Sabtu, 15 November 2025

Kedua Orang Tua Nabi ๏ทบ Di Surga Ataukah Di Neraka ?


 

Kedua Orang Tua Nabi ๏ทบ Di Surga Ataukah Di Neraka ?



Para ulama berbeda pendapat menyikapi pertentangan dalil. Ada 3 pendapat :
๐Ÿ”ธ Pertama, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi ๏ทบ termasuk penghuni neraka (HR. Muslim). Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim menjelaskan :

ู‚ูˆู„ู‡ ( ุฃู† ุฑุฌู„ุง ู‚ุงู„ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃูŠู† ุฃุจูŠ ู‚ุงู„ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ูู„ู…ุง ู‚ูู‰ ุฏุนุงู‡ ูู‚ุงู„ ุฅู† ุฃุจูŠ ูˆุฃุจุงูƒ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ) ููŠู‡ ุฃู† ู…ู† ู…ุงุช ุนู„ู‰ ุงู„ูƒูุฑ ูู‡ูˆ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ูˆู„ุง ุชู†ูุนู‡ ู‚ุฑุงุจุฉ ุงู„ู…ู‚ุฑุจูŠู† ูˆููŠู‡ ุฃู† ู…ู† ู…ุงุช ููŠ ุงู„ูุชุฑุฉ ุนู„ู‰ ู…ุง ูƒุงู†ุช ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนุฑุจ ู…ู† ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ุฃูˆุซุงู† ูู‡ูˆ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑ ูˆู„ูŠุณ ู‡ุฐุง ู…ุคุงุฎุฐุฉ ู‚ุจู„ ุจู„ูˆุบ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ูุงู† ู‡ุคู„ุงุก ูƒุงู†ุช ู‚ุฏ ุจู„ุบุชู‡ู… ุฏุนูˆุฉ ุงุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุบูŠุฑู‡ ู…ู† ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ุตู„ูˆุงุช ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุณู„ุงู…ู‡ ุนู„ูŠู‡ู… ูˆู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุฃู† ุฃุจูŠ ูˆุฃุจุงูƒ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ู‡ูˆ ู…ู† ุญุณู† ุงู„ุนุดุฑุฉ ู„ู„ุชุณู„ูŠุฉ ุจุงู„ุงุดุชุฑุงูƒ ููŠ ุงู„ู…ุตูŠุจุฉ ูˆู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู‚ููŠ ูˆู„ู‰ ู‚ูุงู‡ ู…ู†ุตุฑูุง

Imam Al-Suhaili mengomentari bahwa Imam Al-Nawawi tidak berpendapat secara khusus bahwa orang tua Nabi ๏ทบ meninggal dalam keadaan kafir.
๐Ÿ”ธ Kedua, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi ๏ทบ termasuk penghuni surga. Sebagaimana pendapat imam Suyuthi dalam beberapa kitabnya,
๐Ÿ”ธ Ketiga, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi ๏ทบ termasuk ahlul-fatrah. Jika lulus ujian, maka akan masuk surga. Jika gagal, maka akan masuk neraka. Pendapat ini disebutkan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah Wa Al-Nihayah memilih menyatakan mungkin saja orang tua Nabi termasuk golongan yang gagal ujian dari Allah.

Catatan :
๐Ÿ”ธ Adanya klaim ijma' terkait orang tua Nabi di Neraka, keabsahannya diperselisihkan.
๐Ÿ”ธ Dalam tradisi bahasa Arab dan budaya Islam, paman (terutama paman dari pihak ayah) bisa dipanggil atau disamakan kedudukannya dengan "bapak" atau "ayah" (ุฃَุจٌ - abun). Hal ini didukung dalil dari Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah 133) dan Hadits, serta praktik sosial di masa Nabi Muhammad.
๐Ÿ”ธ Orang yang mati dalam keadaan kafir, maka masuk Neraka. Sedang ahlu-fatrah akan diuji Allah di Akhirat.
๐Ÿ”ธJika tiada mashlahat, maka lebih baik tidak usah membahas dan memperdebatkannya.


Dalil Ini Banyak Dibenci Ahlul-Ahwa' Yang Gemar Membuat Syariat Baru


 

Dalil Ini Banyak Dibenci Ahlul-Ahwa' Yang Gemar Membuat Syariat Baru



ูَุจَุฏَّู„َ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุธَู„َู…ُูˆْุง ู‚َูˆْู„ًุง ุบَูŠْุฑَ ุงู„َّุฐِูŠْ ู‚ِูŠْู„َ ู„َู‡ُู…ْ ูَุงَู†ْุฒَู„ْู†َุง ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุธَู„َู…ُูˆْุง ุฑِุฌْุฒًุง ู…ِّู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุۤกِ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆْุง ูŠَูْุณُู‚ُูˆْู†َ ۝ูฅูฉ

"Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zhalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasiq." (QS. Al-Baqarah : 59)

ุนَู†ْ ุฃُู…ِّ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ุฃُู…ِّ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง، ู‚َุงู„َุชْ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ๏ทบ: «ู…َู†ْ ุฃَุญْุฏَุซَ ูِูŠ ุฃَู…ْุฑِู†َุง ู‡َุฐَุง ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู…ِู†ْู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ» ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ุจُุฎَุงุฑِูŠُّ ูˆَู…ُุณْู„ِู…ٌ.
ูˆَูِูŠ ุฑِูˆَุงูŠَุฉٍ ู„ِู…ُุณْู„ِู…ٍ: «ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุนَู…َู„ุงً ู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ»

Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata: Rasulullah ๏ทบ bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat Muslim, “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintahnya dari kami, maka amal itu tertolak.” (HR Muslim)

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู†َุฌِูŠْุญٍ ุงู„ุนِุฑْุจَุงุถِ ุจْู†ِ ุณَุงุฑِูŠَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ุนَู†ْู‡ُ ู‚ุงَู„َ : ูˆَุนَุธَู†َุง ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุขู„ِู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َูˆْุนِุธًุฉً ูˆَุฌِู„َุชْ ู…ِู†ْู‡َุง ุงู„ู‚ُู„ُูˆْุจُ ูˆَุฐَุฑَูَุชْ ู…ِู†ْู‡َุง ุงู„ุนُูŠُูˆْู†ُ ูَู‚ُู„ْู†َุง : ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ูƒَุฃَู†َّู‡َุง ู…َูˆْุนِุธَุฉً ู…ُูˆَุฏِّุนٍ ูَุฃَูˆْุตِู†َุง ู‚َุงู„َ ุฃُูˆْุตِูŠْูƒُู…ْ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَ ุฌَู„َّ ูˆَุงู„ุณَّู…ْุนِ ูˆَุงู„ุทَّุงุนَุฉِ ูˆَุฅِู†ْ ุชَุฃَู…َّุฑَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุนَุจْุฏٌ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู…َู†ْ ูŠَุนِุดْ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูَุณَูŠَุฑَูŠ ุงุฎْุชِู„ุงَูًุง ูƒَุซِูŠْุฑًุง ูَุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุจِุณُู†َّุชِูŠ ูˆَุณُู†َّุฉِ ุงู„ุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠْู†َ ุงู„ู…َู‡ْุฏِูŠِّูŠْู†َ ุนَุถُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡َุง ุจِุงู„ู†َّูˆَุงุฌِุฐِ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆَู…ُุญْุฏَุซَุงุชِ ุงู„ุฃُู…ُูˆْุฑِ ูَุฅِู†َّ ูƒُู„َّ ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَู„ุงَู„َุฉٌ ุฑَูˆَุงู‡ُ ุฃَุจُูˆْ ุฏَุงูˆُุฏَ ูˆَุงู„ุชِّุฑْู…ِุฐِูŠُّ ูˆَู‚َุงู„َ : ุญَุฏِูŠْุซٌ ุญَุณَู†ٌ ุตَุญِูŠْุญٌ

.... Rosulullah ๏ทบ bersabda : ”Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa) meskipun kalian diperintah oleh seorang budak Habasyi. Dan sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah Sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena kullu bid`ah adalah sesat.” ( HR. Tirmidzi dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

