Penggunaan Kullu (كل) Bisa Bermakna "Semua" dan Bisa Bermakna "Sebagian Besar"
Penggunaan Kull (كل) dalam Al Qur’an
🔸 Tentang segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah, sebagaimana QS. Al-Qashash : 88.
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ٨٨
🔸 Tentang setiap yang bernyawa akan mati, sebagaimana QS. Al-Ankabut : 57, QS. Ali-'Imran : 185, dan QS. Al-Anbiya : 35.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ ٥٧
🔸 Tentang penciptaan segala sesuatu dari air, sebagaimana QS. Al-Anbiya’: 30
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ٣٠
🔸 Tentang adzab penghancuran segala sesuatu melalui angin, QS. Al-Ahqof: 25
تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍۢ بِاَمْرِ رَبِّهَا فَاَصْبَحُوْا لَا يُرٰىٓ اِلَّا مَسٰكِنُهُمْۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ ٢٥
🔸 Tentang terbukanya segala pintu bagi orang yang lalai, sebagaimana QS. Al-An’am 44
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ ٤٤
🔸 Tentang Ratu Bilqis yang diberi Allah segala sesuatu ( مِنْ كُلِّ شَيْء) tapi realitanya tidak memiliki apa yang dimiliki nabi Sulaiman, sebagaimana QS. An-Naml : 23
اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ ٢٣
Penggunaan Kull (كل) dalam Al-Hadits
🔸 Hadits tentang semua mayit akan hancur dimakan bumi.
كلُّ ابنِ آدمَ يأْكلُهُ التُّرابُ إلاَّ عجبَ الذَّنبِ منْهُ خلقَ وفيهِ يرَكَّبُ
"Kullu ibni Adam akan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekornya darinya ia diciptakan dan dengannya dia akan disusun (kembali dalam kehidupan selanjutnya). ( HR Muslim, an-Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dalam hadits di atas lafadz (كل) bermakna kebanyakan karena ada di antara keturunan Nabi Adam yang jasadnya tidak dimakan oleh tanah diantaranya jasad para nabi dan rasul sesuai dengan hadits :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﺟْﺴَﺎﺩَ ﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ
Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para nabi . (HR Abu Dawud)
🔸 Hadits tentang jintan hitam (الحبة السوداء) sebagai obat segala penyakit ;
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺒَّﺔِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺩَﺍﺀِ : ( ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺩَﺍﺀٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺴَّﺎﻡَ ) ﻗَﺎﻝَ ﺍﺑْﻦُ ﺷِﻬَﺎﺏٍ : ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﻡُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ
Dari Abi Hurairah radhiyaallahu 'anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : "Pada al-habbatus-sauda' ada obat dari segala penyakit kecuali as-saam. Ibnu Syihab berkata: arti as-saam adalah kematian. (HR Bukhari dan Muslim)
🔸 Hadits tentang "Kullu bid'atin dholalah". Dalam riwayat An-Nasaai ada tambahan
وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
“Dan kullu muhdatsah adalah bid’ah dan kullu bid’ah adalah dholallah dan kullu dholallah di neraka” (HR An-Nasaai no 1578)
Kesimpulan
🔸 Makna "kull" (كل) dalam Al-Qur'an dan hadits tidak selalu berarti "semua" atau "setiap". Tapi bisa bermakna "sebagian besar" atau pada umumnya.
🔸 Makna "kull" (كل) hukum asalnya "semua" atau setiap. Kecuali apabila ada dalil takhsis (yang mengkhususkan) maka maknanya menjadi "sebagian besar.