Rabu, 19 November 2025

Hanya Sekedar Pemberitahuan


 

Hanya Sekedar Pemberitahuan


Barangsiapa yang menjalin hubungan dengannya, insya Allah jika kelak mereka mati lebih dulu daripada aku, maka diriku tidak ingin mensholati ataupun masuk rumah mereka.
Sebagaimana Malik bin Dinar rahimahullah menyampaikan perumpamaan

النَّاسُ أَجْنَاسٌ كَأَجْنَاسِ الطَّيْرِ الْحَمَامُ مَعَ الْحَمَامِ وَالْغُرَابُ مَعَ الْغُرَابِ وَالْبَطُّ مَعَ الْبَطِّ وَالصَّعْوُ مَعَ الصَّعْوِ وَكُلُّ إِنْسَانٍ مَعَ شِكْلِهِ

“Manusia berjenis-jenis sebagaimana berjenis-jenisnya burung. Burung merpati dengan burung merpati, burung gagak dengan burung gagak, bebek dengan bebek, burung Regulus dengan burung Regulus. Begitu juga setiap orang akan bersama yang setipe dengannya.” (Al-Ibanah al-Kubra 512)

" الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ "

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ ۝٤٢

"Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak," (QS. Ibrahim : 42)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ ۝٣١

"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." (QS. An-Najm : 31)


Kejujuran Adalah Mahkota Akhlaq Mulia


 

Kejujuran Adalah Mahkota Akhlaq Mulia


Dalam bahasa Arab, kejujuran disebut shidq (الصدق), yang berarti benar, tulus, dan sesuai antara ucapan dengan kenyataan. Kejujuran adalah mahkota akhlaq mulia karena dasar dari segala sifat dan akhlaq terpuji lainnya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ۝١١٩

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan Ash-Shodiqin (orang-orang yang jujur dan benar)." (QS. At-Taubah : 119)

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «عليكم بالصدق، فإن الصدق يهدي إلى البِرِّ، وإن البر يهدي إلى الجنة، وما يزال الرجل يصدق ويَتَحَرَّى الصدق حتى يكتب عند الله صِدِّيقًا، وإياكم والكذب، فإن الكذب يهدي إلى الفجور، وإن الفجور يهدي إلى النار، وما يزال الرجل يكذب ويَتَحَرَّى الكذب حتى يكتب عند الله كَذَّابا» ( صحيح - متفق عليه )

'Abdullah bin Mas'ūd radhiyallāhu 'anhu meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Hendaknya kalian senantiasa jujur karena kejujuran itu menuntun kepada al-birr (kebaikan) dan sesungguhnya kebaikan itu mengantarkan ke Al-Jannah (Surga). Seseorang yang selalu jujur dan berusaha untuk jujur sehinga dicatat di sisi Allah sebagai shiddiq (orang jujur). Sebaliknya, jauhilah dusta karena dusta itu menjerumuskan kepada al-fujur (kedurhakaan/keburukan) dan sesungguhnya kedurhakaan itu menjerumuskan ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta dan berupaya untuk berdusta sampai dicatat di sisi Allah sebagai kadzdzab (pendusta)." (Shahih - Muttafaq 'alaihi)

Selasa, 18 November 2025

Imam Asy-Syafi'i Mengungkap Kesesatan Shohibul-Bid'ah ( Ahlul-Bid'ah )


 


Imam Asy-Syafi'i Mengungkap Kesesatan Shohibul-Bid'ah ( Ahlul-Bid'ah )


وروي عن الشافعي: (قال: ما ناظرت أحدا أحببت أن يخطئ إلا صاحب بدعة، فإني أحب أن ينكشف أمره للناس) .
(قال البيهقي إنما أراد الشافعي بهذا الكلام حفصا الفرد وأمثاله من أهل البدع، وهكذا مراده بكل ما حكي عنه من ذم الكلام [وذم أهله]، غير أن بعض الرواة أطلقه، وبعضهم قيده) . [ ص: 250 ]
(وروى البيهقي عن أبي الوليد بن الجارود قال: دخل حفص الفرد على الشافعي، فقال لنا: لأن يلقى الله العبد بذنوب مثل جبال تهامة، خير له من أن يلقاه باعتقاد حرف مما عليه هذا الرجل وأصحابه، وكان يقول بخلق القرآن).
📚 درء تعارض العقل والنقل - ابن تيمية - أحمد بن عبد الحليم بن تيمية الحراني

