Penjelasan Secara Ringkas Terkait Makna Allah Istawa 'Ala Al-'Arsy
Menurut Salafush-Shalih bahwa makna istiwa’ adalah Al ‘Uluw wa Al Irtifa’ (tinggi). Berikut kutipan perkataan ulama Salaf yang terdapat dalam Shahih Bukhari mengenai makna istawa. Imam Al-Bukhori berkata di dalam Shahihnya:
باب وكان عرشه على الماء وهو رب العرش العظيم قال أبو العالية استوى إلى السماء ارتفع فسواهن خلقهن وقال مجاهد استوى علا على العرش
“Bab “Dan ‘Arsy-Nya di atas air", "Dan Dia-lah Rabb (Pemilik) 'Arsy yang Agung". Abu Al ‘Aliyah berkata: “استوى إلى السماء adalah irtafa'a/tinggi. Makna فسوهن yakni Khalaqahunna' (Menciptakan mereka) dan Mujahid berkata "Istiwa adalah Tinggi di atas 'Arsy."
🔸 Prinsip Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah Terkait Asma' Wa Shifat
Ini dirangkum dalam perkataan Imam Malik terkait Istiwa :
الاسْتِوَاءُ مَعْلُومٌ، وَالْكَيْفُ مَجْهُولٌ، وَالإِيمَانُ بِهِ وَاجِبٌ، وَالسُّؤَالُ عَنْهُ بِدْعَةٌ
"Istiwa itu maklum (diketahui maknanya), kaif (caranya) tidak diketahui, mengimaninya wajib, dan bertanya tentangnya (kaifiyyah-nya) adalah bid'ah."
🔸 Makna Jelas (Ma'lum)
Makna istawa yaitu irtifa'/al-'uluw (tinggi), bukan duduk seperti makhluk, bukan pula bermakna menguasai (istila') secara majaz yang sering digunakan kelompok Muktazilah atau Jahmiyah.
🔸 Tinggi Dzat dan Sifat
Allah Maha Tinggi dengan Dzat-Nya di atas seluruh makhluk-Nya dan Maha Tinggi Sifat-Nya.
🔸 Tanpa Tasybih & Takwil
Para Salaf sepakat bahwa istiwa secara hakiki, sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk. Allah berkalam: ﴾لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ﴿ "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. ...." (QS. Asy-Syura: 11).
Salaf menetapkan sifat istiwa tanpa tahrif (mengubah makna), ta'thil (menolak), takyif (menanyakan bagaimana caranya), atau tamsil (menyerupakan dengan makhluk).
🔸 Allah Tidak Membutuhkan 'Arsy
Istiwa Allah tidak berarti Allah membutuhkan 'Arsy atau tempat. Sebaliknya, Arsy dan seluruh makhluklah yang membutuhkan Allah.
Analogi Langit dan Bumi. Analogi untuk mendekatkan pemahaman bahwa keberadaan sesuatu di atas sesuatu yang lain tidak mengharuskan adanya kebutuhan (seperti langit di atas bumi). Langit tidak menempel dan tidak membutuhkan bumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar