



Apa Hukumnya Memperlama Sujud di Raka'at Terakhir Ketika Sholat ?
Sholatlah Sebagaimana Kita Melihat Nabi Sholat
عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي»، رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
🔸 Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari)
🔸 Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ pernah shalat di mimbar ....,
فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي».
(صحيح - متفق عليه - صحيح البخاري: 917)
Kemudian beluau bersabda, 'Wahai sekalian manusia! Aku melakukan ini supaya kalian dapat mengikuti dan mempelajari salatku.'" (Shahih - Muttafaq 'alaihi)
🔸 Tidak ada riwayat/keterangan bahwa Nabi ﷺ hanya memperlama/memperpanjang salah satu ruku’nya atau sujudnya saja. Justru yang ada riwayat lamanya Nabi rukuk dan sujud hampir sama.
عن الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنهما قال: «رَمَقْتُ الصلاة مع محمد صلى الله عليه وسلم فوجدت قيامه، فَرَكْعَتَهُ، فاعتداله بعد ركوعه، فسجدته، فَجِلْسَتَهُ بين السجدتين، فسجدته، فَجِلْسَتَهُ ما بين التسليم والانصراف: قريبا من السَّوَاء». وفي رواية: «ما خلا القيام والقعود، قريبا من السَّوَاءِ». ( صحيح - متفق عليه )
Dari Al-Barā` bin 'Āzib radhiyallāhu 'anhumā berkata, "Aku mengamati shalat Muhammad ﷺ lalu aku dapati berdirinya, rukuknya, i'tidāl setelah rukuknya, sujudnya, duduknya antara dua sujud, sujudnya lalu duduknya antara mengucapkan salam dan kepergiannya hampir sama." Dalam sebuah riwayat: "Selain berdiri dan duduk, hampir sama (lamanya)." (Hadis Shahih - Muttafaq 'alaih)
Fatwa Syaikh Muhammad Al-Utsaimin Rahimahullah Terkait Perkara Ini
وقد سئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله : الإطالة في السجدة الأخيرة عن باقي أركان الصلاة للدعاء فيها والاستغفار ، هل في الصلاة خلل في حالة الإطالة في السجدة الأخيرة ؟ .
فأجاب :
"الإطالة في السجدة الأخيرة ليست من السنَّة ؛ لأن السنَّة أن تكون أفعال الصلاة متقاربة : الركوع ، والرفع منه ، والسجود ، والجلوس بين السجدتين ، كما قال ذلك البراء بن عازب رضي الله عنه قال : (رمقتُ الصلاة مع النبي صلى الله عليه وسلم فوجدت قيامَه ، فركوعَه ، فسجودَه ، فجلستَه ما بين التسليم والانصراف قريباً من السواء) ، هذا هو الأفضل ، ولكن هناك محلٌ للدعاء غير السجود ، وهو التشهد ، فإن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم لمَّا علَّم عبد الله بن مسعود التشهد قال : (ثم ليتخير من الدعاء ما شاء) ، فليجعل الدعاء قلَّ ، أو كثُر بعد التشهد الأخير قبل أن يسلِّم" انتهى .
" فتاوى نور على الدرب " ( شريط رقم 376 ، وجه : ب ) .
Asy'Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: "Memperpanjang sujud terakhir berbeda dengan lamanya rukun-rukun shalat lainnya untuk berdoa dan istighfar. Apakah shalatnya menjadi cacat jika sujud terakhir diperpanjang?"
Beliau rahimahullah menjawab :
"Memperlama pada sujud akhir bukan termasuk sunnah, karena yang sunnah adalah perbuatan - perbuatan shalat itu ada kemiripan( pada lama dan singkatnya ) pada : ruku, mengangkat darinya, sujud dan duduk antara dua sujud, seperti yang di terangkan Al Barra bin Azib radiyallahu'anhu :
"Aku memperhatikan sholat yang aku lakukan bersama Nabi ﷺ, aku dapati berdiri, ruku, sujud dan duduknya antara salam dan selesainya hampir sama (lamanya) ".
Inilah yang afdol namun ada kesempatan berdoa di selain sujud, yaitu ketika tasyahhud.
Karena Nabi ﷺ ketika mengajari bacaan tasyahhud kepada Abdullah bin Masud, beliau bersabda setelahnya:" lantas hendaklah seorang yang shalat memilih doa yang dia inginkan".
Maka silahkan mau berdoa sedikit atau banyak lakukan setelah tasyahhud akhir sebelum salam ".
Sumber : Fatawa nur 'aladdarb no kaset: 376.
Fatwa Syaikh Abdul-Aziz bin Baaz Rahimahullah Terkait Perkara Ini
السؤال:
يسأل أيضًا ويقول: بعض الناس يطيل آخر سجدة في آخر ركعة، ويخصها بالدعاء دون غيرها، وقد يكون إمامًا فنلاحظ نحن المأمومين أنه يطيل أكثر من غيرها، فما حكم ذلك؟ جزاكم الله خيرًا.
الجواب:
لا نعلم دليلًا يدل على شرعية الدعاء في السجود الأخير، بل السنة أن يكون مثل بقية السجدات، لا يطيل على الناس، بل تكون سجداته معتدلة متقاربة، وهكذا ركوعه، وهكذا قيامه، يطيل في الأولى والثانية، ويعتدل في السجود، ولا يطول على الناس تطويلًا يضر، وهكذا في الثالثة والرابعة من الظهر والعصر والعشاء يقرأ الفاتحة، ويركع ركوعًا معتدلًا ليس فيه طول كثير، ويعتدل بعد الركوع اعتدالًا ليس فيه طول يشق على الناس.
وهكذا السجود كله سواء، يكون فيه طمأنينة واعتدال، وعدم عجلة، لكن لا يخص السجدة الأخيرة بمزيد طول لعدم الدليل على ذلك، إنما هو مأمور بالطمأنينة، وعدم العجلة في ....... في قيامه يخشع في القراءة ولا يعجل، وفي ركوعه يخشع ولا يعجل، واعتداله بعد الركوع يطمئن ولا يعجل، وهكذا في السجود، وهكذا بين السجدتين، وتكون صلاته متقاربة كفعل النبي، عليه الصلاة والسلام.
المقدم: اللهم صل عليه، جزاكم الله خيرًا، وأحسن إليكم.
http://www.binbaz.org.sa/noor/6085
Pertanyaan:
Ia juga bertanya : Sebagian orang memperpanjang sujud terakhir pada rakaat terakhir, dengan mengkhususkannya untuk berdoa. Mungkin ia seorang imam, dan kami para makmum memperhatikan bahwa ia lebih memperpanjang sujud terakhir daripada sujud lainnya. Apa hukumnya? Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.
Jawab :
"Kami tidak mengetahui adanya dalil yang mensyariatkan sujud terakhir lebih lama, justru sunnah mengajarkan agar sujud terakhir seukuran sujud-sujud yang lainnya, dan tidak memperpanjangnya untuk manusia (makmum). Namun hendaknya semua sujud dilakukan dengan waktu sedang dan mirip-mirip lamanya.
Hal itu berlaku pula pada ruku'nya. Dan di saat berdiri seseorang memanjangkan raka'at pertama dan kedua. Sedangkan untuk sujud dengan waktu yang cukupan dan tidak memanjangkannya sehingga merugikan makmum. Demikian pula di rakaat ketiga dan keempat di sholat Dhuhur, Ashar dan Isya', dia membaca Al-Fatihah kemudian ruku' yang lamanya sedang, tidak terlalu panjang. Kemudian i'tidal yang lamanya sedang, tidak memanjangkannya untuk makmum.
Demikian pula sujudnya, semua panjangnya sama dan hendaknya dilakukan dengan tuma'ninah dengan lama cukupan dan tidak tergesa-gesa, dan tidak mengkhususkan sujud terakhir dengan lama waktu melebihi sujud lainnya karena tidk adanya dalil yang memerintahkannya. Hanyasanya yang diperintahkan adalah TUMA'NINAH dan TIDAK TERGESA-GESA di .... (dalam mengerjakan seluruh amalan sholat). Hendaknya ketika berdiri, dia khusyu' membaca ayat dan tidak tergesa-gesa. Hendaknya ketika ruku', dia khusyu' dan tidak tergesa-gesa. Hendaknya ketika i'tidal setelah ruku', dia tuma'ninah dan tidak tergesa-gesa. Demikian pula yang dilakukan dalam sujud dan diantara dua sujud. Hendaknya ia jadikan (lama waktu) dalam sholatnya mirip-mirip (seimbang) sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi -'alaihish-sholaatu wassalaam."
Kesimpulan
🔸 Kita diperintahkan sholat sebagaimana tata cara Nabi ﷺ sholat
🔸 Tidak ada riwayat/keterangan bahwa Nabi ﷺ hanya memperlama/memperpanjang salah satu ruku’nya atau sujudnya saja. Justru yang ada riwayat lamanya Nabi rukuk dan sujud hampir sama.
🔸 Jangan membiasakan diri atau tinggalkan kebiasaan memperlama sujud di rokaat terakhir karena dikhawatirkan hal itu bisa terjatuh perkara bid'ah. Berhati-hatilah.. karena perkara yang hukum asalnya disyari'atkan pun bisa berubah menjadi perkara bid'ah.
والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين