Jumat, 07 Februari 2025

Mengapa Banyak Orang Berkecukupan Dan Kaya Harta,Tapi Bukan Al-Ghina ?


 

Mengapa Banyak Orang Berkecukupan Dan Kaya Harta,Tapi Bukan Al-Ghina ?


عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ‌لَيْسَ ‌الْغِنَى ‌عَنْ ‌كَثْرَةِ ‌الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ. (رواه البخاري (6081) ومسلم (1051))

🔸 Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda, “Hakikat al-ghina (kaya yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta dunia. Namun al-ghina (kaya yang sejati) adalah kekayaan jiwa (hati yang selalu merasa cukup).” (HR. Bukhari dan Muslim)

🔸 Ketahuilah jika ada penanggung nafkah yang penghasilannya 4 sho'/hari (sekitar Rp 120.000/hari untuk 4 orang) atau 1 sho'/hari (sekitar Rp 30.000/hari untuk 1 orang), maka tidak berhak disebut faqir miskin.
Dengan kata lain orang yang penghasilannya diatas Rp 3.600.000/bulan (untuk nafkah 4 orang) atau diatas Rp 900.000/bulan (untuk nafkah 1 orang) maka bukan termasuk faqir miskin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Etika Publik dan Digital dalam Islam: Menakar Batas antara Sikap Mudarah dan Mudahanah yang Tercela

  Etika Publik dan Digital dalam Islam: Menakar Batas antara Sikap Mudarah dan Mudahanah yang Tercela https://teguhakhirblora.blogspot.com/2...