Diriwayatkan dari Asy'Syafi'i, ia berkata: "Aku tidak pernah berdebat dengan seseorang yang aku ingin dia salah, kecuali dengan shohibul bid'ah (orang yang memiliki bid'ah). Aku senang keburukannya terungkap (tersingkap kedoknya) untuk manusia."
Al-Bayhaqi berkata: "Maksud Asy-Syafi'i dengan perkataan ini adalah Hafsh al-Fard dan orang-orang seperti dia dari kalangan ahli bid'ah. Demikian pula maksudnya dengan semua yang diriwayatkan darinya tentang celaan terhadap al-kalam dan penganutnya, hanya saja sebagian perawi meriwayatkannya secara mutlak, dan sebagian lainnya meriwayatkannya secara terbatas." (hal. 250)
Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari Abu al-Walid bin al-Jarud, ia berkata: "Hafsh al-Fard masuk menemui Asy-Syafi'i, maka Asy-Syafi'i berkata kepada kami: 'Seandainya seseorang menemui Allah dengan dosa sebesar gunung Tihamah, itu lebih baik baginya daripada menemui Allah dengan keyakinan yang sedikit pun dari keyakinan orang ini dan penganutnya.' Asy-Syafi'i juga berkata: 'Hafsh al-Fard dan penganutnya berkeyakinan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk.'"
📚 lihat Dar-ut Ta’arudh Al-Aqli Wa An-Naql

Senin, 17 November 2025

Menepis Tuduhan dan Asumsi Dusta "Allah Memiliki Fisik dan Semisal Makhluq"


 


Menepis Tuduhan dan Asumsi Dusta "Allah Memiliki Fisik dan Semisal Makhluq"


Ketahuilah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah meyakini Allah Al-Bashir/Maha Melihat (QS. Asy-Syura : 11), memiliki 'Ain/Mata (QS. Hud : 37 dan QS. Thaha: 39), Wajah (QS. Al-Baqarah : 272, QS. Ar-Rahman: 27) dan Yadd/Tangan (QS. Al-Ma’idah: 64, QS. Shad : 75) serta shifat Al-Uluw yaitu Istawa 'ala Al-'Arsy (QS. Al-A’raaf: 54 dan QS. Thaha :5) Sesuai yang ditetapkan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits ataupun Al-Ijma'. Ahlus-Sunnah tidak mengatakan Allah memiliki fisik dan tidak menyerupakan Allah dengan makhluq. Allah berkalam :

.... لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١١ ( الشورى : ١١ )

🔸 Dalil penetapan sifat Al-Bashir (Maha Melihat), 'Ain, Wajah, dan Yadd bagi Allah sesuai keagungan dan kesempurnaan-Nya, bukan sebagai anggota tubuh fisik. Demikian juga sifat Al-Uluw yaitu istawa 'ala Al-'Arsy.
🔸 SIfat melihat, 'ain, wajah, tangan itu semua bukan tolok ukur makhluq ataupun serupa dengan makhluq karena makhluq pun banyak yang tidak punya mata, tidak punya wajah dan tidak punya tangan. Wajah manusia, wajah jin, wajah kera, wajah domba, wajah anjing, wajah ikan dsb walau sama-sama wajah tapi hakikatnya tidak serupa. Padahal sama-sama wajah makhluq. Terlebih lagi dengan Wajah Al-Kholiq tentu tidak mungkin sama dengan wajah makhluq.
🔸 Jika ruh bisa melihat (punya mata), punya wajah dan tangan maka bukan berarti ruh berfisik. Karena ruh bisa pisah dengan jasad dan memiliki shurah (bentuk). Baik di alam mimpi ketika tidur ataupun ruh di alam Barzakh.
🔸 Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah tidak mengatakan Allah berfisik dan membutuhkan tempat (مكان).
🔸 Ahlus-Sunnah meyakini Allah memiliki shifat Al-Uluw yaitu istawa 'ala Al-'Arsy. Makna Istiwa' secara haqiqi yaitu bertakhta ataupun al-uluw. Allah juga memiliki sifat Ma'iyyah dan Qorib, karena istiwa' Allah itu beda dengan istiwa' makhluq.

Minggu, 16 November 2025

Nasihat Imam Al-Auza'i Agar Mengikuti Atsar Salaf Yaitu Para Shahabat Nabi


 

Nasihat Imam Al-Auza'i Agar Mengikuti Atsar Salaf Yaitu Para Shahabat Nabi


العباس بن الوليد : حدثنا أبي : سمعت الأوزاعي يقول : عليك بآثار من سلف ، وإن رفضك الناس ، وإياك وآراء الرجال ، وإن زخرفوه لك بالقول ، فإن الأمر ينجلي وأنت على طريق مستقيم .
قال بقية بن الوليد : قال لي الأوزاعي : يا بقية ، لا تذكر أحدا من أصحاب نبيك إلا بخير . يا بقية ، العلم ما جاء عن أصحاب محمد - صلى الله عليه وسلم - وما لم يجئ عنهم ، فليس بعلم .
(سير أعلام النبلاء ج ٧ ص ١٢١ - شمس الدين محمد بن أحمد بن عثمان الذهبي)

Dari Al-Auza'i, ia berkata: "Berpeganglah pada atsar (jejak) para salaf (pendahulu), meskipun orang-orang menolakmu. Dan jauhilah pendapat-pendapat manusia, meskipun mereka menghiasinya dengan kata-kata yang indah. Karena perkara (kebenaran) akan jelas (selama mengikuti atsar Salaf), dan kamu berada di jalan yang lurus."

