Jumat, 05 Juni 2026

Haji Wajib Bagi Mustathii' (Orang yang Mampu), Bukan Berarti Ghaniy (Kaya)




Haji Wajib Bagi Mustathii' (Orang yang Mampu), Bukan Berarti Ghaniy (Kaya)


Ibadah haji termasuk rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki istitha'ah (kemampuan), sebagaimana kalam Allah dalam Surah Ali 'Imran ayat 97:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ۝٩٧

“.... Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."

Perbedaan Makna Antara "Mampu" dan "Kaya"

Secara kebahasaan dan istilah syariat, kata "kaya" dan "mampu" merujuk pada dua kondisi finansial dan personal yang berbeda:

1. Kaya (Ghaniyy / غَنِيّ)

Dalam bahasa Arab, orang yang kaya disebut dengan Ghaniyy (غَنِيّ) atau Tsariyy (ثَرِيّ). Kata ini merujuk pada kepemilikan harta yang melimpah, aset yang banyak, materi yang mewah, atau kondisi tidak lagi membutuhkan bantuan finansial dari orang lain. Namun, status kaya ini hanya berpusat pada jumlah atau nominal harta semata.

2. Mampu (Mustathii' / مُسْتَطِيع)

Sementara itu, orang yang mampu dalam konteks haji disebut dengan Mustathii' (مُسْتَطِيع), yang diambil dari akar kata Istitha'ah (kemampuan/kesanggupan). Istitha'ah tidak sekadar berbicara tentang kekayaan, melainkan sebuah kesiapan menyeluruh yang mencakup aspek finansial, fisik, mental, keamanan, hingga tanggung jawab sosial.

Mengapa Orang Kaya Belum Tentu Mampu Berhaji?

Ada kalanya seseorang masuk dalam kategori Ghaniyy (kaya), namun secara syariat ia belum dianggap Mustathii' (mampu) untuk berangkat haji. Berikut adalah beberapa faktor pembedanya:
🔸 Faktor Kesehatan Fisik (Istitha'ah Badaniyah): Seseorang bisa saja memiliki uang miliaran rupiah di rekeningnya. Namun, jika ia sedang menderita sakit berat yang secara medis membuatnya tidak bisa melakukan perjalanan jauh, maka ia belum dikategorikan Mustathii'.
🔸 Keamanan dan Kuota Perjalanan: Orang yang memiliki banyak uang tetap tidak bisa berangkat haji jika jalur perjalanan sedang dilanda konflik/perang, atau jika ia belum mendapatkan izin resmi (kuota/visa haji) dari pemerintah.

Mengapa Orang Sederhana Bisa Menjadi "Mampu"?

Sebaliknya, seseorang yang hidupnya sederhana dan tidak tergolong sebagai orang kaya (Ghaniyy), bisa menjadi Mustathii' (mampu) di mata Allah.
Jika ia memiliki tabungan yang pas-pasan namun cukup untuk membayar biaya haji, tubuhnya sehat walafiat, tidak memiliki tanggungan utang yang mendesak, serta kebutuhan keluarga yang ditinggalkan sudah terjamin, maka kewajiban haji sudah jatuh kepadanya. Islam tidak menyaratkan seseorang harus memiliki rumah mewah atau mobil pribadi untuk bisa pergi ke Baitullah.

Kesimpulan

Perbedaan antara Ghaniyy (Kaya) dan Mustathii' (Mampu) mengajarkan kita keadilan syariat Islam. Haji tidak dirancang hanya untuk kaum elite atau miliarder. Haji adalah panggilan bagi siapa saja yang di dalam dirinya telah berkumpul kesiapan bekal harta yang halal, kesehatan fisik, ketenangan jiwa, serta izin keamanan untuk melangkah ke tanah suci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haji Wajib Bagi Mustathii' (Orang yang Mampu), Bukan Berarti Ghaniy (Kaya)

Haji Wajib Bagi Mustathii' (Orang yang Mampu), Bukan Berarti Ghaniy (Kaya) Ibadah haji termasuk rukun Islam kelima yang diwajibkan bag...