Hakikat Persahabatan dan Loyalitas Sejati ( Kesetiaan dalam Ujian )
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya) '" (HR. Muslim)
والإِخْوانُ يُعْرَفُونَ عِندَ الحوائج كَمَا أنَّ الأَهْلَ تُخْتَبَرُ عِندَ الفَقْرِ؛ لأَنَّ كُلَّ النَّاسِ في الرَّخَاءِ أَصْدِقَاءُ، وَشَرُّ الإِخْوانِ الخاذِلُ لإِخْوانِهِ عِندَ الشِّدَّةِ.
كتاب روضة العقلاء ونزهة الفضلاء ص ٢٤٧ - ابن حبان
"Saudara (sahabat sejati) akan diketahui saat kita membutuhkan, sebagaimana (hubungan) keluarga akan teruji saat dalam kemiskinan. Karena sesungguhnya, semua orang adalah teman saat dalam keadaan senang (lapang), dan seburuk-buruknya saudara (pertemanan) adalah mereka yang menelantarkan (menkhianati) saudaranya saat dalam kesulitan."
Sumber: Kitab Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala, hal. 247 – Ibnu Hibban
Ujian Persaudaraan dan Pertemanan
والإِخْوانُ يُعْرَفُونَ عِندَ الحوائج كَمَا أنَّ الأَهْلَ تُخْتَبَرُ عِندَ الفَقْرِ؛ لأَنَّ كُلَّ النَّاسِ في الرَّخَاءِ أَصْدِقَاءُ، وَشَرُّ الإِخْوانِ الخاذِلُ لإِخْوانِهِ عِندَ الشِّدَّةِ.
كتاب روضة العقلاء ونزهة الفضلاء ص ٢٤٧ - ابن حبان
Di kala lapang semua mendekat,
Berwajah manis, bersikap hebat.
Namun saat duka mulai menyekat,
Sahabat sejati barulah terlihat.
Seperti keluarga saat dirundung papa,
Kesetiaan teruji dalam duka dan nestapa.
Kala senang, berkerumun datang menyapa,
Namun saat jatuh, nampak yang setia siapa.
Seburuk-buruk teman di jalan kehidupan,
Adalah teman yang abai dalam kesempitan.
Tega berpaling saat kita butuh pertolongan,
Menelantarkan saudara di tengah ujian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar