Hakikat Kemerdekaan Terlepas Dari Penghambaan Kepada Makhluq & Hawa Nafsu
لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ٢٥٦ ( البقرة : ٢٥٦ )
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ ٣٦ ( النّحل : ٣٦ )
🔸 Hakikat suatu kemerdekaan menurut Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah yaitu terbebas dari segala bentuk kesyirikan (penghambaan selain Alah), dari perbudakan hawa nafsu dan segala bentuk fitnah dunia. Ini berarti kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari perbudakan keinginan duniawi dan hawa nafsu.
🔸 Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rohimahullah dalam Nuniyyah-nya mengatakan :
هَربوا من الرق الذي خُلقوا له ♡ فبُلُوا برِقِّ النفس والشيطان
“Mereka lari dari penghambaan (kepada Allah) yang mereka diciptakan untuknya.. akhirnya mereka dihukum dengan penghambaan kepada hawa nafsu dan syaithan..”
🔸Syaiikh Al-‘Utsaimin rohimahullah mengatakan :
العبودية لله هي حقيقة الحرية، فمن لم يتعبد له، كان عابدا لغيره.
“Menjadi hamba Allah, itulah kemerdekaan yang hakiki, karena siapapun yang tidak menghamba kepada Allah, dia pasti menghamba kepada yang selain-Nya..” (Syarah Akidah Wasithiyyah, 365)
Jika kita menghamba hanya kepada Allah, maka kita akan bebas dan merdeka dari penghambaan kepada semua makhluk-Nya .. dan itulah kemerdekaan tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar