Sabtu, 06 Desember 2025

Istighfar Termasuk Kebaikan Yang Paling Agung

 


Istighfar Termasuk Kebaikan Yang Paling Agung



"وَقَالَ: التَّوْبَةُ مِنْ أَعْظَمِ الْحَسَنَاتِ وَالْحَسَنَاتُ كُلُّهَا مَشْرُوطٌ فِيهَا الْإِخْلَاصُ لِلَّهِ وَمُوَافَقَةُ أَمْرِهِ بِاتِّبَاعِ رَسُولِهِ وَالِاسْتِغْفَارِ مِنْ أَكْبَرِ الْحَسَنَاتِ وَبَابُهُ وَاسِعٌ.
فَمَنْ أَحَسَّ بِتَقْصِيرِ فِي قَوْلِهِ أَوْ عَمَلِهِ أَوْ حَالِهِ أَوْ رِزْقِهِ أَوْ تَقَلُّبِ قَلْبٍ: فَعَلَيْهِ بِالتَّوْحِيدِ وَالِاسْتِغْفَارِ فَفِيهِمَا الشِّفَاءُ إذَا كَانَا بِصِدْقِ وَإِخْلَاصٍ.
وَكَذَلِكَ إذَا وَجَدَ الْعَبْدُ تَقْصِيرًا فِي حُقُوقِ الْقَرَابَةِ وَالْأَهْلِ وَالْأَوْلَادِ وَالْجِيرَانِ وَالْإِخْوَانِ. فَعَلَيْهِ بِالدُّعَاءِ لَهُمْ وَالِاسْتِغْفَارِ.
{قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ لِي لِسَانًا ذَرِبًا عَلَى أَهْلِي.فَقَالَ لَهُ: أَيْنَ أَنْتَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؟ إنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً} "."
من كتاب: مجموع الفتاوى ج ١١ ص ٦٩٨

Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah) berkata, "Tobat adalah salah satu kebaikan yang paling agung, dan semua kebaikan itu disyaratkan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan perintah-Nya dengan mengikuti Rasul-Nya. Istighfar adalah salah satu kebaikan yang paling agung, dan pintu itu luas.

Barangsiapa yang merasa kurang dalam ucapan, perbuatan, keadaan, rezeki, atau perubahan hatinya, maka hendaknya ia melakukan tauhid dan istighfar, karena dalam keduanya ada kesembuhan jika dilakukan dengan jujur dan ikhlas.

Demikian pula jika seorang hamba merasa kurang dalam hak-hak kerabat, keluarga, anak-anak, tetangga, dan saudara, maka hendaknya ia berdoa untuk mereka dan meminta ampun bagi mereka.

Hudzaifah bin Yamani berkata kepada Nabi , 'Saya memiliki lidah yang tajam terhadap keluargaku.' Nabi berkata kepadanya, 'Kemanakah engkau dari istighfar? Sesungguhnya saya meminta ampun kepada Allah lebih dari 70 kali dalam sehari.'"

📚 Dari kitab: Majmu' al-Fatawa, jilid 11, halaman 698


Kamis, 04 Desember 2025

Setiap Mushibah Itu Telah Tertulis Dalam Kitab Lauhul-Mahfuzh


 

Setiap Mushibah Itu Telah Tertulis Dalam Kitab Lauhul-Mahfuzh



مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ ۝٢٢ لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ ۝٢٣

22. Setiap mushibah yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
23. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri, (QS. Al-Hadid : 22-23)

وَقَالَ عِكْرِمَةُ: لَيْسَ أَحَدٌ إِلَّا وَهُوَ يَفْرَحُ وَيَحْزَنُ، وَلَكِنِ اجْعَلُوا الفَرَح شُكْرًا وَالْحُزْنَ صَبْرًا.

Ikrimah berkata, "Tidak ada seorang pun kecuali dia akan merasa gembira dan sedih, tetapi jadikanlah kegembiraanmu sebagai syukur dan kesedihanmu sebagai sabar." (lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Maka bersyukurlah engkau di saat memperoleh kegembiraan dan bersabarlah ketika menanggung kedukaan. Rasulullah bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim 2999)

Rabu, 03 Desember 2025

Ketika Hadapi Kesulitan Hidup Hendaknya Memperbanyak Istighfar dan Taubat



Ketika Hadapi Kesulitan Hidup Hendaknya Memperbanyak Istighfar dan Taubat


وَقَالَ ابْنُ صُبَيْحٍ: شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ "نُوحٍ": اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً وَقَدْ مَضَى فِي سُورَةِ "آلِ عِمْرَانَ"(٥) كَيْفِيَّةُ الِاسْتِغْفَارِ، وَإِنَّ ذَلِكَ يَكُونُ عَنْ إِخْلَاصٍ وَإِقْلَاعٍ مِنَ الذُّنُوبِ. وَهُوَ الْأَصْلُ فِي الإجابة 
تفسير القرطبي — القرطبي (٦٧١ هـ) -  سورة نوح

Ibnu Shubaih berkata, "Seorang laki-laki mengadukan kepada Al-Hasan (al-Bashri) tentang kegandaan (kekeringan) tanah, maka Hasan berkata kepadanya, 'Mohon ampunlah kepada Allah!' Orang lain mengadukan kefakiran, maka Al-Hasan berkata kepadanya, 'Mohon ampunlah kepada Allah!' Orang lain lagi berkata, 'Doakanlah kepada Allah agar aku diberi anak!' Al-Hasan berkata, 'Mohon ampunlah kepada Allah!' Orang lain lagi mengadukan kekeringan kebunnya, maka Hasan berkata, 'Mohon ampunlah kepada Allah!' Kami (para murid) berkata kepada Al-Hasan, 'Kenapa engkau hanya menyuruh mereka untuk mohon ampun?' Al-Hasan berkata, 'Aku tidak mengatakan itu dari diriku sendiri, sesungguhnya Allah berfirman dalam surat Nuh,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ ۝١٠ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ ۝١١ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ ۝١٢

"Mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai' (QS. Nuh: 10-12).'" Dan telah berlalu dalam surat Al-Imran tentang cara beristighfar, yaitu dengan keikhlasan dan meninggalkan dosa, dan itulah pokok dari jawaban (doa). (lihat Tafsir Al-Qurthubi)

📚 lihat Tafsir Al-Qurthubi - Surat Nuh : 10-12

Selasa, 02 Desember 2025

Qolbun Salim ( Hati Yang Selamat )




Qolbun Salim ( Hati Yang Selamat )


قال تعالى: {يومَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ إلا مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَليِمٍ} (الشعراء: ٨٨-٨٩) .

والسليم هو السالم، وجاء على هذا المثال لأنه للصفات، كالطويل والقصير والظريف؛ فالسليم القلب الذى قد صارت السلامة صفة ثابتة له، كالعليم والقدير، وأيضا فإنه ضد المريض، والسقيم، والعليل.

وقد اختلفت عبارات الناس فى معنى القلب السليم، والأمر الجامع لذلك: أنه الذى قد سلم من كل شهوة تخالف أمر الله ونهيه، ومن كل شبهة تعارض خبره. فسلم من عبودية ما سواه، وسلم من تحكيم غير رسوله. فسلم فى محبة غير الله معه ومن خوفه ورجائه والتوكل عليه، والإنابة إليه، والذل له، وإيثار مرضاته فى كل حال والتباعد من سخطه بكل طريق. وهذا هو حقيقة العبودية التى لا تصلح إلا لله وحده.

كتاب إغاثة اللهفان في مصايد الشيطان - ت الفقي ج ١ ص ٧ - ابن القيم


Allah berkalam :

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ ۝٨٨ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ ۝٨٩

88. (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan qalbun salim (hati yang selamat), (Q.S. Asyu'arā': 88-89).

Qolbun Salim (hati yang selamat) adalah hati yang bersih dan suci. Kata "salīm" digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat yang melekat, seperti ath-thawīl (panjang), al-qashīr (pendek), dan azh-zharīf (halus). Qolbun Salim (hati yang selamat) adalah hati yang telah menjadi sifatnya untuk selalu bersih dan suci, seperti sifat "alīm" (mengetahui) dan "qadīr" (berkuasa). Hati yang selamat juga berarti hati yang tidak sakit, tidak lemah, dan tidak cacat

Orang-orang telah berbeda pendapat tentang makna hati yang selamat, namun intinya adalah hati yang selamat dari semua syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah, dan selamat dari semua keraguan yang bertentangan dengan berita Allah.
Hati yang selamat adalah hati yang telah selamat dari perbudakan kepada selain Allah, dan selamat dari mengikuti selain Rasulullah. Hati yang selamat adalah hati yang telah selamat dari mencintai selain Allah, dari takut dan berharap kepada selain Allah, dan dari bertawakal kepada selain Allah. Hati yang selamat adalah hati yang telah selamat dari mengutamakan selain Allah, dan telah selamat dari kemurkaan Allah.
Inilah hakikat al-'ubudiyyah (penghambaan) yang tidak layak kecuali hanya untuk Allah.

📚 Kitab Ighatsatul Lahfān fī Mashāyid asy-Syaithān, karya Ibnul Qayyim)

Tantangan Bagi Siapa Yang Meragukan Al-Qur'an Yang Diturunkan Kepada Muhammad ﷺ


 


Tantangan Bagi Siapa Yang Meragukan Al-Qur'an Yang Diturunkan Kepada Muhammad ﷺ


وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٢٣

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Al-Baqarah : 23)

وَمَا كَانَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ اَنْ يُّفْتَرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ ۝٣٧ اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُۗ قُلْ فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٣٨ ( سُورَةُ يُونُسَ : ٣٧-٣٨ )

"Jika kalian memang benar, maka buatlah satu surat semisal surat Al-Fatihah 7 ayat!
(1) Surat yang paling agung, (2) berisi petunjuk yang agung, (3) mengandung asma Allah yang agung, (4) mengandung doa yang agung, (5) jika dibaca bisa menghapus dosa-dosa kecil, dan (6) bisa untuk ruqyah (sebagai syifa').. disamping (7) bahasanya agung, mulia dan indah tidak tertandingi makhluq serta mudah dihafal kaum muslimin dari anak kecil sampai orang tua di berbagai penjuru dunia...
Kitab suci apa di muka bumi yang mampu menandingi Al-Qur'an?

Nabi Muhammad ﷺ Diutus Untuk Seluruh Manusia dan Rahmatan Lil-'Alamin


 


Nabi Muhammad Diutus Untuk Seluruh Manusia dan Rahmatan Lil-'Alamin


Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia dan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Di antara dalilnya Allah berkalam :


قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ࣙالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٥٨

Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A'raf : 158).
Ayat ini secara eksplisit menggunakan frasa (إِلَيْكُمْ جَمِيعًا) yang menunjukkan risalah beliau bukan hanya untuk kaum Arab atau bangsa tertentu. 

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya' : 107).

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ۝٢٨

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(QS. Saba': 28)

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا ۝٢٩ ( سُورَةُ الكهف : ٣٩ )

Minggu, 30 November 2025

Orang Kafir dan Ahlul-Ahwa' Telah Sesat Sehingga Perbuatan Buruk Dianggap Baik


 

Orang Kafir dan Ahlul-Ahwa' Telah Sesat Sehingga Perbuatan Buruk Dianggap Baik



اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ ۝٨

"Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. Al-Fathir : 8)

وعن جعفر بن محمد قال سئل محمد بن ابي الورد عن قوله افمن زين له سوء عمله فراه حسنا سورة فاطر آية ٨ قال من ظن في اساءته انه محسن.
كتاب صفة الصفوة  ج ١ ص ٥٠٧ - ابن الجوزي

Dari Ja'far bin Muhammad, dia berkata: Muhammad bin Abi al-Ward ditanya tentang firman Allah, "Maka apakah orang yang dijadikan amal buruknya indah (terlihat baik) lalu dia melihatnya baik...?" (QS. Fatir: 8). Dia menjawab: "(Maksudnya) orang yang beranggapan bahwa keburukannya adalah kebaikan."


Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...