Ringkasan Penetapan 1 Muharram 1448 H
Agar Tampak Jelas Perbedaan Sandaran
🔸 Orang-orang yang berpegang 1 mathla' bahwa hilal 1 Muharram 1448 H bertepatan 16 Juni 2026. Hilal dikhabarkan telah terlihat di Saudi.
🔸 Golongan yang menolak 1 matla' dan taqlid pemerintah NKRI sekalipun penetapan pakai hisab Imkanur Rukyat bertepatan 16 Juni 2026
🔸 Penganut Hisab KHGT (Kalendet Hijriyah Global Tunggal) menetapkan 16 Juni 2026.
🔸 Pengikut aliran jam'iyyah NU 17 Juni 2026. Hanya menerima rukyat lokal. LF PBNU mewajibkan bukti fisik Rukyatul Hilal Bil Fi'li (melihat hilal langsung dengan mata atau alat) di wilayah Indonesia. Karena pada Senin malam hilal dilaporkan tidak terlihat di seluruh titik pemantauan domestik akibat posisinya yang masih sangat rendah (di bawah 2 derajat), NU menolak ikut mathla' luar negeri.
🔸 Pengikut agama "Islam Kejawen" atau "Islam Budaya/Islam KTP" 16 Juni 2026. Berdasarkan perhitungan rumus siklus kurup (saat ini Kurup Asapon/Alip Selasa Pon), tanggal 1 Suro 1960 Jawa secara matematis persis jatuh pada hari Selasa Legi, 16 Juni 2026.
🔸 Pengikut agama Kapitayan 16 Juni 2026. Mengikuti jatuhnya hari pasaran utama, ritual keheningan mereka dilakukan bertepatan pada 16 Juni 2026
Yang wajib kita ikuti Al-Jama'ah yaitu jama'ah al-haqq. Al-Jama'ah adalah apa saja yang mencocoki kebenaran (Al-Haqq), walaupun sendirian. Sandaran utamanya adalah kesesuaian dalil dengan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat Nabi (Salafush Shalih) dalam menyikapi sebuah khabar ilmiah maupun rujukan fikih penentuan waktu ibadah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar