Selasa, 02 Desember 2025

Tantangan Bagi Siapa Yang Meragukan Al-Qur'an Yang Diturunkan Kepada Muhammad ﷺ


 


Tantangan Bagi Siapa Yang Meragukan Al-Qur'an Yang Diturunkan Kepada Muhammad ﷺ


وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٢٣

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Al-Baqarah : 23)

وَمَا كَانَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ اَنْ يُّفْتَرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ ۝٣٧ اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُۗ قُلْ فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٣٨ ( سُورَةُ يُونُسَ : ٣٧-٣٨ )

"Jika kalian memang benar, maka buatlah satu surat semisal surat Al-Fatihah 7 ayat!
(1) Surat yang paling agung, (2) berisi petunjuk yang agung, (3) mengandung asma Allah yang agung, (4) mengandung doa yang agung, (5) jika dibaca bisa menghapus dosa-dosa kecil, dan (6) bisa untuk ruqyah (sebagai syifa').. disamping (7) bahasanya agung, mulia dan indah tidak tertandingi makhluq serta mudah dihafal kaum muslimin dari anak kecil sampai orang tua di berbagai penjuru dunia...
Kitab suci apa di muka bumi yang mampu menandingi Al-Qur'an?

Nabi Muhammad ﷺ Diutus Untuk Seluruh Manusia dan Rahmatan Lil-'Alamin


 


Nabi Muhammad Diutus Untuk Seluruh Manusia dan Rahmatan Lil-'Alamin


Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia dan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Di antara dalilnya Allah berkalam :


قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ࣙالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٥٨

Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A'raf : 158).
Ayat ini secara eksplisit menggunakan frasa (إِلَيْكُمْ جَمِيعًا) yang menunjukkan risalah beliau bukan hanya untuk kaum Arab atau bangsa tertentu. 

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya' : 107).

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ۝٢٨

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(QS. Saba': 28)

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا ۝٢٩ ( سُورَةُ الكهف : ٣٩ )

Minggu, 30 November 2025

Orang Kafir dan Ahlul-Ahwa' Telah Sesat Sehingga Perbuatan Buruk Dianggap Baik


 

Orang Kafir dan Ahlul-Ahwa' Telah Sesat Sehingga Perbuatan Buruk Dianggap Baik



اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ ۝٨

"Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. Al-Fathir : 8)

وعن جعفر بن محمد قال سئل محمد بن ابي الورد عن قوله افمن زين له سوء عمله فراه حسنا سورة فاطر آية ٨ قال من ظن في اساءته انه محسن.
كتاب صفة الصفوة  ج ١ ص ٥٠٧ - ابن الجوزي

Dari Ja'far bin Muhammad, dia berkata: Muhammad bin Abi al-Ward ditanya tentang firman Allah, "Maka apakah orang yang dijadikan amal buruknya indah (terlihat baik) lalu dia melihatnya baik...?" (QS. Fatir: 8). Dia menjawab: "(Maksudnya) orang yang beranggapan bahwa keburukannya adalah kebaikan."


Sabtu, 29 November 2025

Manzilah ( Maqam/Kedudukan ) Kejujuran






Manzilah ( Maqam/Kedudukan ) Kejujuran
فَصْلٌ مَنْزِلَةُ الصِّدْقِ

وَمِنْ مَنَازِلِ {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [الفاتحة: ٥] مَنْزِلَةُ الصِّدْقِ وَهِيَ مَنْزِلَةُ الْقَوْمِ الْأَعْظَمِ. الَّذِي مِنْهُ تَنْشَأُ جَمِيعُ مَنَازِلِ السَّالِكِينَ، وَالطَّرِيقُ الْأَقْوَمُ الَّذِي مَنْ لَمْ يَسِرْ عَلَيْهِ فَهُوَ مِنَ الْمُنْقَطِعِينَ الْهَالِكِينَ. وَبِهِ تَمَيَّزَ أَهْلُ النِّفَاقِ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ، وَسُكَّانُ الْجِنَانِ مِنْ أَهْلِ النِّيرَانِ. وَهُوَ سَيْفُ اللَّهِ فِي أَرْضِهِ الَّذِي مَا وُضِعَ عَلَى شَيْءٍ إِلَّا قَطَعَهُ. وَلَا وَاجَهَ بَاطِلًا إِلَّا أَرْدَاهُ وَصَرَعَهُ. مَنْ صَالَ بِهِ لَمْ تُرَدَّ صَوْلَتُهُ. وَمَنْ نَطَقَ بِهِ عَلَتْ عَلَى الْخُصُومِ كَلِمَتُهُ. فَهُوَ رُوحُ الْأَعْمَالِ، وَمَحَكُّ الْأَحْوَالِ، وَالْحَامِلُ عَلَى اقْتِحَامِ الْأَهْوَالِ، وَالْبَابُ الَّذِي دَخَلَ مِنْهُ الْوَاصِلُونَ إِلَى حَضْرَةِ ذِي الْجَلَالِ. وَهُوَ أَسَاسُ بِنَاءِ الدِّينِ، وَعَمُودُ فُسْطَاطِ الْيَقِينِ. وَدَرَجَتُهُ تَالِيَةٌ لِدَرَجَةِ النُّبُوَّةِ الَّتِي هِيَ أَرْفَعُ دَرَجَاتِ الْعَالِمِينَ. وَمِنْ مَسَاكِنِهِمْ فِي الْجَنَّاتِ تُجْرَى الْعُيُونُ وَالْأَنْهَارُ إِلَى مَسَاكِنِ الصِّدِّيقِينَ. كَمَا كَانَ مِنْ قُلُوبِهِمْ إِلَى قُلُوبِهِمْ فِي هَذِهِ الدَّارِ مَدَدٌ مُتَّصِلٌ وَمَعِينٌ.

وَقَدْ أَمَرَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ أَهْلَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ. وَخَصَّ الْمُنْعَمَ عَلَيْهِمْ بِالنَّبِيَّيْنِ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ. فَقَالَ تَعَالَى {يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} [التوبة: ١١٩] وَقَالَ تَعَالَى: {وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ} [النساء: ٦٩] فَهُمُ الرَّفِيقُ الْأَعْلَى {وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا} [النساء: ٦٩] وَلَا يَزَالُ اللَّهُ يَمُدُّهُمْ بِأَنْعُمِهِ وَأَلْطَافِهِ وَمَزِيدِهِ إِحْسَانًا مِنْهُ وَتَوْفِيقًا. وَلَهُمْ مَرْتَبَةُ الْمَعِيَّةِ مَعَ اللَّهِ. فَإِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّادِقِينَ، وَلَهُمْ مَنْزِلَةُ الْقُرْبِ مِنْهُ. إِذْ دَرَجَتُهُمْ مِنْهُ ثَانِي دَرَجَةِ النَّبِيِّينَ.

وَأَخْبَرَ تَعَالَى أَنَّ مَنْ صَدَقَهُ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ. فَقَالَ {فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ} [محمد: ٢١] .

مدارج السالكين بين منازل إياك نعبد وإياك نستعين ج ٢ ص ٢٥٨ - ابن القيم - أبو عبد الله محمد بن أبي بكر ابن قيم الجوزية


Dari maqam {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [الفاتحة: ٥]  (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan) adalah maqam kejujuran, yang merupakan maqam terbesar bagi para salik (orang yang berjalan menuju Allah). Dari sini, semua maqam para salik bermula, dan ini adalah jalan lurus yang jika tidak diikuti, maka orang itu termasuk orang yang terputus dan binasa.
Dengan kejujuran ini, orang-orang munafik dibedakan dari orang-orang mukmin, dan penduduk surga dibedakan dari penduduk neraka. Kejujuran adalah pedang Allah di bumi, yang jika diletakkan pada sesuatu, maka akan memotongnya, dan jika dihadapi dengan kebatilan, maka akan mengalahkannya.
Orang yang menggunakan kejujuran, maka kekuatannya tidak akan dikalahkan, dan orang yang mengucapkan kejujuran, maka kalimatnya akan mengungguli lawan-lawannya. Kejujuran adalah ruh amal, penguji keadaan, dan pendorong untuk menghadapi kesulitan. Ini adalah pintu yang dilalui oleh orang-orang yang sampai kepada Hadirat Allah.
Kejujuran adalah dasar bangunan agama, tiang kemah keyakinan, dan derajatnya setelah kenabian, yang merupakan derajat tertinggi di dunia. Dari kediaman mereka di surga, mengalir mata air dan sungai-sungai ke kediaman orang-orang yang jujur, sebagaimana dari hati mereka ke hati mereka di dunia, ada hubungan yang terus-menerus dan pertolongan yang tak putus-putus.

Allah telah memerintahkan orang-orang mukmin untuk bersama orang-orang yang jujur, dan mengkhususkan orang-orang yang diberi nikmat dengan para nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang shalih. Allah berkalam :

{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} [التوبة: ١١٩] 

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah kamu bersama orang-orang yang jujur." (QS. At-Taubah: 119). Dan Allah bekalam :

{وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ} [النساء: ٦٩] 

"Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul, maka mereka itu akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa: 69)
Mereka adalah ar-rofiq al-a'laa (teman yang paling tinggi), dan  {وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا} [النساء: ٦٩] sebaik-baik teman. Allah terus-menerus memberikan mereka nikmat, kelembutan, dan tambahan kebaikan dari-Nya, serta taufik. Mereka memiliki kedudukan maqom ma'iyyah (bersama Allah), karena Allah bersama orang-orang yang jujur. Mereka juga memiliki kedudukan kedekatan dengan Allah, karena derajat mereka adalah kedua setelah para nabi.

Allah telah memberitahu bahwa orang yang jujur kepada-Nya, maka itu lebih baik baginya. Allah berkalam :

 {فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ} [محمد: ٢١] .

"Maka jika telah tetap keputusan (untuk perang), maka (alangkah baiknya) jika mereka jujur kepada Allah." (QS. Muhammad: 21)



Rabu, 26 November 2025

Mengikuti Hawa Nafsu Termasuk Syirik Yang Bisa Menyesatkan Dari Jalan Allah



Mengikuti Hawa Nafsu Termasuk Syirik Yang Bisa Menyesatkan Dari Jalan Allah


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : "لَيْسَ الشِّرْكُ عِبَادَةَ الْأَصْنَامِ فَحَسْبُ؛ بَلْ هُوَ أَيْضًا مُتَابَعَتُك لِهَوَاك وَأَنْ تَخْتَارَ مَعَ رَبِّك شَيْئًا سِوَاهُ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَالْآخِرَةِ وَمَا فِيهَا فَمَا سِوَاهُ - تَبَارَكَ وَتَعَالَى - غَيْرُهُ فَإِذَا رَكَنْت إلَى غَيْرِهِ فَقَدْ أَشْرَكْت بِهِ غَيْرَهُ فَاحْذَرْ وَلَا تَرْكَنْ وَخَفْ وَلَا تَأْمَنْ وَفَتِّشْ وَلَا تَغْفُلْ فَتَطْمَئِنَّ وَلَا تُضِفْ إلَى نَفْسِك حَالًا وَلَا مَقَامًا وَلَا تَدَعْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ ". وَقَالَ (الشَّيْخُ عَبْدُ الْقَادِرِ أَيْضًا:" إنَّمَا هُوَ اللَّهُ وَنَفْسُك وَأَنْتَ الْمُخَاطَبُ وَالنَّفْسُ ضِدُّ اللَّهِ وَعَدُوَّتُهُ؛ وَالْأَشْيَاءُ كُلُّهَا تَابِعَةٌ لِلَّهِ فَإِذَا وَافَقْت الْحَقَّ فِي مُخَالَفَةِ النَّفْسِ وَعَدَاوَتِهَا كُنْت خَصْمًا لَهُ عَلَى نَفْسِك - إلَى أَنْ قَالَ: "فَالْعِبَادَةُ" فِي مُخَالَفَتِك نَفْسَك وَهَوَاك قَالَ تَعَالَى: {وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ}" (من كتاب: مجموع الفتاوى ج ١٠ ص ٥١٨)

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, "Syirik tidak hanya terbatas pada penyembahan berhala saja, tetapi juga termasuk mengikuti hawa nafsu dan memilih sesuatu selain rabb-mu (Allah) sebagai tandingan bagi-Nya, baik itu dari dunia dan apa yang ada di dalamnya, maupun akhirat dan apa yang ada di dalamnya. Apa pun yang selain Allah, maka itu adalah selain-Nya, dan jika kamu condong kepada selain-Nya, maka kamu telah menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Maka, waspadalah dan jangan condong, takutlah dan jangan merasa aman, periksalah dan jangan lengah, sehingga kamu merasa tenang. Jangan menambahkan kepada dirimu suatu keadaan atau kedudukan, dan jangan meninggalkan sesuatu darinya."

Syaikh Abdul-Qadir juga berkata, "Sesungguhnya yang ada hanyalah Allah dan dirimu, dan kamu adalah yang dituntut, sedangkan nafsu adalah lawan dan musuh Allah. Semua hal adalah tunduk kepada Allah, maka jika kamu setuju dengan kebenaran dalam menentang nafsu dan memusuhinya, maka kamu adalah lawan bagi nafsu itu sendiri."

