Kamis, 17 September 2026

Mengenal 3 Jenis Ziarah Kubur: Syar’iyyah, Bid’iyyah, dan Syirkiyyah



Mengenal 3 Jenis Ziarah Kubur: Syar’iyyah, Bid’iyyah, dan Syirkiyyah

https://teguhakhirblora.blogspot.com/2026/09/mengenal-3-jenis-ziarah-kubur-syariyyah.html?m=1


Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah yang awalnya sempat melarang amalan ini pada masa awal Islam, kemudian memperbolehkannya agar umat Islam dapat mengambil pelajaran darinya.

Namun, dalam praktiknya, para ulama membagi ziarah kubur menjadi tiga jenis berdasarkan niat, tujuan, dan tata cara yang dilakukan. Pembagian ini penting dipahami agar amalan kita tetap berada di atas jalur tauhid dan sunnah.

Berikut adalah penjelasan mengenai 3 jenis ziarah kubur tersebut beserta dalilnya:

1. Ziarah Asy-Syar’iyyah (Disyariatkan)

Ini adalah ziarah kubur yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan hukumnya sunnah.

• Tujuan utama: Mengingat kematian atau kehidupan akhirat, mendoakan keselamatan serta ampunan bagi ahli kubur (terutama jika sesama muslim), dan mengucapkan salam kepada mereka.

• Contoh kegiatan: Datang ke makam, mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah , lalu mendoakan kebaikan bagi si mayit agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

Dalil Landasan Ziarah Syar'iyyah:
Rasulullah bersabda dalam hadis shahih riwayat Imam Muslim:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ

"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarah-lah, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian pada hari akhirat." (HR. Muslim no. 977)

Ketika berziarah, Rasulullah juga mengajarkan umatnya untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Transliterasi: "Assalamu 'alaikum ahlad-diyari minal mukminiina wal muslimiin, wa innaa insya Allahu lalahiquun, as’alullaha lana wa lakumul 'aafiyah."

"Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian." (HR. Muslim no. 975)

2. Ziarah Bid’iyyah (Mengada-ada)

Ziarah ini tidak sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah , namun belum sampai pada tingkat keluar dari Islam (syirik besar). Kendati demikian, pelakunya bisa terjatuh ke dalam dosa syirik ashghar (syirik kecil) karena menganggap suatu tempat memiliki wasilah atau kelebihan tersendiri dalam ibadah yang tidak ada dalilnya.

• Tujuan utama: Melakukan ritual ibadah tertentu di kuburan karena menganggap tempat tersebut memiliki nilai lebih atau dianggap sebagai "tempat keramat" yang membuat doa menjadi lebih mustajab.

• Contoh kegiatan: Sengaja datang ke makam seseorang untuk melakukan shalat menghadap kuburan, beriktikaf di sana, atau melakukan ritual ibadah yang diniatkan khusus di sisi kubur dengan keyakinan bahwa beribadah di tempat itu lebih afdal daripada di masjid.

Dalil Peringatan:
Rasulullah melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah layaknya masjid atau tempat perayaan melalui sabdanya:

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

"Laknat Allah atas kaum Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)." (HR. Bukhari no. 435 dan Muslim no. 531)

3. Ziarah Syirkiyyah (Mengandung Syirik)

Ini adalah jenis ziarah yang melanggar tauhid secara total karena pelakunya melakukan perbuatan syirik akbar (menyekutukan Allah) yang dapat membatalkan keislaman seseorang.

• Tujuan utama: Memalingkan ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah, justru dialihkan kepada penghuni kubur.

• Contoh kegiatan: Meminta kesembuhan, jodoh, rezeki, atau keselamatan langsung kepada ahli kubur; menyembelih hewan kurban sebagai sesaji untuk penghuni kubur; serta bertawaf atau sujud menyembah kuburan tersebut.

Dalil Peringatan Syirik:
Allah menegaskan bahwa doa dan ibadah penyembelihan hanya milik-Nya semata:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ

"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya." (QS. Al-An'am: 162-163)

Kesimpulan

Ziarah kubur sejatinya adalah sarana untuk melembutkan hati dengan mengingat mati sekaligus berbuat baik kepada orang yang telah mendahului kita melalui untaian doa. Agar ibadah ini bernilai pahala dan tidak merusak akidah, setiap muslim wajib menjaga niat dan tata caranya agar selalu berstatus Ziarah Asy-Syar'iyyah dan menjauhi segala bentuk praktik bid’iyyah maupun syirkiyyah.








بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Ringkasan Mengenal 3 Jenis Ziarah Kubur: Syar’iyyah, Bid’iyyah, dan Syirkiyyah



1. Ziarah Asy-Syar’iyyah (Disyariatkan)

Ini adalah ziarah kubur yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan hukumnya sunnah.
• Tujuan utama: Mengingat kematian/akhirat, mendoakan keselamatan serta ampunan bagi ahli kubur (terutama jika sesama muslim), dan mengucapkan salam kepada mereka.
• Contoh kegiatan: Datang ke makam, mengucapkan salam yang diajarkan Rasulullah, lalu mendoakan kebaikan bagi si mayit agar diampuni dosanya oleh Allah.

2. Ziarah Bid’iyyah (Mengada-ada)

Ziarah ini tidak sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah, namun belum sampai pada tingkat keluar dari Islam (syirik besar).
• Tujuan utama: Melakukan ritual ibadah tertentu di kuburan karena menganggap tempat tersebut memiliki nilai lebih atau "tempat keramat" yang membuat doa lebih mustajab.
• Contoh kegiatan: Sengaja datang ke makam seseorang untuk melakukan shalat menghadap kuburan, beriktikaf di sana, atau melakukan ritual ibadah yang diniatkan khusus di sisi kubur dengan keyakinan tempat itu lebih afdal daripada masjid. Sehingga bisa terjatuh syirik ashghar.

3. Ziarah Syirkiyyah (Mengandung Syirik)

Ini adalah jenis ziarah yang melanggar tauhid secara total karena pelakunya melakukan perbuatan syirik akbar (menyekutukan Allah).
• Tujuan utama: Memalingkan ibadah yang harusnya hanya kepada Allah, justru ditujukan kepada penghuni kubur.
• Contoh kegiatan: Meminta kesembuhan, jodoh, rezeki, atau keselamatan langsung kepada ahli kubur; menyembelih hewan kurban sebagai sesaji untuk penghuni kubur; bertawaf atau sujud menyembah kuburan tersebut.

Penyusun: Hazim Al-Jawiy

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Hukum Upah Mengajar Al-Qur'an dan Batasannya dengan Aktivitas Dakwah

  Memahami Hukum Upah Mengajar Al-Qur'an dan Batasannya dengan Aktivitas Dakwah Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali muncul pertanya...