ูˆَู…َู†ْ ูŠُّุดَุงู‚ِู‚ِ ุงู„ุฑَّุณُูˆْู„َ ู…ِู†ْۢ ุจَุนْุฏِ ู…َุง ุชَุจَูŠَّู†َ ู„َู‡ُ ุงู„ْู‡ُุฏٰู‰ ูˆَูŠَุชَّุจِุนْ ุบَูŠْุฑَ ุณَุจِูŠْู„ِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ู†ُูˆَู„ِّู‡ٖ ู…َุง ุชَูˆَู„ّٰู‰ ูˆَู†ُุตْู„ِู‡ٖ ุฌَู‡َู†َّู…َۗ ูˆَุณَุงุۤกَุชْ ู…َุตِูŠْุฑًุง ۝ูกูกูฅ ( ุงู„ู†ุณุขุก : ูกูกูฅ ) 

"Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS. An-Nisa' : 115)


Kamis, 13 November 2025

Waspada dan Jauhi Debat Dengan Ahlul-Bid'ah Yang Mengatakan Al-Qur'an Makhluq


 


Waspada dan Jauhi Debat Dengan Ahlul-Bid'ah Yang Mengatakan Al-Qur'an Makhluq


๐Ÿ”ธ Setelah munculnya penyimpangan Jahmiyyah yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, muncul lagi bid’ah yang baru, yaitu bid’ah "Lafdziyyah" dan bid’ah "Al-Waaqifah".

๐Ÿ”ธ Bid’ah lafdziyyah adalah perkataan yang dipopulerkan oleh pengikut Jahmiyyah,

ู„َูْุธِูŠ ุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ู…َุฎْู„ُูˆู‚ٌ

Lafadzku terhadap Al-Qur’an adalah makhluq.
Sedangkan bid’ah al-waaqifah adalah perkataan mereka,

ู„َุง ุฃَุฏْุฑِูŠ ู…َุฎْู„ُูˆู‚ ุฃَูˆ ู„َูŠْุณَ ุจู…ุฎู„ูˆู‚

Aku tidak mengetahui (tawaqquf atau abstain), apakah Al-Qur’an itu makhluq atau bukan makhluq.

๐Ÿ”ธ Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata dalam Al-Ushuul As-Sunnah,

ูˆَุฅِูŠَّุงูƒ ูˆู…ู†ุงุธุฑุฉ ู…ู† ุฃุญุฏุซ ูِูŠู‡ِ ูˆَู…ู† ู‚َุงู„َ ุจِุงู„ู„َّูْุธِ ูˆَุบَูŠุฑู‡ ูˆَู…ู† ูˆู‚ู ูِูŠู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ู„َุง ุฃَุฏْุฑِูŠ ู…َุฎْู„ُูˆู‚ ุฃَูˆ ู„َูŠْุณَ ุจู…ุฎู„ูˆู‚ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ู‡ُูˆَ ูƒَู„َุงู… ุงู„ู„ู‡ ูَู‡َุฐَุง ุตَุงุญุจ ุจِุฏุนَุฉ ู…ุซู„ ู…ู† ู‚َุงู„َ ู‡ُูˆَ ู…َุฎْู„ُูˆู‚ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ู‡ُูˆَ ูƒَู„َุงู… ุงู„ู„ู‡ ู„َูŠْุณَ ุจู…ุฎู„ูˆู‚. (ูƒุชุงุจ ุฃุตูˆู„ ุงู„ุณู†ุฉ ู„ุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„)

Waspada (jauhilah) berdebat dengan orang yang mengada-ada dalam masalah ini (yaitu, yang berkata kalau Al-Qur’an itu makhluq, pen.) dan dengan orang-orang lafdziyyah atau yang lainnya, atau dengan orang yang tawaquf dalam masalah ini, yaitu yang berkata, “Aku tidak mengetahui apakah Al-Qur’an itu makhluq atau bukan makhluq, akan tetapi yang jelas Al-Qur’an itu kalamullah.” Orang seperti ini adalah ahlul bid’ah, semisal dengan orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluq. (Keyakinan ahlus sunnah adalah) Al-Qur’an itu kalamullah dan bukan makhluq.

Rabu, 12 November 2025

Apa Boleh Kita Berdoa Selain Yang Datang Dari Al-Qur'an dan Al-Hadits ?





Apa Boleh Kita Berdoa Selain Yang Datang Dari Al-Qur'an dan Al-Hadits ?



๐Ÿ”ธ Seorang Muslim boleh (bebas) berdoa untuk segala kebaikan dunia dan akhirat, karena Allah Maha Penerima doa. Allah berkalam :

ูˆَู‚َุงู„َ ุฑَุจُّูƒُู…ُ ุงุฏْุนُูˆْู†ِูŠْٓ ุงَุณْุชَุฌِุจْ ู„َูƒُู…ْۗ ุงِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠَุณْุชَูƒْุจِุฑُูˆْู†َ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏَุชِูŠْ ุณَูŠَุฏْุฎُู„ُูˆْู†َ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฏَุงุฎِุฑِูŠْู†َ ۝ูฆู 

Dan Robb-mu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir : 60)
Namun, kebebasan tersebut dibatasi oleh syariat Islam, di mana berdoa untuk hal-hal yang diharamkan (seperti meminta dosa, keburukan bagi orang lain tanpa alasan syar'i, atau memutuskan silaturahmi) adalah dilarang dan dapat menghalangi terkabulnya doa. 

๐Ÿ”ธ Boleh bagi seseorang berdoa di dalam shalatnya dengan doa selain yang datang dari Al-Quran dan hadits, hal ini berdasarkan Hadits Abdullah bin Mas’ud.

ุซُู…َّ ูŠَุชَุฎَูŠَّุฑُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุณْุฃَู„َุฉِ ู…َุง ุดَุงุกَ

“Kemudian ia memilih berdoa dengan apa yang ia hendaki.” (HR. Muslim no. 402). Dan juga dalam riwayat lain:

ุซُู…َّ ูŠَุชَุฎَูŠَّุฑُ ู…ِู†َ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ ุฃَุนْุฌَุจَู‡ُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ، ูَูŠَุฏْุนُูˆ

“Kemudian ia memilih dari doa yang ia sukai, kemudian ia berdoa dengannya.” (HR. Bukhori no. 835)
Al-Qostholani rahimahullah berkata :

ุซู… ู„ูŠุชุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฏุนุงุก ุฃุนุฌุจู‡، ุดุงู…ู„ ู„ูƒู„ ุฏุนุงุก ู…ุฃุซูˆุฑ ูˆุบูŠุฑู‡

“(Sabda Nabi) “Kemudian hendaknya ia memilih dari doa yang ia sukai” mencakup seluruh doa yang ma’tsur dan selainnya.” (Irsyaadus Saary li Syarhi Shohih A-Bukhory 2/133)

๐Ÿ”ธ Tidak semua doa harus berbahasa Arab, tetapi disyariatkan menggunakan bahasa Arab untuk doa di dalam shalat. Untuk doa di luar shalat, boleh menggunakan bahasa apa pun, namun lebih utama menggunakan bahasa Arab karena doa-doa tersebut telah diajarkan oleh Rasulullah. 

ู‚ุงู„ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ : "ูˆَุงู„ุฏُّุนَุงุกُ ูŠَุฌُูˆุฒُ ุจِุงู„ْุนَุฑَุจِูŠَّุฉِ ูˆَุจِุบَูŠْุฑِ ุงู„ْุนَุฑَุจِูŠَّุฉِ ูˆَุงَู„ู„َّู‡ُ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ู‚َุตْุฏَ ุงู„ุฏَّุงุนِูŠ ูˆَู…ُุฑَุงุฏَู‡ُ ูˆَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ูŠُู‚َูˆِّู…ْ ู„ِุณَุงู†َู‡ُ ูَุฅِู†َّู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ุถَุฌِูŠุฌَ ุงู„ْุฃَุตْูˆَุงุชِ ุจِุงุฎْุชِู„َุงูِ ุงู„ู„ُّุบَุงุชِ ุนَู„َู‰ ุชَู†َูˆُّุนِ ุงู„ْุญَุงุฌَุงุชِ." (ู…ู† ูƒุชุงุจ: ู…ุฌู…ูˆุน ุงู„ูุชุงูˆู‰ ูขูข\ูคูจูฉ)

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah berkata: "Doa boleh dilakukan dengan bahasa Arab dan bahasa lainnya. Allah Subhanahu mengetahui maksud dan keinginan seorang yang berdoa walaupun lidahnya tergelincir maka sesungguhnya Ia Maha mengetahui bermacam suara dengan bahasa-bahasa yang berbeda dan dengan beragam kebutuhan.” (Majmu' Al-Fatawa 22/489)

๐Ÿ”ธ Doa tidak ma'tsur itu boleh selama kita tidak menjadikannya sebagai syariat baru. Jika dijadikan syariat baru maka doa yang hukum asalnya mubah bisa berubah menjadi bid'ah. Sehingga lebih baik kita berdoa dengan doa yang ma'tsur.

