Menanggapi Poster "Sebagian Besar Salafi Dulunya Adalah Ahlul-Bid'ah"
Maka ketahuilah :
🔸 Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah itu umumnya bukan berasal dari Ahlul-Bid'ah. Ada yang sejak lahir di atas fithrah Ahlus-Sunnah, ada yang dulunya ahlul-maksiat ataupun dulunya orang-orang terjatuh bid'ah lantaran belum iqomatul hujjah. Sehingga tidak bisa dihukumi sebagai ahlul-bid'ah.
🔸 Ahlul-Bid'ah itu umumnya terhalang dari taubat.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَ اللهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعْ بِدْعَتَهُ
“Sungguh Allah menghalangi taubat dari setiap pelaku bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya” (HR. Ath-Thabrani dalam Al Ausath no.4334. Shahih). Imam Ahmad ketika ditanya mengenai makna hadits di atas, beliau menjawab:لَا يُوَفَّقُ, وَلَا يُيَسَّرُ صَاحِبُ بِدْعَةٍ “maksudnya: ia tidak mendapatkan taufiq, pelaku bid’ah tidak dipermudah untuk bertaubat” (Ghadzaul Albab Syarh Manzhumatul Adab, hal. 582)
🔸Jika benar ada Ahlus-Sunnah yang berasal dari ahlul-bid'ah, maka itu sangat sedikit. Itupun umumnya sebagian faham/pemikiran bid'ahnya tidak bisa hilang sepenuhnya atau tak bisa sebersih orang-orang yang memang bukan berasal dari ahlul-bid'ah. Contoh : masih tafarruq dan mengadakan sholat Jum'at sendiri, padahal itu menyelisihi Ushul AS-Sunnah dan Aqidah Ahlus-Sunnah.
🔸 Bisa jadi mereka salah memvonis orang-orang yang terjatuh bid'ah sebagai ahlul-bid'ah padahal belum iqomatul hujjah. Atau sebenarnya keadaan mereka tetap Ahlul-Bid'ah, tapi mengklaim sebagai Ahlus-Sunnah.
والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين

Tidak ada komentar:
Posting Komentar