Rabu, 01 Juli 2026

Tabadul Al-Hujjah vs Tasalsul Al-As'ilah: Seni Menyudahi Debat Kusir


 


Tabadul Al-Hujjah vs Tasalsul Al-As'ilah: Seni Menyudahi Debat Kusir




Esensi dari jidal syar'i (debat/diskusi yang sesuai syariat) adalah tabadul al-hujjah—yaitu saling bertukar dalil, argumen yang kuat, dan bukti yang valid untuk mencari kebenaran (izhharul haq).

Ketika diskusi bergeser menjadi aksi saling melempar pertanyaan tanpa henti (tasalsul al-as'ilah), fokusnya biasanya bukan lagi mencari kebenaran, melainkan:
🔸 Mengulur waktu atau mengalihkan perhatian dari poin utama yang gagal dijawab.
🔸 Sengaja mencari celah untuk menjebak lawan bicara (ta'annut).
🔸 Melebarkan pembahasan (tadlis / keluar dari topik) sehingga esensi masalah malah kabur.

Dalam Islam, jidal yang terpuji (jidal mahmud) diatur dengan adab yang ketat. Allah Ta'ala berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝١٢٥

".... Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..." (QS. An-Nahl: 125)

Jika sebuah diskusi sudah berubah menjadi ajang interogasi yang tiada habisnya dan melantur ke mana-mana, maka menyudahi diskusi tersebut adalah pilihan yang paling bijak dan bernilai pahala. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar.

عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه مرفوعاً: «أنا زعيم ببيت في رَبَضِ الجنة لمن ترك المِرَاءَ وإن كان مُحِقًّا، وببيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحاً، وببيت في أعلى الجنة لمن حَسَّنَ خلقه» (حسن - رواه أبو داود)

Kesimpulan: Pada akhirnya, tahu kapan harus berhenti berbicara adalah bagian dari kecerdasan emosional dan kematangan iman. Berdiskusi itu untuk menuntun pada kebenaran, bukan menuntut kemenangan ego.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tabadul Al-Hujjah vs Tasalsul Al-As'ilah: Seni Menyudahi Debat Kusir

  Tabadul Al-Hujjah vs Tasalsul Al-As'ilah: Seni Menyudahi Debat Kusir Esensi dari jidal syar'i (debat/diskusi yang sesuai syariat...