Baqiya bin al-Walid berbkata: Al-Auza'i berkata kepadaku: "Wahai Baqiya, janganlah kamu menyebut-nyebut seorang pun dari shahabat Nabi Muhammad kecuali dengan kebaikan. Wahai Baqiya, ilmu itu adalah apa yang datang dari shahabat Muhammad , dan apa yang tidak datang dari mereka, maka itu bukanlah ilmu."
(lihat Siyar A'lamin Nubala, 7/121)


Sabtu, 15 November 2025

Kedua Orang Tua Nabi ﷺ Di Surga Ataukah Di Neraka ?


 

Kedua Orang Tua Nabi ﷺ Di Surga Ataukah Di Neraka ?



Para ulama berbeda pendapat menyikapi pertentangan dalil. Ada 3 pendapat :
🔸 Pertama, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi termasuk penghuni neraka (HR. Muslim). Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim menjelaskan :

قوله ( أن رجلا قال يا رسول الله أين أبي قال في النار فلما قفى دعاه فقال إن أبي وأباك في النار ) فيه أن من مات على الكفر فهو في النار ولا تنفعه قرابة المقربين وفيه أن من مات في الفترة على ما كانت عليه العرب من عبادة الأوثان فهو من أهل النار وليس هذا مؤاخذة قبل بلوغ الدعوة فان هؤلاء كانت قد بلغتهم دعوة ابراهيم وغيره من الأنبياء صلوات الله تعالى وسلامه عليهم وقوله صلى الله عليه و سلم أن أبي وأباك في النار هو من حسن العشرة للتسلية بالاشتراك في المصيبة ومعنى قوله صلى الله عليه و سلم قفي ولى قفاه منصرفا

Imam Al-Suhaili mengomentari bahwa Imam Al-Nawawi tidak berpendapat secara khusus bahwa orang tua Nabi meninggal dalam keadaan kafir.
🔸 Kedua, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi termasuk penghuni surga. Sebagaimana pendapat imam Suyuthi dalam beberapa kitabnya,
🔸 Ketiga, pendapat yang mengatakan orang tua Nabi termasuk ahlul-fatrah. Jika lulus ujian, maka akan masuk surga. Jika gagal, maka akan masuk neraka. Pendapat ini disebutkan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah Wa Al-Nihayah memilih menyatakan mungkin saja orang tua Nabi termasuk golongan yang gagal ujian dari Allah.

Catatan :
🔸 Adanya klaim ijma' terkait orang tua Nabi di Neraka, keabsahannya diperselisihkan.
🔸 Dalam tradisi bahasa Arab dan budaya Islam, paman (terutama paman dari pihak ayah) bisa dipanggil atau disamakan kedudukannya dengan "bapak" atau "ayah" (أَبٌ - abun). Hal ini didukung dalil dari Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah 133) dan Hadits, serta praktik sosial di masa Nabi Muhammad.
🔸 Orang yang mati dalam keadaan kafir, maka masuk Neraka. Sedang ahlu-fatrah akan diuji Allah di Akhirat.
🔸Jika tiada mashlahat, maka lebih baik tidak usah membahas dan memperdebatkannya.


Dalil Ini Banyak Dibenci Ahlul-Ahwa' Yang Gemar Membuat Syariat Baru


 

Dalil Ini Banyak Dibenci Ahlul-Ahwa' Yang Gemar Membuat Syariat Baru



فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ ۝٥٩

"Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zhalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasiq." (QS. Al-Baqarah : 59)

عَنْ أُمِّ المُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: «مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ» رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: «مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ»

Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata: Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat Muslim, “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintahnya dari kami, maka amal itu tertolak.” (HR Muslim)

عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ العِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قاَلَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظًةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوْبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُوْنُ فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةً مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

.... Rosulullah bersabda : ”Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa) meskipun kalian diperintah oleh seorang budak Habasyi. Dan sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah Sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena kullu bid`ah adalah sesat.” ( HR. Tirmidzi dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدٰى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا ۝١١٥ ( النسآء : ١١٥ ) 

"Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS. An-Nisa' : 115)


Bantahan Terhadap Syubhat Menyamakan Foto dengan Bayangan Cermin

  Bantahan Terhadap Syubhat Menyamakan Foto dengan Bayangan Cermin https://teguhakhirblora.blogspot.com/2026/08/bantahan-terhadap-syubhat-me...