Hari Jum'at adalah hari terbaik dalam sepekan (Sayyidul Ayyam) yang dipenuhi dengan keberkahan. Berikut adalah 10 amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan beserta dalil lengkapnya:
1. Mandi Jum'at
Disunnahkan bagi siapa saja yang ingin menghadiri shalat Jum'at untuk mandi terlebih dahulu.
Artinya: Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi shalat Jum'at, maka hendaklah ia mandi." (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Membersihkan Diri, Memakai Wewangian, dan Merapikan Rambut
Meliputi memotong kuku, kumis, menyisir rambut, dan mengenakan wewangian sebelum berangkat ke masjid.
Artinya: Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu berkata, Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at, lalu bersuci semampunya, memakai minyak rambut atau wewangian dari rumahnya, kemudian keluar (ke masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu ia shalat sesuai dengan tuntunan, kemudian ia diam mendengarkan imam ketika berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa-dosanya antara Jum'at itu dan Jum'at berikutnya." (HR. Bukhari).
3. Memakai Pakaian Terbaik
Dianjurkan mengenakan pakaian yang paling bersih, terutama pakaian berwarna putih.
Artinya: Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda di atas mimbar: "Tidak mengapa jika salah seorang di antara kalian membeli dua buah pakaian untuk hari Jum'at, selain pakaian untuk bekerja." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).
4. Berangkat Lebih Awal ke Masjid
Berjalan menuju masjid lebih awal mendatangkan pahala yang besar dan mendekatkan posisi di shaf terdepan.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mandi pada hari Jum'at seperti mandi junub, kemudian ia berangkat (pada kesempatan pertama), maka seolah-olah ia berkurban seekor unta... Dan barangsiapa berangkat pada jam kelima, maka seolah-olah ia berkurban sebutir telur. Apabila imam sudah keluar, para malaikat hadir mendengarkan zikir." (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Membaca Surat Al-Kahfi
Membaca Surat Al-Kahfi memiliki keutamaan berupa cahaya petunjuk di antara dua Jum'at.
Artinya: Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum'at, maka ia akan diterangi oleh cahaya di antara dua Jum'at." (HR. Hakim, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)
6. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ
Hari Jum'at dan malamnya adalah waktu terbaik untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ.
Artinya: Dari Aus bin Aus radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum'at... Maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku." (HR. Abu Dawud dan An-Nasai, dishahihkan Al-Albani).
7. Menyimak Khutbah dengan Tenang (Inshat)
Wajib bagi jemaah untuk diam dan mendengarkan khutbah imam secara seksama tanpa berbicara.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Jika engkau berkata kepada sahabatmu pada hari Jum'at: 'Diamlah!', ketika imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia." (HR. Bukhari dan Muslim).
8. Mencari Waktu Mustajab untuk Berdoa
Terdapat waktu mustajab di hari Jum'at, yang umumnya diyakini berada di penghujung hari setelah Ashar.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah ﷺ menyebutkan tentang hari Jum'at lalu bersabda: "Di dalamnya terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim berdiri shalat lalu memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya." - Beliau mengisyaratkan dengan tangannya sedikit untuk menunjukkan singkatnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Melaksanakan Shalat Sunnah Mutlak
Di dalam literatur hadits shahih, tidak ada dalil shahih yang secara khusus mencontohkan Nabi Muhammad ﷺ atau para sahabat mengerjakan shalat sunnah qabliyah (sebelum) Jum'at dengan tata cara khusus seperti sunnah rawatib Zuhur.
Yang ada adalah anjuran untuk melakukan shalat sunnah mutlak sebanyak-banyaknya bagi siapa saja yang datang lebih awal ke masjid sebelum imam naik mimbar, sampai khatib datang untuk berkhutbah.
Hal ini didasarkan pada hadits umum tentang shalat mutlak di hari Jum'at:
Artinya: Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: "...kemudian ia shalat (sunnah mutlak) apa yang telah ditakdirkan baginya, kemudian ia diam mendengarkan imam ketika berbicara (berkhutbah)..."
Oleh karena itu, para ulama membedakan antara shalat sunnah mutlak (yang sangat dianjurkan saat menunggu imam di hari Jum'at) dengan shalat sunnah rawatib qabliyah yang memiliki ketetapan khusus jumlah rakaatnya seperti pada shalat Dzuhur.
10. Melaksanakan Shalat Sunnah Ba'diyah Jum'at
Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk mengerjakan empat rakaat setelah shalat Jum'at.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian telah shalat Jum'at, maka shalatlah empat rakaat setelahnya." (HR. Muslim no. 881).
Terdapat pula riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terbiasa mengerjakan dua rakaat setelah Jum'at di rumah beliau.
Artinya: Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ tidak shalat (sunnah) setelah Jum'at hingga beliau pulang, lalu beliau shalat dua rakaat di rumahnya. (HR. Bukhari no. 937 dan Muslim no. 882).
Diantara ulama berpendapat jika dikerjakaan di masjid shalat ba'diyyah 4 rakaat 2 salam, sedang jika dikerjakan di rumah cukup 2 rakaat. Pernyataan tersebut merupakan salah satu bentuk rincian (jam'u wa taufiq) yang sangat indah dan mendalam yang disimpulkan oleh para ulama, di antaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid beliau Ibnul Qayyim al-Jauziyah, untuk menggabungkan dua dalil shahih yang tampak berbeda mengenai shalat ba'diyah Jum'at.
Pendapat ini menilai bahwa semua hadits tersebut shahih dan bisa diamalkan semuanya sesuai dengan tempat pelaksanaannya.
11. Memperbanyak Dzikir dan Amal Shalih secara Umum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar