Tazkiyah dan Pujian Para Ulama Terkemuka di Dunia yang Hidup Sezaman Kepada Syaikh Al-Albani
https://teguhakhirblora.blogspot.com/2026/08/tazkiyah-dan-pujian-para-ulama-sezaman.html?m=1
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dikenal luas sebagai ulama pakar hadits terbesar di abad ke-14 Hijriah. Kegigihan beliau dalam meneliti, menyaring, dan menghidupkan kembali Sunnah Nabi Muhammad ﷺ mendapatkan pengakuan tinggi serta pujian dari para ulama besar yang hidup sezaman dengan beliau.
Berikut di antara sederet kesaksian dan pujian (tsana’) dari para ulama terkemuka dunia mengenai kedalaman ilmu dan jasa Syaikh Al-Albani:
1. Imam Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Wafat 1393 H) - Ulama besar ahli tafsir dan penulis kitab Adhwa'ul Bayan
"Ulama ahli tafsir Muhammad al-Amin al-Syinqithi—Syaikh Abdul Aziz al-Hudah berkata: 'Sesungguhnya al-Allamah al-Syinqithi sangat menghormati Syaikh al-Albani dengan penghormatan yang luar biasa, hingga jika beliau melihatnya lewat ketika sedang memberikan pelajaran di Masjidil Haram Madinah (yakni masjid Nabawi), beliau menghentikan pelajarannya, berdiri, dan mengucapkan salam kepadanya sebagai bentuk penghormatan kepadanya.'"
Berikut beberapa alasan mengapa penghormatan tersebut bernilai tazkiyah:
1. Kedudukan Tempat dan Majelis
Imam Asy-Syinqithi melakukan hal tersebut di Masjid Nabawi, di hadapan ratusan penuntut ilmu yang menghadiri majelis tafsir beliau. Ketika seorang guru besar mutlak menghentikan pelajarannya hanya untuk berdiri dan memberi salam kepada ulama lain yang lewat, secara tidak langsung beliau sedang mengumumkan kepada seluruh muridnya: "Orang yang lewat ini memiliki kedudukan ilmu yang luar biasa, maka hormatilah ia."
2. Pengakuan atas Spesialisasi Ilmu
Imam Asy-Syinqithi adalah rujukan utama dalam ilmu al-Qur'an, ushul, dan bahasa. Sikap beliau yang begitu mengagungkan Syaikh Al-Albani menunjukkan pengakuan tulus (i'tiraf) bahwa Syaikh Al-Albani adalah pemegang otoritas tertinggi dalam ilmu hadis di lingkungan Universitas Islam Madinah pada masa itu. Pengakuan keahlian dari seorang ahli disebut sebagai tazkiyah.
3. Kaidah "Sikap Lebih Kuat dari Ucapan"
Dalam kaidah sosial dan ilmiah, tindakan nyata (lisanul hal) sering kali jauh lebih kuat dan membekas daripada sekadar ucapan (lisanul maqal). Fakta bahwa beliau rela menurunkan ego keulamaannya untuk berdiri menghormati Syaikh Al-Albani adalah bentuk tazkiyah tertinggi yang menunjukkan ketawaduan sekaligus persaksian atas kesalehan dan kealiman Syaikh Al-Albani.
2. Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Wafat 1420 H) Mufti Agung Arab Saudi.
Al-Allamah Ibn Baz –rahimahullahu ta'ala– berkata tentang beliau: "Aku tidak melihat di bawah kolong langit seorang ulama pun yang pakar dalam bidang hadis di masa kontemporer ini seperti Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani [semoga Allah merahmati beliau atas apa yang telah beliau persembahkan, menerangi kuburnya, dan memberikan syafaat kepada beliau melalui kekasihnya –shallallahu 'alaihi wa sallam–] (1).
Dan ketika beliau ditanya tentang hadits Rasulullah –shallallahu 'alaihi wa sallam–: "Sesungguhnya Allah akan mengutus bagi umat ini pada setiap penutup seratus tahun orang yang memperbarui bagi umat ini urusan agamanya." Beliau ditanya, "Siapakah pembaharu abad ini?"
Maka beliau –rahimahullahu ta'ala– menjawab: "Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani adalah pembaharu abad ini menurut sangkaanku, dan Allah lebih mengetahui." Saya (Abu Abdillah Muhammad Hassunah) berkata: "Bahkan demi Allah, sungguh engkau adalah salah seorang dari para pembaharu zaman ini (2), (bersama) tiga imam besar yang terkemuka: Al-Albani, Ibn Baz, dan Ibn Utsaimin, semoga Allah membalas mereka dari (kebaikan) kami dengan pahala yang paling melimpah."
Syaikh Ibn Baz –quddasa sirruh (semoga Allah mensucikan kuburnya)– juga berkata: "Aku tidak mengetahui seorang pun di bawah kubah langit pada masa ini yang lebih berilmu daripada Syaikh Nashir."
(Arsip Multaqo Ahlul Hadits - 2 - Multaqo Ahlul Hadits - Jilid 51 Hal. 98)
Teks senada juga termuat dalam kompilasi fatwa resmi Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah karya Syaikh Bin Baz.
3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Wafat 1421 H) - Ulama besar ahli fiqih dan ushul fiqih dari Saudi
Saat Syaikh Al-Utsaimin memberikan sambutan atas wafatnya Syaikh Al-Albani, beliau menyampaikan kesaksiannya:
“Sesungguhnya orang ini (Syaikh Al-Albani) memiliki ilmu yang sangat luas dalam bidang hadits, baik secara riwayat maupun dirayah-nya. Sungguh Allah telah memberikan manfaat yang banyak kepada manusia melalui kitab-kitab karya beliau. Beliau adalah orang paling alim mengenai ilmu hadits yang kami ketahui di zaman kita sekarang ini.”
📖 Sumber Rujukan: Rekaman Audio Khotbah Takziah Syaikh Al-Utsaimin (Kaset Rekaman Silsilah Al-Huda wan Nur), yang kemudian ditranskrip dalam kitab Kasyful Niqab 'an Khayaati Syaikhina Al-Albani karya 'Ishom Musa Hadi.
4. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i (Wafat 1422 H) - Ulama besar ahli hadits dari Yaman dan pendiri Darul Hadits Dammaj
Syaikh Muqbil Al-Wadi'i di dalam kitab-kitabnya sering kali merujuk kepada hukum hadits yang dikeluarkan oleh Syaikh Al-Albani dan memujinya:
“Sesungguhnya sandaran utama yang tidak tertandingi kepiawaiannya dalam ilmu hadits di zaman ini adalah Syaikh Al-Albani rahimahullah. Tidak ada yang tidak tahu kedudukannya melainkan orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu.”
📖 Sumber Rujukan: Kitab Tuhfatul Mujib 'ala As'ilatil Hadhir wal Gharib karya Syaikh Muqbil al-Wadi'i, Bab As'ilah Minhadjiyyah
5. Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi (Wafat 1444 H / 2022 M) - Ketua pertama Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars / IUMS)
Meskipun Dr. Yusuf Al-Qardhawi berseberangan manhaj dan sering terlibat diskusi ilmiah yang dinamis dan berbeda pandangan dengan Syaikh Al-Albani dalam beberapa masalah hukum fiqih, tetap menuliskan penghormatan yang sangat besar di dalam bukunya:
“Seorang guru besar dan ahli hadits yang sangat tersohor, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Beliau adalah pemilik karya-karya tulis di bidang hadits yang telah menyebar luas ke barat dan timur dunia, dan dengannya Allah memberikan kemanfaatan yang luar biasa bagi para penuntut ilmu di segenap penjuru dunia Islam.”
📖 Sumber Rujukan: Kitab Fi Wada'il A'lam (Selamat Jalan Wahai para Tokoh Ulama) karya Dr. Yusuf Al-Qardhawi, terbitan Dar Al-Shorouk, Kairo, pada bab khusus biografi Syaikh Al-Albani.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ringkasan Tazkiyah dan Pujian Para Ulama Terkemuka di Dunia yang Hidup Sezaman Kepada Syaikh Al-Albani
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dikenal luas sebagai ulama pakar hadits terbesar di abad ke-14 Hijriah yang mendapatkan pengakuan tinggi serta pujian dari para ulama besar yang hidup sezaman dengan beliau. Berikut di antara sederet kesaksian, tazkiyah ataupun pujian (tsana’) dari para ulama terkemuka dunia mengenai kedalaman ilmu dan jasa Syaikh Al-Albani:
1. Imam Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Wafat 1393 H) - Ulama besar ahli tafsir dan penulis kitab Adhwa'ul Bayan
العلامة المفسر محمد الأمين الشنقيطي يقول الشيخ عبد العزيز الهده: "ان العلامه الشنقيطي يجل الشيخ الألباني إجلالاً غريباً، حتى إذا رآه ماراً وهو في درسه في الحرم المدني يقطع درسه قائماً ومسلماً عليه إجلالاً له"
2. Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Wafat 1420 H) Mufti Agung Arab Saudi
Dengan memberi banyak pujian yang sudah masyhur.
3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Wafat 1421 H) - Ulama besar ahli fiqih dan ushul fiqih dari Saudi
Dengan beberapa pujian yang sudah masyhur.
4. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i (Wafat 1422 H) - Ulama besar ahli hadits dari Yaman dan pendiri Darul Hadits Dammaj
5. Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi (Wafat 1444 H / 2022 M) - Ketua pertama Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars / IUMS)
Meskipun Dr. Yusuf Al-Qardhawi berseberangan manhaj dan sering terlibat diskusi ilmiah yang dinamis dan berbeda pandangan dengan Syaikh Al-Albani dalam beberapa masalah hukum fiqih, tetap menuliskan penghormatan yang sangat besar di dalam kitabnya "Fi Wadaa-il 'Alaam (في وداع الأعلام). Yang mana 2 jam'iyyah (ormas) terbesar di Indonesia pun mengakui, menghormati, dan melegitimasi kedalaman serta otoritas keilmuan Syaikh Yusuf Al-Qardhawi bahkan memakai kitabnya sebagai rujukan.
"Jika demikian siapa yang mampu menjatuhkan pujian 5 tokoh ulama terkemuka di dunia tersebut kepada syaikh Al-Albani?"
Penyusun: Hazim Al-Jawiy
Berikut di antara sederet kesaksian dan pujian (tsana’) dari para ulama terkemuka dunia mengenai kedalaman ilmu dan jasa Syaikh Al-Albani:
1. Imam Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Wafat 1393 H) - Ulama besar ahli tafsir dan penulis kitab Adhwa'ul Bayan
العلامة المفسر محمد الأمين الشنقيطي يقول الشيخ عبد العزيز الهده: "ان العلامه الشنقيطي يجل الشيخ الألباني إجلالاً غريباً، حتى إذا رآه ماراً وهو في درسه في الحرم المدني يقطع درسه قائماً ومسلماً عليه إجلالاً له"
"Ulama ahli tafsir Muhammad al-Amin al-Syinqithi—Syaikh Abdul Aziz al-Hudah berkata: 'Sesungguhnya al-Allamah al-Syinqithi sangat menghormati Syaikh al-Albani dengan penghormatan yang luar biasa, hingga jika beliau melihatnya lewat ketika sedang memberikan pelajaran di Masjidil Haram Madinah (yakni masjid Nabawi), beliau menghentikan pelajarannya, berdiri, dan mengucapkan salam kepadanya sebagai bentuk penghormatan kepadanya.'"
Berikut beberapa alasan mengapa penghormatan tersebut bernilai tazkiyah:
1. Kedudukan Tempat dan Majelis
Imam Asy-Syinqithi melakukan hal tersebut di Masjid Nabawi, di hadapan ratusan penuntut ilmu yang menghadiri majelis tafsir beliau. Ketika seorang guru besar mutlak menghentikan pelajarannya hanya untuk berdiri dan memberi salam kepada ulama lain yang lewat, secara tidak langsung beliau sedang mengumumkan kepada seluruh muridnya: "Orang yang lewat ini memiliki kedudukan ilmu yang luar biasa, maka hormatilah ia."
2. Pengakuan atas Spesialisasi Ilmu
Imam Asy-Syinqithi adalah rujukan utama dalam ilmu al-Qur'an, ushul, dan bahasa. Sikap beliau yang begitu mengagungkan Syaikh Al-Albani menunjukkan pengakuan tulus (i'tiraf) bahwa Syaikh Al-Albani adalah pemegang otoritas tertinggi dalam ilmu hadis di lingkungan Universitas Islam Madinah pada masa itu. Pengakuan keahlian dari seorang ahli disebut sebagai tazkiyah.
3. Kaidah "Sikap Lebih Kuat dari Ucapan"
Dalam kaidah sosial dan ilmiah, tindakan nyata (lisanul hal) sering kali jauh lebih kuat dan membekas daripada sekadar ucapan (lisanul maqal). Fakta bahwa beliau rela menurunkan ego keulamaannya untuk berdiri menghormati Syaikh Al-Albani adalah bentuk tazkiyah tertinggi yang menunjukkan ketawaduan sekaligus persaksian atas kesalehan dan kealiman Syaikh Al-Albani.
2. Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Wafat 1420 H) Mufti Agung Arab Saudi.
قال عنه العلامة ابن باز – رحمه الله تعالى-: " ما رأيت تحت أديم السماء عالما بالحديث في العصر الحديث مثل العلامة محمد ناصر الدين الألباني [رحمه الله إزاء ما قدم ونور ضريحه وشفّع فيه حبيبه - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ -] (1)
وسئل عن حديث رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - -: " إن الله يبعث لهذه الأمة على رأس كل مائة سنة من يجدد لها دينها " فسئل من هو مجدد هذا القرن؟
فقال - رحمه الله تعالى-: " الشيخ محمد ناصر الدين الألباني هو مجدد هذا العصر في ظني، والله أعلم " قلت (أبو عبد الله محمد حسونة): بل والله لأنت واحد من مجددي هذا الزمان (2) الأئمة الثلاثة الأعلام: الألباني وابن باز وابن عثيمين جزاهم الله عنا أجزل الأجور.
وقال الشيخ ابن باز -قدسّ الله ضريحه-: " لا أعلم تحت قبة الفلك في هذا العصر أعلم من الشيخ ناصر "
(أرشيف ملتقى أهل الحديث - 2 - ملتقى أهل الحديث - ج ٥١ ص ٩٨)
Al-Allamah Ibn Baz –rahimahullahu ta'ala– berkata tentang beliau: "Aku tidak melihat di bawah kolong langit seorang ulama pun yang pakar dalam bidang hadis di masa kontemporer ini seperti Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani [semoga Allah merahmati beliau atas apa yang telah beliau persembahkan, menerangi kuburnya, dan memberikan syafaat kepada beliau melalui kekasihnya –shallallahu 'alaihi wa sallam–] (1).
Dan ketika beliau ditanya tentang hadits Rasulullah –shallallahu 'alaihi wa sallam–: "Sesungguhnya Allah akan mengutus bagi umat ini pada setiap penutup seratus tahun orang yang memperbarui bagi umat ini urusan agamanya." Beliau ditanya, "Siapakah pembaharu abad ini?"
Maka beliau –rahimahullahu ta'ala– menjawab: "Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani adalah pembaharu abad ini menurut sangkaanku, dan Allah lebih mengetahui." Saya (Abu Abdillah Muhammad Hassunah) berkata: "Bahkan demi Allah, sungguh engkau adalah salah seorang dari para pembaharu zaman ini (2), (bersama) tiga imam besar yang terkemuka: Al-Albani, Ibn Baz, dan Ibn Utsaimin, semoga Allah membalas mereka dari (kebaikan) kami dengan pahala yang paling melimpah."
Syaikh Ibn Baz –quddasa sirruh (semoga Allah mensucikan kuburnya)– juga berkata: "Aku tidak mengetahui seorang pun di bawah kubah langit pada masa ini yang lebih berilmu daripada Syaikh Nashir."
(Arsip Multaqo Ahlul Hadits - 2 - Multaqo Ahlul Hadits - Jilid 51 Hal. 98)
Teks senada juga termuat dalam kompilasi fatwa resmi Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah karya Syaikh Bin Baz.
3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Wafat 1421 H) - Ulama besar ahli fiqih dan ushul fiqih dari Saudi
Saat Syaikh Al-Utsaimin memberikan sambutan atas wafatnya Syaikh Al-Albani, beliau menyampaikan kesaksiannya:
إِنَّ الرَّجُلَ لَهُ عِلْمٌ جَمٌّ فِي الْحَدِيْثِ رِوَايَةً وَدِرَايَةً، وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ نَفَعَ بِكُتُبِهِ كَثِيْرًا مِنَ النَّاسِ، وَهُوَ أَعْلَمُ مَنْ رَأَيْنَا فِي عِلْمِ الْحَدِيْثِ فِي عَصْرِنَا هَذَا.
“Sesungguhnya orang ini (Syaikh Al-Albani) memiliki ilmu yang sangat luas dalam bidang hadits, baik secara riwayat maupun dirayah-nya. Sungguh Allah telah memberikan manfaat yang banyak kepada manusia melalui kitab-kitab karya beliau. Beliau adalah orang paling alim mengenai ilmu hadits yang kami ketahui di zaman kita sekarang ini.”
📖 Sumber Rujukan: Rekaman Audio Khotbah Takziah Syaikh Al-Utsaimin (Kaset Rekaman Silsilah Al-Huda wan Nur), yang kemudian ditranskrip dalam kitab Kasyful Niqab 'an Khayaati Syaikhina Al-Albani karya 'Ishom Musa Hadi.
4. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i (Wafat 1422 H) - Ulama besar ahli hadits dari Yaman dan pendiri Darul Hadits Dammaj
Syaikh Muqbil Al-Wadi'i di dalam kitab-kitabnya sering kali merujuk kepada hukum hadits yang dikeluarkan oleh Syaikh Al-Albani dan memujinya:
إِنَّ السَّنَدَ الَّذِي لَا يُشَقُّ لَهُ غُبَارٌ فِي عِلْمِ الْحَدِيْثِ فِي هَذَا الْعَصْرِ هُوَ الشَّيْخُ الْأَلْبَانِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ، وَلَا يَجْهَلُ قَدْرَهُ إِلَّا جَاهِلٌ أَوْ صَاحِبُ هَوَى.
“Sesungguhnya sandaran utama yang tidak tertandingi kepiawaiannya dalam ilmu hadits di zaman ini adalah Syaikh Al-Albani rahimahullah. Tidak ada yang tidak tahu kedudukannya melainkan orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu.”
📖 Sumber Rujukan: Kitab Tuhfatul Mujib 'ala As'ilatil Hadhir wal Gharib karya Syaikh Muqbil al-Wadi'i, Bab As'ilah Minhadjiyyah
5. Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi (Wafat 1444 H / 2022 M) - Ketua pertama Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars / IUMS)
Meskipun Dr. Yusuf Al-Qardhawi berseberangan manhaj dan sering terlibat diskusi ilmiah yang dinamis dan berbeda pandangan dengan Syaikh Al-Albani dalam beberapa masalah hukum fiqih, tetap menuliskan penghormatan yang sangat besar di dalam bukunya:
الْأُسْتَاذُ الْكَبِيْرُ، وَالْمُحَدِّثُ الشَّهِيرُ، الشَّيْخُ مُحَمَّدُ نَاصِرُ الدِّيْنِ الْأَلْبَانِيُّ، صَاحِبُ الْكُتُبِ الْحَدِيثِيَّةِ الَّتِي شَرَّقَتْ وَغَرَّبَتْ، وَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا طُلَّابَ الْعِلْمِ فِي أَنْحَاءِ الْعَالَمِ الْإِسْلَامِيِّ.
“Seorang guru besar dan ahli hadits yang sangat tersohor, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Beliau adalah pemilik karya-karya tulis di bidang hadits yang telah menyebar luas ke barat dan timur dunia, dan dengannya Allah memberikan kemanfaatan yang luar biasa bagi para penuntut ilmu di segenap penjuru dunia Islam.”
📖 Sumber Rujukan: Kitab Fi Wada'il A'lam (Selamat Jalan Wahai para Tokoh Ulama) karya Dr. Yusuf Al-Qardhawi, terbitan Dar Al-Shorouk, Kairo, pada bab khusus biografi Syaikh Al-Albani.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ringkasan Tazkiyah dan Pujian Para Ulama Terkemuka di Dunia yang Hidup Sezaman Kepada Syaikh Al-Albani
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dikenal luas sebagai ulama pakar hadits terbesar di abad ke-14 Hijriah yang mendapatkan pengakuan tinggi serta pujian dari para ulama besar yang hidup sezaman dengan beliau. Berikut di antara sederet kesaksian, tazkiyah ataupun pujian (tsana’) dari para ulama terkemuka dunia mengenai kedalaman ilmu dan jasa Syaikh Al-Albani:
1. Imam Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Wafat 1393 H) - Ulama besar ahli tafsir dan penulis kitab Adhwa'ul Bayan
العلامة المفسر محمد الأمين الشنقيطي يقول الشيخ عبد العزيز الهده: "ان العلامه الشنقيطي يجل الشيخ الألباني إجلالاً غريباً، حتى إذا رآه ماراً وهو في درسه في الحرم المدني يقطع درسه قائماً ومسلماً عليه إجلالاً له"
2. Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Wafat 1420 H) Mufti Agung Arab Saudi
Dengan memberi banyak pujian yang sudah masyhur.
3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Wafat 1421 H) - Ulama besar ahli fiqih dan ushul fiqih dari Saudi
Dengan beberapa pujian yang sudah masyhur.
4. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i (Wafat 1422 H) - Ulama besar ahli hadits dari Yaman dan pendiri Darul Hadits Dammaj
5. Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi (Wafat 1444 H / 2022 M) - Ketua pertama Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars / IUMS)
Meskipun Dr. Yusuf Al-Qardhawi berseberangan manhaj dan sering terlibat diskusi ilmiah yang dinamis dan berbeda pandangan dengan Syaikh Al-Albani dalam beberapa masalah hukum fiqih, tetap menuliskan penghormatan yang sangat besar di dalam kitabnya "Fi Wadaa-il 'Alaam (في وداع الأعلام). Yang mana 2 jam'iyyah (ormas) terbesar di Indonesia pun mengakui, menghormati, dan melegitimasi kedalaman serta otoritas keilmuan Syaikh Yusuf Al-Qardhawi bahkan memakai kitabnya sebagai rujukan.
"Jika demikian siapa yang mampu menjatuhkan pujian 5 tokoh ulama terkemuka di dunia tersebut kepada syaikh Al-Albani?"
Penyusun: Hazim Al-Jawiy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar