebagian pendapat Asy-Syafi'iyah dan sebagian pendapt Al-Hanabilah) dan 3️⃣ sebagian lagi mengatakan sunnah.

🔸 Pendapat yang mengatakan wajib menghadiri walimah dengan syarat di antaranya : 1️⃣ tidak ada madhorot (semisal asap beracun dll), 2️⃣ undangan bersifat khusus dan bukan undangan umum, 3️⃣ tidak ada kemungkaran (seperti hidangan haram, ikhtilath (campur) laki-laki dan perempuan, "ash-shuwar" makhluk bernyawa ataupun musik selain dhuff), 4️⃣ yang mengundang muslim dan 5️⃣ pengundang bukan orang yang disyariatkan dijauhi semisal tokoh ahlul bid'ah.

✍🏼 Diriku pribadi meyakini bahwa menghadiri walimah hukumnya fardhu kifayah (sebagaimana hukum ta'ziyah & sholat jenazah ataupun hukum menjenguk orang sakit). Karena perkara yang fardhu 'ain itu tidak gugur dengan adanya maksiat. Sebagaimana haji tetap wajib hukumnya sekalipun ada :ash-shuwar" makhluq bernyawa ataupun ikhtilat ketika safar. Bahkan andai di Ka'bah ada patung itu tidak menggugurkan kewajiban haji.

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...