Beliau juga berkata, "Ibadah itu adalah menentang nafsu dan hawa nafsu kamu." Allah berfirman, "Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah." (QS. Al-Jatsiyah: 18)

📚 lihat Majmu' Al-Fatawa 10/518

Selasa, 25 November 2025

Jika Engkau Mencintai Allah Rabbul 'Alamin, Maka Ikutilah Nabi Muhammad ﷺ








 Jika Engkau Mencintai Allah Rabbul 'Alamin, Maka Ikutilah Nabi Muhammad ﷺ



قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣١ ( آل عمران : ٣١ )

هَذِهِ الْآيَةُ الْكَرِيمَةُ حَاكِمَةٌ عَلَى كُلِّ مَنِ ادَّعَى مَحَبَّةَ اللَّهِ، وَلَيْسَ هُوَ عَلَى الطَّرِيقَةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ فَإِنَّهُ كَاذِبٌ فِي دَعْوَاهُ فِي نَفْسِ الْأَمْرِ، حَتَّى يَتَّبِعَ الشَّرْعَ الْمُحَمَّدِيَّ وَالدِّينَ النَّبَوِيَّ فِي جَمِيعِ أَقْوَالِهِ وَأَحْوَالِهِ، كَمَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: "مَنْ عَمِلَ عَمَلا لَيْسَ عَلَيْهِ أمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ" وَلِهَذَا قَالَ: ﴿قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ﴾ أَيْ: يَحْصُلُ لَكُمْ فَوْقَ مَا طَلَبْتُمْ مِنْ مَحَبَّتِكُمْ إِيَّاهُ، وَهُوَ مَحَبَّتُهُ إِيَّاكُمْ، وَهُوَ أَعْظَمُ مِنَ الْأَوَّلِ، كَمَا قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ الْعُلَمَاءِ: لَيْسَ الشَّأْنُ أَنْ تُحِبّ، إِنَّمَا الشَّأْنُ أَنْ تُحَبّ وَقَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ وَغَيْرُهُ مِنَ السَّلَفِ: زَعَمَ قَوْمٌ أَنَّهُمْ يُحِبُّونَ اللَّهَ فَابْتَلَاهُمُ اللَّهُ بِهَذِهِ الْآيَةِ، فَقَالَ: ﴿قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ﴾ .


قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣١

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Ali-Imran : 31)

Ayat yang mulia ini menjadi hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, namun tidak berada di atas jalan Muhammad , maka sesungguhnya dia berdusta dalam pengakuannya, sampai dia mengikuti syariat Muhammad dan agama Nabi dalam semua ucapan dan perbuatannya. Sebagaimana yang telah sah dalam hadits shahih dari Rasulullah , bahwa beliau bersabda, "مَنْ عَمِلَ عَمَلا لَيْسَ عَلَيْهِ أمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ" ("Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan itu tertolak."). Oleh karena itu, Allah berkalam, {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ} "Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu'." (QS. Ali Imran: 31) Maksudnya, kamu akan mendapatkan lebih dari apa yang kamu minta, yaitu cinta Allah kepada kamu, dan itu lebih besar daripada cinta kamu kepada-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama hikmah, "Bukanlah yang penting kamu mencintai, tapi yang penting kamu dicintai." Al-Hasan Al-Bashri dan selainnya dari kalangan salaf berkata, "Suatu kaum mengaku bahwa mereka mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini, yaitu, {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ}'Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu'."

📚 Lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Ali-Imran : 31

Kamis, 20 November 2025

Jadikan Rasa Letih, Sakit, Kesedihan dan Musibah Sebagai Penghapus Dosa


 


Jadikan Rasa Letih, Sakit, Kesedihan dan Musibah Sebagai Penghapus Dosa


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ».  
(صحيح - متفق عليه - صحيح البخاري: 5641)

Abu Sa'īd Al-Khudriy dan Abu Hurairah radhiiyallāhu 'anhumā meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda,
"Tidaklah seorang muslim ditimpa kepayahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, dan kesusahan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya (dosa) dengan sebab itu."  (Shahih  - Muttafaq 'alaihi - Shhih Al-Bukhari - 5641)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٥ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ۝١٥٦ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ۝١٥٧

"(155) Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (156) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).(157) Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah : 155 - 157)

Bantahan Terhadap Syubhat Menyamakan Foto dengan Bayangan Cermin

  Bantahan Terhadap Syubhat Menyamakan Foto dengan Bayangan Cermin https://teguhakhirblora.blogspot.com/2026/08/bantahan-terhadap-syubhat-me...