ู‚ุงู„ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ - ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ - : "ูˆَูŠَู†ْุจَุบِูŠ ู„ِู„ْุฎَู„ْู‚ِ ุฃَู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆุง ุจِุงู„ْุฃَุฏْุนِูŠَุฉِ ุงู„ุดَّุฑْุนِูŠَّุฉِ ุงู„َّุชِูŠ ุฌَุงุกَ ุจِู‡َุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจُ ูˆَุงู„ุณُّู†َّุฉُ ูَุฅِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ู„َุง ุฑَูŠْุจَ ูِูŠ ูَุถْู„ِู‡ِ ูˆَุญُุณْู†ِู‡ِ ูˆَุฃَู†َّู‡ُ ุงู„ุตِّุฑَุงุทُ ุงู„ْู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…ُ ุตِุฑَุงุทُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ ูˆَุงู„ุตِّุฏِّูŠู‚ِูŠู†َ ูˆَุงู„ุดُّู‡َุฏَุงุกِ ูˆَุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ ูˆَุญَุณُู†َ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุฑَูِูŠู‚ًุง." ( ู…ู† ูƒุชุงุจ: ู…ุฌู…ูˆุน ุงู„ูุชุงูˆู‰ ูก\ูฃูคูฆ)

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah -rahimahullah- berkata: "Hendaknya manusia berdoa dengan doa-doa syar'i yang datang dari Al-Qur'an dan Sunnah; karena hal itu tidak diragukan lagi keutamaannya dan kebaikannya, dan bahwa itu adalah jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman." (Majmu' Al-Fatawa, 1/346)
Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata,

ูˆَู‚َุฏْ ุฐَูƒَุฑَ ุนُู„َู…َุงุกُ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ِ ูˆَุฃَุฆِู…َّุฉُ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ุงู„ْุฃَุฏْุนِูŠَุฉَ ุงู„ุดَّุฑْุนِูŠَّุฉَ ูˆَุฃَุนْุฑَุถُูˆุง ุนَู†ْ ุงู„ْุฃَุฏْุนِูŠَุฉِ ุงู„ْุจِุฏْุนِูŠَّุฉِ ูَูŠَู†ْุจَุบِูŠ ุงุชِّุจَุงุนُ ุฐَู„ِูƒَ. ( ู…ู† ูƒุชุงุจ: ู…ุฌู…ูˆุน ุงู„ูุชุงูˆู‰ ูก\ูฃูฅู )

"Para ulama Islam dan imam-imam agama telah menyebutkan doa-doa syar'i dan berpaling dari doa-doa bid'ah, maka sebaiknya kita mengikuti hal itu."(Majmu' Al-Fatawa, 1/350)


Senin, 10 November 2025

Hukum Asal Seorang Muslim Adalah As-Salamah.. di atas Millah Ahlus-Sunnah


 

Hukum Asal Seorang Muslim Adalah As-Salamah.. di atas Millah Ahlus-Sunnah

ุงู„ุฃุตู„ ููŠ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ุณู„ุงู…ุฉ ู…ุง ู„ู… ุชุธู‡ุฑ ู„ู‡ ุฑูŠุจุฉ

"Hukum asal seorang muslim adalah selamat, selama tidak ada tanda-tanda keraguan atau penyimpangan yang jelas"

๐Ÿ”ธ Hukum asal seorang muslim adalah salamah (selamat). Artinya selamat dalam masalah din (agama) dan aqidahnya. Ini berarti bahwa seorang muslim dihukumi berada di atas kebenaran dan Islam, kecuali jika ada bukti nyata penyimpangan dan telah iqomatul hujjah.

๐Ÿ”ธ Dan harus diperhatikan, ketika kita mengatakan hukum asal seorang muslim adalah salamah atau Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah, ini bukan berarti tidak ada kebid’ahan pada diri seorang muslim. Banyak kaum Muslimin yang terjangkiti perbuatan bid’ah, namun kita sedang membicarakan tentang kondisi orang yang belum diketahui. Jadi, hukum asal seorang muslim adalah berada di atas As-Sunnah dan Islam. Maka, selama tidak terlihat adanya qorinah/indikasi penyelewengan dan perbuatan bid’ah, kita tidak boleh meragukan keislaman seseorang, karena hukum asalnya, mereka berada di atas din (agama) Islam, dan Islam berlepas diri dari semua perbuatan bid’ah.

ูุงู„ุฃุตู„ ููŠ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ุณู„ุงู…ุฉ ููŠ ุนู‚ูŠุฏุชู‡ ูˆููŠ ุฃุนู…ุงู„ู‡ ู…ุง ุฏุงู… ู…ุธู‡ุฑุงً ู„ุดุนุงุฆุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู…، ูู„ุง ูŠูุชุด ุนู…ุง ูˆุฑุงุก ุฐู„ูƒ ูˆู„ุง ูŠู…ุชุญู† ู„ุง ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ูˆู„ุง ููŠ ุงุนุชู‚ุงุฏู‡، ูˆู„ุง ุชุชุจุน ุฃุนู…ุงู„ู‡ ูˆุฃูุนุงู„ู‡ ุงู„ุชุชุจุน ุงู„ุฐูŠ ู†ู‡ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู…ุง ู„ู… ูŠูƒู† ู„ุฐู„ูƒ ู…ูˆุฌุจ ุนู†ุฏ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุงู„ู…ุนุชุจุฑูŠู†.

"Hukum asal seorang muslim adalah selamat dalam aqidah dan amalannya, selama dia menampakkan syiar Islam. Tidak boleh mencari-cari kesalahan yang tidak tampak, tidak menguji ucapannya atau keyakinannya, dan tidak mengikuti amalannya dengan cara yang dilarang Allah, kecuali ada sebab yang jelas menurut ahlu ilmi (para ulama) yang terpercaya."

Manusia Asalnya Dihukumi Sebagaimana Ahlul-Fatrah Sebelum Iqomatul Hujjah


 

Manusia Asalnya Dihukumi Sebagaimana Ahlul-Fatrah Sebelum Iqomatul Hujjah


๐Ÿ”ธ Manusia pada asalnya dihukumi sebagaimana Ahlul-Fatrah (orang-orang yang hidup pada masa terputusnya risalah atau belum sampai dakwah kepada mereka). Artinya mereka tidak akan diadzab kecuali setelah ditegakkan hujjah dengan diutusnya seorang rasul. Allah berkalam :

ู…َู†ِ ุงู‡ْุชَุฏٰู‰ ูَุงِู†َّู…َุง ูŠَู‡ْุชَุฏِูŠْ ู„ِู†َูْุณِู‡ٖۚ ูˆَู…َู†ْ ุถَู„َّ ูَุงِู†َّู…َุง ูŠَุถِู„ُّ ุนَู„َูŠْู‡َุงۗ ูˆَู„َุง ุชَุฒِุฑُ ูˆَุงุฒِุฑَุฉٌ ูˆِّุฒْุฑَ ุงُุฎْุฑٰู‰ۗ ูˆَู…َุง ูƒُู†َّุง ู…ُุนَุฐِّุจِูŠْู†َ ุญَุชّٰู‰ ู†َุจْุนَุซَ ุฑَุณُูˆْู„ًุง ۝ูกูฅ

".... Dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS. Al-Isrรข’ : 15)

๐Ÿ”ธ Ayat tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa adzab (siksa) Allah tidak akan ditimpakan kepada suatu kaum atau individu sampai risalah (pesan ilahi) disampaikan kepada mereka melalui utusan-Nya (rasul). Ini menunjukkan bahwa ketiadaan akses terhadap dakwah yang benar menjadi alasan bagi seseorang untuk diperlakukan sebagai ahlul-fatrah, yang mana status hukum mereka akan diputuskan di akhirat melalui ujian khusus dari Allah, dan mereka tidak langsung dihukumi masuk neraka begitu saja. 
Konsep ini berlaku untuk:
• Orang-orang yang hidup di masa jeda antara dua nabi (seperti masa antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad).
• Orang-orang yang tinggal di lokasi terpencil atau terisolasi secara geografis sehingga dakwah Islam tidak pernah sampai kepada mereka.
• Orang-orang yang secara mental tidak mampu memahami syariat (seperti orang gila atau anak kecil yang belum baligh). 

๐Ÿ”ธ Setelah iqomatul hujjah maka manusia baru bisa dihukumi apakah seorang muslim (mukmin), munafiq ataukah kafir.

Rabu, 05 November 2025

Mauqif Menghadapi Syaithoniyyun ( Ahlul-Ahwa' ) Yang 'Inad, Berkata Tanpa Burhan dan Hujjah


 

Mauqif Menghadapi Syaithoniyyun ( Ahlul-Ahwa' ) Yang 'Inad, Berkata Tanpa Burhan dan Hujjah

๐Ÿ”ธ Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

ู‚ุงู„ูˆุง ุณูƒุช ูˆู‚ุฏ ุฎูˆุตู…ุช ู‚ู„ุช ู„ู‡ู… ... ุฅู† ุงู„ุฌูˆุงุจ ู„ุจุงุจ ุงู„ุดุฑ ู…ูุชุงุญ
ูˆุงู„ุตู…ุช ุนู† ุฌุงู‡ู„ ุฃูˆ ุฃุญู…ู‚ ุดุฑู ... ูˆููŠู‡ ุฃูŠุถุง ู„ุตูˆู† ุงู„ุนุฑุถ ุฅุตู„ุงุญ
ุฃู…ุง ุชุฑู‰ ุงู„ุฃุณุฏ ุชุฎุดู‰ ูˆู‡ูŠ ุตุงู…ุชุฉ ... ูˆุงู„ูƒู„ุจ ูŠุฎุดู‰ - ู„ุนู…ุฑูŠ - ูˆู‡ูˆ ู†ุจุงุญ 

Mereka berkata: "Kamu diam saja padahal sedang dimusuhi (khushumah)?" Aku menjawab kepada mereka:
"Sesungguhnya jawaban (meladeni) itu adalah kunci bagi pintu keburukan."
"Dan diam dari orang yang bodoh atau dungu adalah suatu kemuliaan، Dan di dalamnya juga terdapat kebaikan untuk menjaga kehormatan diri." 
"Tidakkah kamu melihat singa disegani (ditakuti) padahal ia diam? Sedangkan anjing dihinakan – demi umurku – padahal ia menggonggong (banyak bicara)." 

๐Ÿ”ธ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ูู„ุง ุชุฌุนู„ ู„ู„ูƒู„ุจ ุนู†ุฏูƒ ู‚ุฏุฑุง ุฃู† ุชุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ ูƒู„ู…ุง ู†ุจุญ ุนู„ูŠูƒ ูˆุฏุนู‡ ูŠูุฑุญ ุจู†ุงุจุญู‡ ูˆุฃูุฑุญ ุฃู†ุช ุจู…ุง ูุถู„ุช ุจู‡ ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆุงู„ู‡ุฏู‰ ูˆุงุฌุนู„ ุงู„ุฅุนุฑุงุถ ุนู†ู‡ ู…ู† ุจุนุถ ุดูƒุฑ ู†ุนู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูŠ ุณุงู‚ู‡ุง ุฅู„ูŠูƒ ูˆุฃู†ุนู… ุจู‡ุง ุนู„ูŠูƒ.

“Maka jangan sampai engkau menjadikan anjing itu bernilai untuk dijawab. Tiap kali dia menggonggong kepada engkau, maka acuhkan dia niscaya engkau akan merasa gembira dengan gonggongannya. Bergembiralah atas keutamaan yang engkau miliki berupa ilmu, iman dan petunjuk. Dan jadikanlah berpaling darinya sebagai bagian dari rasa syukur atas nikmat Allรขh yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepadamu.” (lihat Shawaiqul Mursalah 3/1158)


Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan

Berhati-hatilah Terhadap Hadits Palsu dan Amalan Yang Tidak Disyariatkan ูˆَู‡َูƒَุฐَุง ูƒَุซِูŠุฑٌ ู…ِู…َّู†ْ ุตَู†َّูَ ูِูŠ ูَุถَุงุฆِู„ِ ุงู„ْุนِุจَุงุฏَุงุชِ، ูˆَู...