Minggu, 17 Agustus 2025

Hakikat Kemerdekaan Terlepas Dari Penghambaan Kepada Makhluq & Hawa Nafsu


Hakikat Kemerdekaan Terlepas Dari Penghambaan Kepada Makhluq & Hawa Nafsu



لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٥٦ ( البقرة : ٢٥٦ )
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ ۝٣٦ ( النّحل : ٣٦ ) 


🔸 Hakikat suatu kemerdekaan menurut Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah yaitu terbebas dari segala bentuk kesyirikan (penghambaan selain Alah), dari perbudakan hawa nafsu dan segala bentuk fitnah dunia. Ini berarti kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari perbudakan keinginan duniawi dan hawa nafsu.

🔸 Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rohimahullah dalam Nuniyyah-nya mengatakan :

هَربوا من الرق الذي خُلقوا له ♡ فبُلُوا برِقِّ النفس والشيطان

“Mereka lari dari penghambaan (kepada Allah) yang mereka diciptakan untuknya.. akhirnya mereka dihukum dengan penghambaan kepada hawa nafsu dan syaithan..”

🔸Syaiikh Al-‘Utsaimin rohimahullah mengatakan :

العبودية لله هي حقيقة الحرية، فمن لم يتعبد له، كان عابدا لغيره.

“Menjadi hamba Allah, itulah kemerdekaan yang hakiki, karena siapapun yang tidak menghamba kepada Allah, dia pasti menghamba kepada yang selain-Nya..” (Syarah Akidah Wasithiyyah, 365)
Jika kita menghamba hanya kepada Allah, maka kita akan bebas dan merdeka dari penghambaan kepada semua makhluk-Nya .. dan itulah kemerdekaan tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia.


Jumat, 15 Agustus 2025

Menukil Pendapat Seorang 'Alim ( Imam ), Maka Bukan Berarti Mengikuti Madzhabnya


 

Menukil Pendapat Seorang 'Alim ( Imam ), Maka Bukan Berarti Mengikuti Madzhabnya


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ۝٥٩ ( النِّسَاء : ٥٩ )

🔸 Ketika kita menukil pendapat imam Abu Hanifah, kalam imam Malik, imam Asy-Syafi'i ataupun kalam imam Ahmad maka itu bukan berarti kita mengikuti madzhabnya ataupun kemudian kita dihukumi pindah-pindah madzhab. Demikian juga ketika kita menukil pendapat Al-Hasan Al-Bashri, pendapat imam Al-Auza'i, Sufyan Ats-Tsauri dan para imam lainnya. Ataupun kita menukil pendapat madzhab Azh-Zhohiri, menukil kalam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ataupun kalam syaikh Muhammad bin Abdul-Wahhab maka itu bukan berarti bisa dihukumi mengikuti madzhabnya..

🔸 Madzhab kami bukan Hanafi .. bukan Maliki.. bukan Syafi'i dan bukan Hanbali. Kami bukan pula mengikuti madzhab Zhohiri, madzhab Wahhabi, madzhab Salafi (Al-Albani) ataupun madzhab semisal lainnya.

🔸 Ketahuillah.. millah dan madzhab yang kami ikuti yaitu "Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah" sebagaimana para Salafush-Sholih. Sehingga wajar jika kami biasa menukil pendapat atau kalam para aimah (imam) Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah dan berupaya mengikuti pendapat yang lebih kuat hujjah/dalilnya. Demikian juga wajar jika kita berupaya membela para aimah dari para pencelanya, sekalipun kita tidak mengikuti madzhabnya.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Jangan Sampai Keliru Penggunaan dan Penyebutaan Karena Hakikatnya Berbeda


 

Jangan Sampai Keliru Penggunaan dan Penyebutaan Karena Hakikatnya Berbeda


🔸 Millah/Madzhab Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah

🔸 As-Salaf (Salafush-Sholih) dan Manhaj As-Salaf (Salafush-Sholih)

🔸 Madzhab Asy-Syafi'i dan Syafi'iyyah

🔸 Madzhab Hanbali

🔸 Madzhab Wahhabi

🔸 Madzhab Salafi

🔸 Jam'iyyah Salafiyyah

🔸 Madzhab Sururiy dan Jam'iyyah Sururiyyah

🔸 Madzhab/Sikte Haddadiyyah

🔸 Madzhab/Sikte Asy'ariyyah

🔸 Jam'iyyah Asy'ariyyah - Jam'iyyah Aswaja

🔸 Madzhab Ahlul-Bid'ah Wal-Furqoh atau Sikte Ahlul Bid'ah Wal-Jam'iyyah

🔸 Madzhab/sikte Khawarij

Ada Banyak Madzhab dalam Islam, Tapi Yang Paling Masyhur Ada 4 Madzhab


 


Ada Banyak Madzhab dalam Islam, Tapi Yang Paling Masyhur Ada 4 Madzhab


🔸 Dalam Islam sebenarnya terdapat banyak madzhab besar. Namun, yang populer ada 4 madzhab yaitu Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Kalau kita menengok ke belakang, tercatat setidaknya ada 13 Madzhab yaitu :
1. Al-Hasan Al-Bashri 21 – 110 Kufah
2. Abu Hanifah 80 – 150 Kufah
3. Al-Auza'i ... – 157 Syam
4. Sufyan Ats-Tsauri 97 - 161 Kufah
5. Al-Laits bin Sa'ad 94 - 175 Mesir
6. Malik bin Anas 93 - 197 Madinah
7. Sufyan bin Uyainah 107 - 198 Makkah
8. Asy-Syafi'i 150 - 204 Baghdad - Mesir
9. Ishaq bin Rahawaih 161 - 238 Naisabur
10. Ahmad bin Hanbal 164 - 241 Baghdad
11. Abu Tsaur... - 246 Baghdad
12. Daud Azh-Zhahiri 255- 297 Baghdad
13. Ibnu Jarir Ath-Thabari 224 - 310 Baghdad

🔸 Madzhab-madzhab tersebut bukan sengaja didirikan. Tapi terbentuk dan berkembang dengan sendirinya karena banyaknya murid dan orang-orang yang mengikutinya. Tidak sebagaimana jam'iyyah yang umumnya sengaja didirikan, punya pemimpin (ketua) dan struktur organisasi.

🔸 Wahhabi dan Salafiyyah itu hakikatnya sebuah madzhab baru yang terbentuk dengan sendirinya karena banyaknya murid atau orang-orang yang mengikutinya. Kemudian banyak jam'iyyah dan muassasah yang mengklaim mengikuti madzhab Salaf sebagaimana banyak jam'iyyah ahlul bid'ah yang mengklaim mengikuti madzhab Syafi'i. Tapi umumnya jam'iyyah-jam'iyyah tersebut mencocoki hanya dalam perkara fiqh.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.


[v] 

Rabu, 06 Agustus 2025

Nama Lain Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah ( أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ )


 

Nama Lain Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah
( أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ )

1️⃣ Al-Jama'ah. Istilah ini diambil dari sabda Rasulullah ﷺ

أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ

“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab terpecah menjadi 72 millah dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 firqah, yang 72 akan masuk Neraka dan yang 1 firqah akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.” (HR. Abu Dawud)
2️⃣ Ath-Thoifah Al-Manshuroh. Istilah ini di ambil dari sabda Nabi ﷺ,

لا تَزالُ طائفةٌ من أُمَّتي مَنْصُورِينَ ، لا يَضُرُّهم خُذْلانُ مَن خذلهم ، حتى تقومَ الساعةُ ( أخرجه الترمذي (2192)، وابن ماجه (6) باختلاف يسير، وأحمد (15596) بنحوه مطولاً، وابن حبان (61) واللفظ له)

3️⃣ Al-Firqatun An-Najiyah. Istilah ini diambil dari hadits :

فقد ثبت في الحديث الصحيح أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة" قيل: من هي يا رسول الله؟ قال: من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي. وفي بعض الروايات: هي الجماعة. رواه أبو داود، والترمذي، وابن ماجه، والحاكم

4️⃣ Al-Ghuroba'. Istilah ini diambil dari sabda Nabi ﷺ,

بَدَأَ الإسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ كما بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ.

“Islam bermula dalam keadaan asing, dan kelak akan kembali menjadi asing lagi sebagaimana permulaannya, maka beruntunglah bagi al-ghuroba'..” (HR. Muslim, 145)
5️⃣ Ahlul-Hadits/Ashhabul-Hadits dan Ahlul-Atsar

Minggu, 03 Agustus 2025

Dakwah Pakai "Ash-Shuwar" Itu Lebih Buruk Daripada Membaca Al-Qur'an Untuk Orang Mati


 

Dakwah Pakai "Ash-Shuwar" Itu Lebih Buruk Daripada Membaca Al-Qur'an Untuk Orang Mati


عن ابن عمر رضي الله عنهما : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن الذين يَصْنَعُون هذه الصُّور يُعَذَّبُونَ يوم القيامة، يُقال لهم: أَحْيُوا ما خَلَقْتُم».(صحيح - متفق عليه)

Dari Ibnu Umar radhiyallāhu 'anhumā bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar ini akan diadzab pada hari kiamat. Dikatakan pada mereka, 'Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan!'"  (Hadits shahih - Muttafaq 'alaih)

Mengapa Dakwah Pakai "Ash-Shuwar" Makhluk Bernyawa Jauh Lebih Buruk Daripada Kirim Pahala Amal Shalih Untuk Orang Mati ?

1. Hukum kirim pahala amal shalih untuk orang mati itu termasuk perkara khilaf mu'tabar di kalangan Salafush-Sholih. Madzhab  Hanafi, madzhab Ahmad ataupun Ibnu Taimiyyah Al-Hanbali berpendapat  pahalanya sampai. Sedang dakwah pakai "Ash-Shuwar" (termasuk video makhluk bernyawa) itu bukan termasuk perkara khilaf mu'tabar. Tapi termasuk perkara bid'ah dholalah yang tiada dalil dan Salafnya.

2. Perkara yang khilaf mu'tabar itu bukan termasuk kabairol-itsmi. Dalam perkara khilaf mu'tabar pendapat yang salah insya Allah mendapat rukhshoh dan dosanya diampuni. Sedang hukum tashwir (membuat ash-shuwar makhluk bernyawa) itu bukan perkara khilaf mu'tabar tapi termasuk kabairol itsmi (dosa besar) dimana pelakunya wajib taubat.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Berapa Jumlah Anak Yang Ideal Bagi Umat Islam Secara Umum ?


 


Berapa Jumlah Anak Yang Ideal Bagi Umat Islam Secara Umum ?


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ۝٢١

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab : 21)

🔸 Nabi ﷺ itu sebaik-baik keadaan dan uswah. Beliau memiliki putra-putri sebanyak 7 dan diantaranya 3 anak meninggal dunia pada waktu kecil. Sehingga beliau pun termasuk orang tua yang punya keutaamaan dengan sebab 3 anak beliau meninggal dunia waktu masih kecil.
🔸 Dalam Islam tidak ada jumlah anak yang ideal secara pasti. Islam menganjurkan umatnya untuk memiliki banyak anak. Namun, penting untuk diingat bahwa memiliki anak yang banyak harus diimbangi dengan kemampuan untuk memberikan perawatan, nafkah dan pendidikan yang baik kepada setiap anak. Jangan sampai banyaknya anak justru menjadikan terjerumus dalam perkara bid'ah dan kabairol itsmi. Seperti menitipkan anak ke pondhok atau kepada orang yang tidak berhak menjadi hadhinah, menjual agama dan al-haq, melakukan tasawwul atau menerjang perkara haram lainnya.
🔸 Jika melihat realita insya Allah umumnya umat Islam yang fithrahnya masih baik ingin punya sekitar 4 atau 5 anak yang hidup. Di atas 5 anak umumnya merasa berat untuk merawat, memberi nafkah dan mendidiknya. Dengan jumlah sekitar 4 atau 5 anak umumnya ikatan persaudaraan pun juga kuat dan lebih terjaga. Beda dengan terlalu sedikit anak ataupun terlalu banyak anak. Sebagaimana persahabatan 4 atau 5 orang pada umumnya insya Allah akan kuat dan lebih terjaga.

Catatan : tulisan ini hanya membahas berapa jumlah anak yang ideal dan bukan membahas hukum KB.

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِمَّنْ صَنَّفَ فِي فَضَائِلِ الْعِبَادَاتِ، وَف...